Xi Jinping Ingin Rebut Taiwan, Peringatkan Situasinya Suram

Senin, 27 September 2021 - 08:15 WIB
loading...
Xi Jinping Ingin Rebut...
Presiden China Xi Jinping bertekad untuk merebut Taiwan. Foto/REUTERS
A A A
BEIJING - Xi Jinping , Presiden China , mengatakan perebutan terhadap Taiwan sudah tak terelakkan. Dia menggambarkan situasinya sudah suram.

Pemimpin rezim komunis China, pada hari Minggu, mendesak partai oposisi utama Taiwan untuk membantu apa yang dia sebut sebagai "penyatuan negara."

Baca juga: Mengenal Vanuatu, Negara Kecil yang Selalu Usik Indonesia soal Papua Barat

China memandang Taiwan yang demokratis dengan pemerintahan sendiri sebagai bagian dari wilayahnya dan bersumpah untuk merebutnya kembali suatu hari nanti, bahkan dengan paksa jika perlu.

Xi Jinping telah menjadi pemimpin yang paling suka berperang sejak Mao Zedong. Dia kerap menyerukan tentara China untuk siaga berperang.

Dalam surat ucapan selamat kepada Eric Chu—pemimpin baru terpilih dari partai Kuomintang (KMT) yang bersahabat dengan Beijing—Xi mengatakan Partai Komunis China dan KMT harus berkolaborasi di bawah “dasar politik bersama".

“Di masa lalu, kedua pihak kami bersikeras pada ‘konsensus 1992’ dan menentang ‘kemerdekaan Taiwan’...untuk mempromosikan perkembangan damai dalam hubungan lintas selat,” kata Xi dalam surat yang dirilis oleh KMT, seperti dilansir AFP, Senin (27/9/2021).

“Saat ini situasi di Selat Taiwan rumit dan suram,” katanya, mendesak para pihak untuk bersama-sama mencari perdamaian dan “penyatuan negara".

Hubungan antara Taiwan dan China meningkat tajam di bawah mantan presiden KMT Ma Ying-jeou antara 2008 dan 2016, yang berpuncak pada pertemuan penting antara Xi dan dia di Singapura pada 2015.

Baca juga: 3 Jet Tempur Rusia Kuntit Bomber B-52 AS di Langit Pasifik

KMT telah menghindari friksi dengan China dengan menerima apa yang disebut konsensus 1992—sebuah perjanjian diam-diam bahwa hanya ada "satu China" tanpa menentukan apakah Beijing atau Taipei adalah perwakilan yang sah.

Sebagai tanggapan, Chu mengatakan dalam sebuah surat kepada Xi bahwa kedua belah pihak harus “mencari kesamaan dan menghormati perbedaan mereka” untuk mempromosikan perdamaian dan stabilitas di Selat Taiwan.

Beijing telah meningkatkan tekanan militer, diplomatik, dan ekonomi terhadap Taiwan sejak terpilihnya kembali Presiden Tsai Ing-wen dalam pemilu 2016. Tsai memandang pulau itu sebagai negara berdaulat dan bukan bagian dari "satu China."

Tahun lalu, jet-jet tempur militer China membuat rekor 380 serbuan ke zona pertahanan Taiwan, dengan beberapa analis memperingatkan bahwa ketegangan antara kedua belah pihak berada pada level tertinggi sejak pertengahan 1990-an.

Pada hari Kamis, China menerbangkan 24 pesawat tempur termasuk dua pengebom berkemampuan nuklir ke zona pertahanan udara Taiwan, serangan terbesar dalam beberapa minggu. Manuver itu terjadi setelah Beijing menyuarakan penentangannya terhadap Taipei yang bergabung dengan kesepakatan perdagangan trans-Pasifik utama.
(min)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
AS Berencana Bangun...
AS Berencana Bangun Persediaan Senjata Siap Tempur di Australia
Ini Alasan Trump Puji...
Ini Alasan Trump Puji Putin dan Xi Jinping atas Kesepakatan Damai AS-Iran
China Tangkap 2 Pemimpin...
China Tangkap 2 Pemimpin Gereja Bawah Tanah yang Berpengaruh, Apa Pemicunya?
Kunjungi Pyongyang,...
Kunjungi Pyongyang, Xi Jinping Diduga Berusaha Redam Pengaruh Rusia atas Korut
Tiru Israel, Taiwan...
Tiru Israel, Taiwan Gunakan AI untuk Rekrut Informan dan Whistleblower China
Beijing: Asing Mata-matai...
Beijing: Asing Mata-matai China, Gunakan Kura-kura dan Ikan yang Dipasang Sensor
Menkeu Purbaya: Panda...
Menkeu Purbaya: Panda Bond Indonesia Dapat Dukungan Penuh Bank Sentral China
Skandal Kerajaan, Putra...
Skandal Kerajaan, Putra dari Putri Mahkota Norwegia Divonis Penjara atas Tuduhan Pemerkosaan
Ini Alasan Trump Ingin...
Ini Alasan Trump Ingin Buru-Buru Teken Perjanjian Damai dengan Iran
Rekomendasi
Bekasi Fajar Cetak Laba...
Bekasi Fajar Cetak Laba Rp30 Miliar, Targetkan Penjualan Lahan Rp600 Miliar
TMCR 2026 Ajak Warga...
TMCR 2026 Ajak Warga Jelajahi Jakarta Jelang Usia 500 Tahun
Kejagung Ungkap Peran...
Kejagung Ungkap Peran Glory Harimas Sihombing di Kasus Korupsi MBG: Jual Titik SPPG
Berita Terkini
AS Berencana Bangun...
AS Berencana Bangun Persediaan Senjata Siap Tempur di Australia
Pemimpin Hizbullah:...
Pemimpin Hizbullah: Perlawanan Gagalkan Proyek Israel Raya, Perlucutan Senjata Tak akan Disetujui
AS Siap Mulai Lagi Perang...
AS Siap Mulai Lagi Perang dan Terapkan Kembali Blokade Jika Iran Tidak Patuh
Trump Bela Kesepakatan...
Trump Bela Kesepakatan Iran: Orang-orang Dungu Itu Iri, Orang Jahat, atau Bodoh
Ketua Parlemen Tegaskan...
Ketua Parlemen Tegaskan Iran akan Pungut Biaya dari Kapal untuk Layanan di Selat Hormuz
AS Ternyata Gunakan...
AS Ternyata Gunakan AI Grok Elon Musk untuk Tembakkan 2.000 Rudal ke Iran
Infografis
3 Penyebab Para Jenderal...
3 Penyebab Para Jenderal Israel Sudah Tak Ingin Serang Gaza
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved