UEA Wanti-wanti Risiko 'Perang Dingin' China-AS

Minggu, 03 Oktober 2021 - 19:38 WIB
loading...
UEA Wanti-wanti Risiko...
UEA wanti-wanti risiko Perang Dingin antara China dan AS. Foto/Ilustrasi
A A A
ABU DHABI - Pejabat tinggi Uni Emirat Arab (UEA) telah membunyikan alarm tentang meningkatnya ketegangan antara China dan Amerika Serikat (AS). Ia memberikan salah satu peringatan regional paling keras tentang persaingan di antara kedua kekuatan itu.

"Kami semua sangat khawatir, dengan Perang Dingin yang membayangi," kata penasihat diplomatik kepresidenan UEA Anwar Gargash.

“Itu adalah berita buruk bagi kita semua karena gagasan memilih bermasalah dalam sistem internasional, dan saya pikir ini tidak akan menjadi perjalanan yang mudah,” imbuhnya seperti dikutip dari Bloomberg, Minggu (3/10/2021).

Baca juga: Trump Kecam Jenderal Tertinggi AS Kontak China: Pengkhianat, Pria Lemah

Persaingan geopolitik antara AS dan China sedang menguji kesetiaan negara-negara di Teluk yang kaya minyak. Terlepas dari kerja sama erat selama beberapa dekade dengan AS, termasuk dengan menjadi tuan rumah pangkalan militer, China telah muncul sebagai penyeimbang ekonomi utama bagi Amerika. Sekarang bahkan menjadi pembeli minyak mentah terbesar dari Teluk.

“Ini akan menjadi tantangan besar bagi kita semua,” ujar Gargash. “Bagi kami di sini di UEA, Amerika Serikat adalah mitra strategis utama kami, tetapi China adalah mitra ekonomi nomor satu atau dua kami dengan India,” ia menambahkan.

UEA, sekutu penting AS di Timur Tengah, telah berada di bawah tekanan untuk menghentikan dorongan membangun hubungan militer dan ekonomi yang lebih kuat dengan China, yang mencari peningkatan pengaruh di kawasan itu.

Baca juga: AS-Filipina Gelar Pertemuan Soal Perjanjian Pertahanan, China Waspada

"China akan terus menjadi sangat penting," ucap Gargash. “Sementara arah Amerika adalah sesuatu yang dapat Anda peroleh dari berbagai bacaan dan konferensi dan diskusi, memahami arah China, saya pikir, lebih buram,” pungkasnya.

Sebelumnya Pemerintahan Biden mendesak UEA untuk menghapus Huawei Technologies Co. dari jaringan telekomunikasinya dan mengambil langkah lain untuk menjauhkan diri dari China, meningkatkan risiko bahwa pembelian jet dan drone F-35 oleh negara itu mungkin dipertaruhkan, Bloomberg melaporkan pada bulan Juni.

AS meminta UEA untuk menghapus peralatan Huawei dari jaringannya dalam empat tahun ke depan sebelum dijadwalkan untuk mendapatkan F-35 pada tahun 2026 atau 2027. Namun pejabat Abu Dhabi telah menjawab bahwa mereka akan membutuhkan waktu yang lebih lama ditambah alternatif yang terjangkau.

Baca juga: China Sebut Pembentukan AUKUS Manfaatkan Celah Hukum Internasional
(ian)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Ini Keunggulan Pesawat...
Ini Keunggulan Pesawat Pengebom B-52 vs Tu-22M3 yang Jatuh pada Hari yang Sama
Pasokan Senjata Rapuh,...
Pasokan Senjata Rapuh, Presiden Trump Dorong Produksi Massal
2 Pesawat Pengebom Nuklir...
2 Pesawat Pengebom Nuklir dari 2 Negara Adikuasa yang Bermusuhan Jatuh di Hari yang Sama
Iran Kecam Perlakuan...
Iran Kecam Perlakuan Buruk AS di Piala Dunia: Tim yang Paling Ditindas
Iran dan Oman Tegaskan...
Iran dan Oman Tegaskan Komitmen Navigasi Maritim Aman melalui Selat Hormuz setelah Kesepakatan dengan AS
Trump Tegaskan Tanpa...
Trump Tegaskan Tanpa AS, Tidak akan Ada Israel, Netanyahu Harus Lebih Tanggung Jawab
Maskapai China Spring...
Maskapai China Spring Airlines Resmi Mengudara di Indonesia, Buka Rute Seminggu 3 Kali
Pembom B-52 Stratofortress...
Pembom B-52 Stratofortress AS Jatuh di Pangkalan Gurun Mojave, Tewaskan 8 Orang
Menteri Radikal Israel...
Menteri Radikal Israel Ben Gvir Batal ke AS, Dipersulit Dapat Visa?
Rekomendasi
Belajar dari Inggris,...
Belajar dari Inggris, Tembakau Alternatif Bisa Hentikan Kebiasaan Merokok
Bintang Piala Dunia...
Bintang Piala Dunia 2026 Elye Wahi Diduga Terlibat Pengaturan Skor
Rencana Aksi Lagi di...
Rencana Aksi Lagi di Bundaran HI, Ketua BEM UI Ingin Dobrak Kemacetan Mobilitas Sosial
Berita Terkini
4 Alasan Iran Mampu...
4 Alasan Iran Mampu Memberikan Pukulan Telak ke Amerika Serikat dan Israel
Mengapa Kekejaman Israel...
Mengapa Kekejaman Israel di Lebanon Bisa Picu Pembalasan dari Iran?
Ini Keunggulan Pesawat...
Ini Keunggulan Pesawat Pengebom B-52 vs Tu-22M3 yang Jatuh pada Hari yang Sama
IRGC Seharusnya Jadi...
IRGC Seharusnya Jadi Teladan bagi Negara Muslim di Seluruh Dunia
G7 Kini Fokus Memusuhi...
G7 Kini Fokus Memusuhi Rusia, Trump: Ini Perang yang Mudah Diselesaikan
Pasokan Senjata Rapuh,...
Pasokan Senjata Rapuh, Presiden Trump Dorong Produksi Massal
Infografis
10 Negara dengan Cadangan...
10 Negara dengan Cadangan Emas Terbesar Dunia, AS Masih Teratas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved