China Sebut Pembentukan AUKUS Manfaatkan Celah Hukum Internasional

Kamis, 30 September 2021 - 21:12 WIB
loading...
China Sebut Pembentukan...
China menyatakan pembentukan AUKUS adalah hasil dari upaya yang bertujuan untuk secara sengaja menyalahgunakan celah dalam hukum internasional. Foto/REUTERS
A A A
BEIJING - China menyatakan pembentukan AUKUS adalah hasil dari upaya yang bertujuan untuk secara sengaja menyalahgunakan celah dalam hukum internasional. AUKUS adalah aliansi pertahanan antara Amerika Serikat (AS), Australia dan Inggris.

"Sederhananya, ini adalah situasi ketika tiga negara bersekongkol untuk menyalahgunakan celah dalam hukum internasional untuk secara terbuka memperbanyak senjata nuklir," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Hua Chungying.

Hua menuturkan, jaminan Badan Energi Atom Internasional (IAEA) bahwa mereka akan mengawasi pembangunan kapal selam nuklir Australia memiliki konsekuensi luas bagi rezim non-proliferasi internasional. Baca juga: Di Depan Wapres AS, Mahasiswi Ini Sebut Israel Lakukan Genosida Palestina

"IAEA menjamin dan memantau kapal selam nuklir Australia akan menciptakan preseden yang akan mempengaruhi hak dan kewajiban semua penandatangan NPT dan menyebabkan konsekuensi luas bagi rezim non-proliferasi internasional," ujarnya.

Diplomat CHina itu, seperti dilansir Tass pada Kamis (30/9/2021), mengatakan hal ini sama sekali bukan masalah yang harus ditangani oleh Sekretariat IAEA dengan Australia, Inggris dan AS.

"Ini adalah masalah yang harus diselesaikan oleh semua negara yang berpartisipasi dalam mekanisme ini," pungkasnya. Baca juga: Dubes AS: AUKUS Bukan Ancaman Stabilitas Indo-Pasifik
(esn)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Takut Ditangkap, Menteri...
Takut Ditangkap, Menteri Israel Itamar Ben-Gvir Dilaporkan Batal Terbang ke New York
Para Pelayat Ayatollah...
Para Pelayat Ayatollah Ali Khamenei: 'Balas Dendam, Balaskan Darah Pemimpin Kita!'
Gelombang Panas Ganggu...
Gelombang Panas Ganggu Perayaan Kemerdekaan AS ke-250
Siapa Charles Q. Brown...
Siapa Charles Q. Brown Jr? Jenderal AS yang Dipecat Trump Kritik Pemanfaatan Militer untuk Misi Politik
Trump Sebut Iran Ingin...
Trump Sebut Iran Ingin Selesaikan Masalah, AS Beri Waktu untuk Pemakaman Khamenei
China Diduga Berupaya...
China Diduga Berupaya Perluas Ekspansi Senjata ke Timur Tengah via Pakistan
Cadangan Energi AS Ternyata...
Cadangan Energi AS Ternyata Keropos: Stok Minyak Dikuras Habis, Stok Terendah Sejak 1983!
Korban Tewas Gempa Venezuela...
Korban Tewas Gempa Venezuela Hampir Tembus 2.300 Orang, Penyintas Krisis Makanan
Kunjungi Wilayah Ukraina...
Kunjungi Wilayah Ukraina yang Direbut Rusia, Putin: Rusia Akan Menang Perang!
Rekomendasi
Tumbangkan Kanada, Maroko...
Tumbangkan Kanada, Maroko ke Perempat Final Piala Dunia 2026
Asian Boxing U19 & U23...
Asian Boxing U19 & U23 Championships 2026, Perbati Pastikan Penyelenggaraan Berstandar Internasional
Irsal Nasution Bangga...
Irsal Nasution Bangga Jadi Semifinalis Indonesia International Open 2026
Berita Terkini
Takut Ditangkap, Menteri...
Takut Ditangkap, Menteri Israel Itamar Ben-Gvir Dilaporkan Batal Terbang ke New York
Ayat Al-Quran tentang...
Ayat Al-Qur'an tentang Perang Badar dalam Seremoni Pemakaman Khamenei, Pujian atau Ejekan untuk Arab Saudi?
Giliran Lithuania Akan...
Giliran Lithuania Akan Cabut Larangan Senjata Nuklir, Rusia Makin Terancam
Rusia Sebut Selat Hormuz...
Rusia Sebut Selat Hormuz Adalah 'Senjata Nuklir'-nya Iran
Raja Salman dan Mohammed...
Raja Salman dan Mohammed bin Salman Sampaikan Belasungkawa Meski Tak Melayat untuk Khamenei
Para Pelayat Ayatollah...
Para Pelayat Ayatollah Ali Khamenei: 'Balas Dendam, Balaskan Darah Pemimpin Kita!'
Infografis
Apa Itu Dilema Malaka?...
Apa Itu Dilema Malaka? Strategi AS Cekik Minyak China, Berpotensi Seret Indonesia dalam Konflik
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved