India dan Pakistan Saling Kecam, Sidang Umum PBB Berlangsung Panas

Sabtu, 25 September 2021 - 15:33 WIB
loading...
A A A
Di bawah Modi, India telah mencabut status negara bagian Kashmir, satu-satunya wilayahnya yang mayoritas Muslim, menelurkan undang-undang kewarganegaraan yang oleh para kritikus disebut diskriminatif dan telah menyaksikan berulangnya gejolak kekerasan berbasis agama.

Berbicara pada hari Modi mengunjungi Gedung Putih, Khan - yang belum berbicara dengan Presiden Joe Biden - menuduh bahwa kepentingan komersial India dengan miliaran lebih memungkinkannya untuk melepaskan diri dari pelanggaran hak asasi manusia dengan impunitas penuh.

Sementara India sering mengabaikan pernyataan Pakistan di badan dunia, seorang diplomat muda India di lapangan menggunakan hak untuk menanggapi Khan.

Sneha Dubey, sekretaris pertama misi India di PBB, menuduh Pakistan melindungi dan memuliakan dalang al-Qaeda Osama bin Laden yang dibunuh oleh pasukan khusus AS dalam serangan 2011 di kota tentara Abbottabad.

"Negara ini adalah pelaku pembakaran yang menyamar sebagai pemadam kebakaran," katanya.

Baca juga: India Bersiap Uji Rudal yang Bisa Bawa Nuklir, Begini Reaksi China
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Terowongan Runtuh Akibat...
Terowongan Runtuh Akibat Ledakan Pipa Gas di India, 12 Orang Tewas
Mengapa Amerika Tak...
Mengapa Amerika Tak Pernah Mengusik Nuklir Pakistan? Ini Alasan Sebenarnya
Pendukung Partai Kecoa...
Pendukung Partai Kecoa Kembali Turun ke Jalan, Apa yang Dituntut?
Mengapa Arab Saudi dan...
Mengapa Arab Saudi dan Kuwait Mulai Melirik Pakistan? Ketergantungan pada AS Tak Lagi Mutlak
Ikuti Arab Saudi, Kuwait...
Ikuti Arab Saudi, Kuwait Cari Perlindungan dari Pakistan yang Bersenjata Nuklir
Mantan Pasukan Khusus...
Mantan Pasukan Khusus AS Bawa Paspor China Ini Ditangkap di Perbatasan Nepal dan India, Siapa Jordan Brown?
Warga India Gila Emas,...
Warga India 'Gila' Emas, Perusahaan Gadai Rusia Bidik Pasar Rp89.038 Triliun
Perang di Iran Telah...
Perang di Iran Telah Telan Biaya Rp671 Triliun, Menhan AS Minta Dana Tambahan
Sah! AS dan Arab Saudi...
Sah! AS dan Arab Saudi Teken Kerja Sama Nuklir Sipil
Rekomendasi
MNC Peduli dan Yayasan...
MNC Peduli dan Yayasan Jalinan Kasih Sudah Operasi Lebih dari 5.000 Pasien Bibir Sumbing Sejak 2004
Pembangunan Jalan Tol...
Pembangunan Jalan Tol Akses Pelabuhan Patimban Capai 68%
Momen Keakraban Cak...
Momen Keakraban Cak Imin, Dasco, dan Angela Tanoesoedibjo di Harlah ke-28 PKB
Berita Terkini
Pemimpin Baru Hamas...
Pemimpin Baru Hamas Ungkap 6 Prioritas, Agenda Utama Akhiri Serangan Israel di Gaza
Selamat dari Serangan...
Selamat dari Serangan di Selat Hormuz, 3 Pelaut Thailand Gugat Pemilik Kapal
IRGC pada Warga Kuwait:...
IRGC pada Warga Kuwait: Amerika Serikat, Bukan Iran, yang Langgar Kedaulatan Anda
AS Terus Serang Iran...
AS Terus Serang Iran tapi Malah Ketakutan, Peringatkan Warganya di Seluruh Dunia
Menlu Rubio Klaim Iran...
Menlu Rubio Klaim Iran Memohon Kesepakatan dengan AS, Ancam 1 Kepala untuk 1 Mata
Lebih dari 2.300 Pemukim...
Lebih dari 2.300 Pemukim Yahudi Serbu Masjid Al-Aqsa, Hamas dan Yordania Murka
Infografis
Perbandingan Jumlah...
Perbandingan Jumlah Muslim antara India, Pakistan, dan Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved