Desa-desa di China Ini Bayar Pasangan untuk Punya Banyak Anak
Sabtu, 25 September 2021 - 12:23 WIB
loading...
A
A
A
Kebijakan tiga anak adalah langkah terbaru dalam upaya pemerintah China untuk meningkatkan tingkat kesuburan negara di tengah populasi yang menua dengan cepat dan angkatan kerja yang menyusut.
Pemerintah China mengumumkan perubahan kebijakan hanya beberapa minggu setelah sensus 2020 diterbitkan, yang menunjukkan populasi China tumbuh pada tingkat paling lambat dalam beberapa dekade.
Bagian dari dorongan pemerintah telah memasukkan insentif keuangan di banyak bagian negara. Distrik Linze, di provinsi Gansu barat laut, menawarkan subsidi real estat senilai Rp88 juta untuk pasangan yang memiliki dua atau tiga anak, menurut Global Times. Pemerintah daerah juga berencana menawarkan subsidi tunai hingga Rp21 juta per bayi per tahun untuk keluarga dengan dua atau tiga anak.
Panzhihua, sebuah kota di provinsi Sichuan, juga memberikan bantuan tunai kepada keluarga dengan dua atau tiga anak, dengan biaya Rp1,1 juta per bulan, per bayi.
Baca juga: Kirim Puluhan Jet dan Bomber Nuklir, Taiwan Sebut China Penindas
Langkah-langkah serupa telah diterapkan di negara-negara Asia lainnya yang mengalami krisis demografis serupa: kota Nagi di Jepang menjadi kisah sukses kesuburan setelah membayar pasangan yang tinggal di sana untuk memiliki lebih banyak anak. Insentif terus meningkat dari anak pertama ke anak kedua, dan seterusnya.
Dan di Singapura, yang memiliki salah satu tingkat kelahiran terendah di dunia, pemerintahnya tahun lalu menawarkan insentif satu kali kepada calon orang tua selama pandemi virus Corona.
Pemerintah China mengumumkan perubahan kebijakan hanya beberapa minggu setelah sensus 2020 diterbitkan, yang menunjukkan populasi China tumbuh pada tingkat paling lambat dalam beberapa dekade.
Bagian dari dorongan pemerintah telah memasukkan insentif keuangan di banyak bagian negara. Distrik Linze, di provinsi Gansu barat laut, menawarkan subsidi real estat senilai Rp88 juta untuk pasangan yang memiliki dua atau tiga anak, menurut Global Times. Pemerintah daerah juga berencana menawarkan subsidi tunai hingga Rp21 juta per bayi per tahun untuk keluarga dengan dua atau tiga anak.
Panzhihua, sebuah kota di provinsi Sichuan, juga memberikan bantuan tunai kepada keluarga dengan dua atau tiga anak, dengan biaya Rp1,1 juta per bulan, per bayi.
Baca juga: Kirim Puluhan Jet dan Bomber Nuklir, Taiwan Sebut China Penindas
Langkah-langkah serupa telah diterapkan di negara-negara Asia lainnya yang mengalami krisis demografis serupa: kota Nagi di Jepang menjadi kisah sukses kesuburan setelah membayar pasangan yang tinggal di sana untuk memiliki lebih banyak anak. Insentif terus meningkat dari anak pertama ke anak kedua, dan seterusnya.
Dan di Singapura, yang memiliki salah satu tingkat kelahiran terendah di dunia, pemerintahnya tahun lalu menawarkan insentif satu kali kepada calon orang tua selama pandemi virus Corona.
Lihat Juga :