Taliban Larang Cukur Janggut dan Model Rambut Trendi

Senin, 27 September 2021 - 09:44 WIB
loading...
Taliban Larang Cukur...
Pemangkas rambut sedang mencuku janggut seorang pria di Kabul, Afghanistan, 11 Oktober 2017. Foto/REUTERS/Omar Sobhani
A A A
KABUL - Taliban , penguasa baru Afghanistan , telah melarang penata rambut di provinsi Helmand mencukur janggut. Menata rambut ala model trendi juga dilarang.

"Taliban telah melarang model rambut bergaya dan mencukur janggut di provinsi Helmand di Afghanistan selatan," bunyi surat Taliban yang dikutip The Frontier Post, Senin (27/9/2021).

Baca juga: Mengenal Vanuatu, Negara Kecil yang Selalu Usik Indonesia soal Papua Barat

Surat larangan itu dikeluarkan setelah pejabat dari Kementerian Orientasi Islam Afghanistan bentukan Taliban melakukan pertemuan dengan perwakilan salon tata rambut pria di Ibu Kota Provinsi Helmand, Lashkar Gah.

Larangan yang telah disebar di media sosial itu juga berisi perintah untuk tidak memutar musik atau nyanyian pujian di tempat salon tata rambut.

Taliban mulai memberlakukan kembali undang-undang yang represif dan kebijakan yang mundur. Aturan itu mirip dengan kebijakan mereka saat berkuasa tahun 1996 hingga 2001 dengan klaim sesuai Syariah Islam versi mereka.

Di tengah laporan pelanggaran hak asasi manusia skala besar oleh Taliban di Afghanistan, kelompok itu sebelumnya telah memamerkan mayat empat orang yang diduga melakukan penculikan di kota barat Herat.

Sudah lebih dari sebulan sejak Taliban merebut Kabul setelah serangan agresif dan cepat terhadap pasukan pemerintah Afghanistan di tengah penarikan pasukan Amerika Serikat (AS) dan NATO dari negara itu.

Negara itu jatuh ke dalam krisis bulan lalu setelah Kabul jatuh ke tangan Taliban dan pemerintahan mantan presiden Ashraf Ghani yang terpilih secara demokratis runtuh.
(min)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pakistan Gelar Serangan...
Pakistan Gelar Serangan Udara di Afghanistan, 13 Orang Tewas
Hukum Baru Taliban:...
Hukum Baru Taliban: Diamnya Gadis Perawan Berarti Persetujuan untuk Menikah
Afghanistan: Pakistan...
Afghanistan: Pakistan Bombardir Rumah Sakit Kabul, 400 Orang Tewas!
Taliban Afghanistan...
Taliban Afghanistan Terbuka untuk Dialog setelah Pakistan Bom Kota-kota Besar
Dunia Serukan Penghentian...
Dunia Serukan Penghentian Segera Perang Afghanistan dan Pakistan
Perang Berlanjut, Pakistan...
Perang Berlanjut, Pakistan Klaim Bunuh 274 Pejuang Taliban, 400 Luka-luka
Bukan Cuma Styling,...
Bukan Cuma Styling, Tren Perawatan Rambut Kini Bergeser ke 'Hair Wellness' Jangka Panjang
Laporan SIPRI: India...
Laporan SIPRI: India untuk Pertama Kalinya Kerahkan Senjata Berhulu Ledak Nuklir
Iran Gempur Pangkalan...
Iran Gempur Pangkalan AS di Yordania, Klaim Hancurkan Banyak Jet Tempur 
Rekomendasi
Perkuat Penetrasi Pasar,...
Perkuat Penetrasi Pasar, EVO Group Perbarui Kemasan Life Cat dan Ori Cat
Sertifikasi RSPO Kunci...
Sertifikasi RSPO Kunci Akses Pasar dan Penguatan Petani Sawit Swadaya
Pengamat Kebijakan Publik...
Pengamat Kebijakan Publik Apresiasi Arah Baru BGN, Transparansi dan Refocusing MBG
Berita Terkini
Trump Marah, Tuding...
Trump Marah, Tuding Iran Bocorkan Detail Kesepakatan Damai
Apa yang Ada dan Tidak...
Apa yang Ada dan Tidak Ada dalam Draf Kesepakatan Damai AS-Iran?
Iran Tegaskan Pengelolaan...
Iran Tegaskan Pengelolaan Selat Hormuz akan Disepakati Melalui Dialog Regional
Netanyahu dan Trump...
Netanyahu dan Trump Bahas Nota Kesepahaman Mendatang dengan Iran
Iran Tegaskan Belum...
Iran Tegaskan Belum Ada Kesepakatan Akhir dengan AS
Terungkap, Pokemon Go...
Terungkap, Pokemon Go Bantu Militer AS Petakan Dunia
Infografis
Piala Dunia 2026: Panggung...
Piala Dunia 2026: Panggung Terakhir Messi-Ronaldo dan Lahirnya Era Baru
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved