Irak Perintahkan Tangkap 3 Orang yang Serukan Normalisasi dengan Israel

Senin, 27 September 2021 - 08:42 WIB
loading...
Irak Perintahkan Tangkap...
Bendera nasional Irak dan Israel. Ratusan warga Irak hadiri forum yang serukan normalisasi hubungan dengan Israel. Foto/middleeast.in-24.com
A A A
BAGHDAD - Pengadilan Baghdad, Irak , pada hari Minggu, mengeluarkan surat perintah penangkapan untuk tiga orang termasuk seorang mantan anggota parlemen. Ketiganya menghadiri pertemuan yang menyerukan normalisasi hubungan dengan Israel .

Sebenarnya ada lebih dari 300 warga Irak, termasuk para pemimpin suku, menghadiri pertemuan di Kurdistan, wilayah otonom Irak. Forum yang berlangsung hari Sabtu pekan lalu itu diselenggarakan oleh sebuah lembaga think tank Amerika Serikat (AS).

Baca juga: Mengenal Vanuatu, Negara Kecil yang Selalu Usik Indonesia soal Papua Barat

Pengadilan, dalam sebuah pernyataan di situs webnya sebagaimana dikutip AFP, Senin (27/9/2021), mengatakan akan mengambil tindakan hukum terhadap para warga lainnya setelah mereka diidentifikasi.

Tiga orang yang diburu aparat Irak karena peran mereka dalam menyerukan hubungan normal dengan Israel diidentifikasi sebagai kepala suku Wissam Al Hardan, mantan anggota parlemen Mithal Al Alusi dan kepala penelitian di Kementerian Budaya Sahar Al Tai.

Al Alusi adalah anggota parlemen sekuler kontroversial yang sempat dicabut kekebalan parlemennya pada 2008 karena mengunjungi Israel.

Irak secara teknis dalam keadaan perang dengan Israel sejak pembentukan negara Yahudi pada tahun 1948.

Setelah invasi pimpinan AS tahun 2003, Hardan memimpin kelompok suku “Sahwa” yang bergabung dengan pasukan Amerika dalam memerangi kelompok "jihadis".

Di forum yang diadakan di Erbil, Ibu Kota Kurdistan, Al Tai membacakan pernyataan penutup yang mengatakan: “Kami menuntut integrasi kami ke dalam Kesepakatan Abraham.”

Kurdistan Irak mempertahankan hubungan baik dengan Israel.

Baca juga: 3 Jet Tempur Su-35 Rusia Kuntit Bomber B-52 AS di Langit Pasifik

Tetapi pemerintah federal di Baghdad, yang telah berperang dalam perang Arab-Israel, tidak memiliki hubungan diplomatik dengan negara Yahudi tersebut.

Forum tersebut memicu kemarahan pemerintah federal dan juga dikutuk oleh Presiden Irak Barham Salah dan beberapa tokoh dan partai terkemuka. Presiden Salah sendiri merupakan orang Kurdistan.

Pemerintah menyebut pertemuan itu "ilegal" dan "tidak mewakili" opini publik Irak.

Ulama Syiah terkemuka Irak, Moqtada Sadr, mendesak pemerintah untuk “menangkap semua peserta”.

Ahmad Assadi, seorang anggota parlemen dari koalisi paramiliter Hashed Al Shaadi yang sebagian besar terdiri dari kelompok-kelompok pro-Iran, mencap mereka sebagai “pengkhianat di mata hukum”.

Penyelenggaranya, Center for Peace Communications (CPC) yang berbasis di New York, menganjurkan normalisasi antara Israel dan negara-negara Arab, dan bekerja untuk membangun hubungan antara organisasi masyarakat sipil.

Lebih dari 300 peserta berasal dari seluruh Irak, menurut pendiri CPC Joseph Braude, seorang warga AS keturunan Yahudi Irak.
(min)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Menhan Negara NATO Salahkan...
Menhan Negara NATO Salahkan Trump atas Penutupan Selat Hormuz
AS Kerahkan Sistem Rudal...
AS Kerahkan Sistem Rudal Canggih Typhon ke Jepang, Dapat Menargetkan China
Gunakan Mode Autopilot,...
Gunakan Mode Autopilot, Mobil Tesla Ini Malah Tabrak Rumah dan Tewaskan Penghuninya
Mengejutkan, 92% Warga...
Mengejutkan, 92% Warga Israel Yakin Iran Telah Menang Perang
Perundingan Iran-AS...
Perundingan Iran-AS Hasilkan 4 Kesepakatan Utama, Negosiator Teheran Sempat Walkout
Jenderal Iran Peringatkan...
Jenderal Iran Peringatkan Pasukan Israel: Tinggalkan Lebanon atau Diusir Secara Memalukan!
Prancis vs Irak: Les...
Prancis vs Irak: Les Bleus Ancam Kubur Mimpi Singa Mesopotamia
Kematian Akibat Wabah...
Kematian Akibat Wabah Ebola di RD Kongo Tembus 200 Orang
Gawat! Delegasi Iran...
Gawat! Delegasi Iran Walk Out dari Perundingan Damai dengan AS
Rekomendasi
Tak Punya Izin, DPRD...
Tak Punya Izin, DPRD Kota Bogor Desak Pembangunan Hotel Prima Katulampa Dihentikan
Kejaksaan Kabulkan Penangguhan...
Kejaksaan Kabulkan Penangguhan Penahanan, Dokter Tifa: Kebenaran Tak Padam di Negara Kita
Raja Charles III Dikabarkan...
Raja Charles III Dikabarkan Akan Bertemu Archie dan Lilibet, Isyarat Damai Keluarga Kerajaan?
Berita Terkini
Tuntut Menteri Pendidikan...
Tuntut Menteri Pendidikan Mundur, Pendukung Partai Kecoa Berkemah di Jalanan
4 Pemicu PM Inggris...
4 Pemicu PM Inggris Keir Starmer Mundur, dari Pemberontakan Internal hingga Terlalu Banyak Janji
Iran dan AS Berdamai,...
Iran dan AS Berdamai, Upacara Pemakaman Ayatollah Ali Khamenei Digelar selama 6 Hari
PM Inggris Keir Starmer...
PM Inggris Keir Starmer Mundur, Krisis Politik Berlanjut
Iran Menang Banyak!...
Iran Menang Banyak! Sanksi Dicabut dan Diizinkan Ekspor Minyak
Profil Abelardo De La...
Profil Abelardo De La Espriella, Pengacara Berjam Tangan Mewah yang Jadi Presiden Baru Kolombia
Infografis
3 Syarat Iran di Selat...
3 Syarat Iran di Selat Hormuz: Aturan Ketat untuk Kapal yang Melintas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved