Pemimpin Tertinggi Rohingya Ditembak Mati di Bangladesh usai Salat
Kamis, 30 September 2021 - 09:09 WIB
loading...
A
A
A
"Kami sedang melakukan penggerebekan di daerah itu," katanya, seraya menambahkan bahwa Ullah belum pernah memberi tahu polisi tentang ancaman dari kelompok mana pun.
Mohammad Nowkhim, juru bicara Masyarakat Arakan Rohingya untuk Perdamaian dan Hak Asasi Manusia (ARPSH), mengatakan Ullah sedang berbicara dengan para pemimpin Rohingya lainnya di luar kantor ARPSH di Kutupalong, pemukiman pengungsi terbesar di dunia, ketika seorang penyerang tak dikenal menembaknya setidaknya tiga kali.
“Dia berada di genangan darah. Dia dibawa mati ke rumah sakit MSF terdekat,” kata Nowkhim dari tempat persembunyian, yang menambahkan bahwa banyak pemimpin Rohingya bersembunyi setelah pembunuhan Ullah.
Tidak ada yang mengaku bertanggung jawab, tetapi seorang pemimpin Rohingya mengatakan kepada AFP bahwa Ullah dibunuh oleh kelompok ekstremis Arakan Rohingya Salvation Army (ARSA), yang berada di balik beberapa serangan terhadap pos keamanan Myanmar dalam beberapa tahun terakhir.
“Ini adalah ulah ARSA,” katanya.
Baca juga: Penerjemah Cantik Ini Dicap Alat Putin untuk Bikin Trump Lengah
Ullah, yang berusia 48 tahun, muncul sebagai pemimpin sipil utama dari komunitas minoritas Muslim yang teraniaya ketika lebih dari 740.000 Rohingya berlindung di kamp-kamp di Bangladesh, setelah tindakan keras militer oleh tentara Myanmar di desa-desa mereka di provinsi Rakhine pada Agustus 2017.
Ullah membentuk ARPSH di kamp Bangladesh beberapa bulan setelah gelombang pengungsi masuk, dan membantu menyelidiki pembantaian yang dilakukan oleh tentara Myanmar dan milisi Buddha selama penumpasan.
Mohammad Nowkhim, juru bicara Masyarakat Arakan Rohingya untuk Perdamaian dan Hak Asasi Manusia (ARPSH), mengatakan Ullah sedang berbicara dengan para pemimpin Rohingya lainnya di luar kantor ARPSH di Kutupalong, pemukiman pengungsi terbesar di dunia, ketika seorang penyerang tak dikenal menembaknya setidaknya tiga kali.
“Dia berada di genangan darah. Dia dibawa mati ke rumah sakit MSF terdekat,” kata Nowkhim dari tempat persembunyian, yang menambahkan bahwa banyak pemimpin Rohingya bersembunyi setelah pembunuhan Ullah.
Tidak ada yang mengaku bertanggung jawab, tetapi seorang pemimpin Rohingya mengatakan kepada AFP bahwa Ullah dibunuh oleh kelompok ekstremis Arakan Rohingya Salvation Army (ARSA), yang berada di balik beberapa serangan terhadap pos keamanan Myanmar dalam beberapa tahun terakhir.
“Ini adalah ulah ARSA,” katanya.
Baca juga: Penerjemah Cantik Ini Dicap Alat Putin untuk Bikin Trump Lengah
Ullah, yang berusia 48 tahun, muncul sebagai pemimpin sipil utama dari komunitas minoritas Muslim yang teraniaya ketika lebih dari 740.000 Rohingya berlindung di kamp-kamp di Bangladesh, setelah tindakan keras militer oleh tentara Myanmar di desa-desa mereka di provinsi Rakhine pada Agustus 2017.
Ullah membentuk ARPSH di kamp Bangladesh beberapa bulan setelah gelombang pengungsi masuk, dan membantu menyelidiki pembantaian yang dilakukan oleh tentara Myanmar dan milisi Buddha selama penumpasan.
Lihat Juga :