AU China Tantang AS: Jika Tak Takut, Ayo Bertemu di Langit!

Kamis, 30 September 2021 - 12:06 WIB
loading...
AU China Tantang AS:...
Jet tempur siluman J-20 bermanuver dalam acara Airshow China di Zhuhai, 28 September 2021. Foto/REUTERS/Aly Song
A A A
BEIJING - Seorang pejabat senior Angkatan Udara (AU) China mengumbar tantangan terbuka terhadap Amerika Serikat (AS). Dia menantang pesawat-pesawat tempur Washington untuk menghadapi Beijing di langit.

Wakil Komandan Angkatan Udara Tentara Pembebasan Rakyat (PLA-AF) Wang Wei mengatakan Amerika harus takut dengan kekuatan militer China yang semakin besar.

Baca juga: Pangeran Arab Saudi: Syariat Islam Versi Taliban Bukan Interpretasi Wahhabi

Tantangan terbuka dari Wang Wei merupakan tanggapan nyata terhadap janji Sekretaris Angkatan Udara AS Frank Kendall bulan lalu untuk mengembangkan senjata yang "menakut-nakuti" China.

Wang mengatakan justru China—yang menjadi semakin agresif di kawasan Indo-Pasifik—yang meluncurkan senjata yang menakutkan Amerika.

"Saya hanya bisa mengatakan, jika mereka tidak takut, mari kita bertemu di langit," kata Wang pada airshow baru-baru ini di Zhuhai, seperti dikutip dari South China Morning Post, Kamis (30/9/2021).

Kebanggaan Wang meluas dari cabang militernya sendiri hingga Angkatan Laut China.

“Angkatan Laut China mampu dan percaya diri untuk memastikan keamanan nasional dan mempertahankan integritas, serta memberikan kontribusi bagi perdamaian dunia,” kata Wang.

"[Kendall] hanya sebagai rekan saya yang berasal dari negara besar," ujarnya.

Apa yang dianggap China sebagai pertahanan integritas teritorial merupakan ancaman besar bagi keamanan pasukan AS dan sekutu Indo-Pasifik, terutama Taiwan.

Baca juga: Penerjemah Cantik Ini Dicap Alat Putin untuk Bikin Trump Lengah

Beijing menganggap pulau demokrasi itu sebagai wilayah China yang berdaulat, tetapi Amerika Serikat dan sekutunya melihatnya sebagai mata rantai strategis dalam rantai demokrasi yang membatasi kemampuan China untuk mengancam tetangganya.

“Saya telah terobsesi, jika Anda mau, dengan China untuk waktu yang cukup lama sekarang—dan modernisasi militernya, apa artinya bagi AS dan untuk keamanan," kata Kendall bulan lalu dalam sebuah wawancara dengan Defense News.

"Mereka bergerak lebih cepat dari yang saya perkirakan. Jadi, kami memiliki banyak pekerjaan yang harus dilakukan.”

AS dan sekutu Eropa-nya telah meningkatkan pengerahan pasukan Angkatan Laut mereka di kawasan Indo-Pasifik.

Kesepakatan penting untuk menyediakan teknologi kapal selam nuklir AS dan Inggris kepada Australia mencakup rencana yang lebih luas untuk memperluas kehadiran militer AS di Australia.

“Seringkali, Anda akan menjadi lebih cepat dengan hubungan bilateral, trilateral daripada yang Anda perlukan untuk mencoba mengarahkan aliansi yang sangat besar ke tempatnya,” kata Menteri Pertahanan Inggris Ben Wallace pada Rabu di forum Pusat Analisis Kebijakan Eropa.

“Saya pikir menjadi gesit memberi Anda keunggulan, dan oleh karena itu bergabung dengan negara-negara yang lebih gesit yang memiliki ancaman yang sama sebenarnya akan menjadi bagian dari masa depan.”
(min)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Iran akan Bangun Saluran...
Iran akan Bangun Saluran Komunikasi Langsung Hormuz dengan AS
PM Pakistan: AS dan...
PM Pakistan: AS dan Iran akan Bahas Program Rudal Balistik dan Isu Nuklir dalam 60 Hari ke Depan
Iran Bisa Terima Rp894...
Iran Bisa Terima Rp894 Triliun dalam Bentuk Keringanan Sanksi sesuai Kesepakatan Akhir
AS Mediasi Perundingan...
AS Mediasi Perundingan Lebanon-Israel, Bahas Kemungkinan Penarikan Zionis dari Lebanon Selatan
China Tuduh Militer...
China Tuduh Militer Jepang Mengganggu Latihan Tempur Kapal Induk Liaoning
Wanita Ini Dihujat karena...
Wanita Ini Dihujat karena Sebut Islam Organisasi Teroris, Sekarang Malah Dapat Donasi Rp2,5 Miliar
Timnas Iran Tinggalkan...
Timnas Iran Tinggalkan Surat Tulisan Tangan di Ruang Ganti Piala Dunia 2026
Kematian Akibat Wabah...
Kematian Akibat Wabah Ebola di RD Kongo Tembus 200 Orang
Gedung Pusat Animasi...
Gedung Pusat Animasi Terbakar Tewaskan 15 Orang, Sebagian Besar Pelajar
Rekomendasi
Ferdinand: Pernyataan...
Ferdinand: Pernyataan Tiyo Soal Teror Alat Penyadap Masuk Kategori Penyebaran Hoaks
Asfinawati: Ujaran Kebencian...
Asfinawati: Ujaran Kebencian dalam HAM Menyangkut Ras hingga Agama Bukan Orang per Orang
Inggris vs Ghana 0-0,...
Inggris vs Ghana 0-0, Laga Hambar di Boston
Berita Terkini
Iran akan Bangun Saluran...
Iran akan Bangun Saluran Komunikasi Langsung Hormuz dengan AS
Putin: Negara-negara...
Putin: Negara-negara Barat Secara Terbuka Mengatakan Mereka Bersiap Perangi Rusia
PM Pakistan: AS dan...
PM Pakistan: AS dan Iran akan Bahas Program Rudal Balistik dan Isu Nuklir dalam 60 Hari ke Depan
Awas, AI dalam Beberapa...
Awas, AI dalam Beberapa Bulan Lagi Bisa Lumpuhkan Pemerintahan di Berbagai Negara
Netanyahu Ingin Israel...
Netanyahu Ingin Israel Bebaskan Diri dari Ketergantungan Persenjataan pada AS
Iran Bisa Terima Rp894...
Iran Bisa Terima Rp894 Triliun dalam Bentuk Keringanan Sanksi sesuai Kesepakatan Akhir
Infografis
Perbandingan Gaji Tentara...
Perbandingan Gaji Tentara AS dengan Rusia, China, dan Inggris
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved