Pemimpin Tertinggi Rohingya Ditembak Mati di Bangladesh usai Salat
Kamis, 30 September 2021 - 09:09 WIB
loading...
A
A
A
Pada Agustus 2019, dia mengorganisir rapat umum besar-besaran di kamp Kutupalong, pemukiman utama Rohingya, yang dihadiri sekitar 200.000 orang Rohingya. Rapat umum itu menegaskan kepemimpinan puncaknya di antara para pengungsi.
Tahun itu, dia juga diterbangkan ke Amerika Serikat (AS), di mana dia menghadiri pertemuan kebebasan beragama yang diselenggarakan oleh Departemen Luar Negeri AS dan dipimpin oleh presiden AS saat itu Donald Trump.
Namun dalam beberapa tahun terakhir, pasukan keamanan Bangladesh membatasi kegiatan kelompok Ullah. ARPSH tidak diizinkan untuk mengadakan aksi unjuk rasa selama peringatan penumpasan pada tahun 2020 dan 2021.
Para pemimpin Rohingya dan para aktivis mengatakan ketenangan yang tidak nyaman telah turun di kamp-kamp. Menurut mereka, pembunuhan Ullah akan memiliki konsekuensi yang lebih besar.
“Kami tidak mengharapkan pemimpin progresif lain seperti dia di kamp Bangladesh. Kami sangat sedih dengan kematiannya yang terlalu dini,” tulis seniman Rohingya, Mayyu Khan, di Facebook.
Badan pengungsi PBB, UNHCR, mengatakan: "Sangat sedih atas pembunuhan Mohib Ullah, seorang perwakilan pengungsi Rohingya terkemuka".
“Kami terus berhubungan dengan otoritas penegak hukum yang bertugas menjaga perdamaian dan keamanan di kamp-kamp tersebut,” kata juru bicara UNHCR di Bangladesh, Regina De La Portilla, kepada AFP.
Tahun itu, dia juga diterbangkan ke Amerika Serikat (AS), di mana dia menghadiri pertemuan kebebasan beragama yang diselenggarakan oleh Departemen Luar Negeri AS dan dipimpin oleh presiden AS saat itu Donald Trump.
Namun dalam beberapa tahun terakhir, pasukan keamanan Bangladesh membatasi kegiatan kelompok Ullah. ARPSH tidak diizinkan untuk mengadakan aksi unjuk rasa selama peringatan penumpasan pada tahun 2020 dan 2021.
Para pemimpin Rohingya dan para aktivis mengatakan ketenangan yang tidak nyaman telah turun di kamp-kamp. Menurut mereka, pembunuhan Ullah akan memiliki konsekuensi yang lebih besar.
“Kami tidak mengharapkan pemimpin progresif lain seperti dia di kamp Bangladesh. Kami sangat sedih dengan kematiannya yang terlalu dini,” tulis seniman Rohingya, Mayyu Khan, di Facebook.
Badan pengungsi PBB, UNHCR, mengatakan: "Sangat sedih atas pembunuhan Mohib Ullah, seorang perwakilan pengungsi Rohingya terkemuka".
“Kami terus berhubungan dengan otoritas penegak hukum yang bertugas menjaga perdamaian dan keamanan di kamp-kamp tersebut,” kata juru bicara UNHCR di Bangladesh, Regina De La Portilla, kepada AFP.
(min)
Lihat Juga :