Pangeran Arab Saudi: Syariat Islam Versi Taliban Bukan Interpretasi Wahhabi

Kamis, 30 September 2021 - 09:44 WIB
loading...
Pangeran Arab Saudi:...
Pangeran Turki al-Faisal, mantan kepala intelijen Arab Saudi. Foto/Arabian Business
A A A
RIYADH - Pangeran senior Arab Saudi , Turki al-Faisal, menolak praktik Syariat Islam di negaranya disamakan dengan yang dipraktikkan Taliban di Afghanistan. Menurutnya, hukum yang diadopsi penguasa baru Afghanistan itu bukan interpretasi Wahhabi.

Pangeran Turki al-Faisal adalah mantan kepala dinas intelijen Arab Saudi. Selama jadi bos mata-mata, dia berusaha dengan waktu yang sangat luar biasa untuk menjauhkan dirinya dan Arab Saudi dari peran apa pun dalam kebangkitan gerakan Taliban di Afghanistan.

Baca juga: Jenderal Tertinggi Pentagon: AS Kalah dalam Perang 20 Tahun di Afghanistan

Dia mengundurkan diri sepuluh hari sebelum serangan 11 September 2001 di Amerika Serikat (AS) yang dikenal sebagai serangan 9/11.

Serangan itulah yang jadi dalih AS menginvasi Afghanistan karena menyembunyikan pemimpin al-Qaeda Osama bin Laden. Invasi itu telah menggulingkan rezim Taliban.

Menurut Pangeran Faisal, hukum yang diadopsi Taliban lebih cenderung pada mazhab Deobandi dan sama sekali berbeda dari Muhammad ibn Abd al-Wahhab, pendiri aliran Wahhabi yang dianut Arab Saudi.

Pangeran Faisal menyampaikan hal itu pada 22 September 2021, selama pertemuan Royal Society of Asian Affairs di London, untuk menandai peluncuran bukunya "The Afghanistan File" yang diedit oleh Michael Field.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
AS dan Iran Berdamai,...
AS dan Iran Berdamai, MBS: Semua untuk Kepentingan Bersama
Koridor Dagang Ankara...
Koridor Dagang Ankara dan Riyadh Buat Israel Ketar-ketir, Ini 3 Pemicunya
Pakistan Gelar Serangan...
Pakistan Gelar Serangan Udara di Afghanistan, 13 Orang Tewas
9 Tempat Paling Suci...
9 Tempat Paling Suci di Dunia, Nomor 5 Paling Populer bagi Orang Indonesia
Iran Serang Kuwait,...
Iran Serang Kuwait, Arab Saudi: Itu Jahat!
Imbas Perang Iran, Proyek...
Imbas Perang Iran, Proyek NEOM Arab Saudi Impian Mohammed bin Salman Jadi Berantakan
5 Putusan Rasulullah...
5 Putusan Rasulullah SAW tentang Hak Asuh Anak Setelah Perceraian
Jelang Penandatanganan...
Jelang Penandatanganan di Jenewa, AS Rahasiakan Nota Kesepahaman Iran dari Israel
Heboh Bendera Saudi...
Heboh Bendera Saudi Tak Diletakkan di Atas Rumput Selama Laga Piala Dunia, Kenapa?
Rekomendasi
6 Fakta Gempa Kerak...
6 Fakta Gempa Kerak Dangkal M6,7 di Jalur Sesar Aktif Sulawesi Tengah
FIFGROUP Raih Lima Penghargaan...
FIFGROUP Raih Lima Penghargaan di HR Asia Awards 2026
KPK Periksa Mantan Stafsus...
KPK Periksa Mantan Stafsus Menag Gus Yaqut terkait Kasus Kuota Haji
Berita Terkini
Fregat Rusia Tembaki...
Fregat Rusia Tembaki Kapal Pesiar Inggris, Starmer: Tindakan Sembrono
2 Pesawat Pengebom Nuklir...
2 Pesawat Pengebom Nuklir dari 2 Negara Adikuasa yang Bermusuhan Jatuh di Hari yang Sama
AS dan Iran Berdamai,...
AS dan Iran Berdamai, MBS: Semua untuk Kepentingan Bersama
Ini Teks Resmi 14 Poin...
Ini Teks Resmi 14 Poin Kesepakatan Damai AS dan Iran
Kesepakatan Iran Mencakup...
Kesepakatan Iran Mencakup Dana Rp5.327 Triliun, Setengahnya Sudah Jadi Komitmen
PM Kanada Akui G7 Tidak...
PM Kanada Akui G7 Tidak Lagi Kendalikan Dunia
Infografis
Arab Saudi Bangun Jalur...
Arab Saudi Bangun Jalur Kereta Api Landbridge Rp116 Triliun
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved