Desa-desa di China Ini Bayar Pasangan untuk Punya Banyak Anak

Sabtu, 25 September 2021 - 12:23 WIB
loading...
Desa-desa di China Ini...
Sejumlah desa di China memberikan intensif kepada pasangan yang mempunyai banyak anak. Foto/Ilustrasi
A A A
BEIJING - Pemerintah China bulan lalu mengesahkan kebijakan meningkatkan batas jumlah keluarga yang diizinkan dengan memperbolehkan setiap pasangan memiliki tiga anak . Kebijakan ini diambil karena negara Tirai Bambu itu menghadapi krisis demografi yang membayangi.

Tetapi dengan banyak pasangan yang masih ragu untuk memperluas keluarga mereka, beberapa desa di China kini menawarkan insentif uang tunai untuk mendorong lebih banyak kelahiran.

Desa Huangzhugen, di kota Lianjiang provinsi Guangdong selatan, akan membayar penduduknya hingga USD510 atau sekitar Rp7 juta per bulan untuk bayi yang lahir setelah 1 September. Demikian laporan tabloid pemerintah Global Times pada tengah pekan yang dinukil dari CNN, Sabtu (25/9/2021).

Keluarga akan menerima subsidi bulanan sampai bayi mereka berusia 2 setengah tahun, yang bisa berjumlah lebih dari $15.000 atau jika dirupiahkan bisa mencapai Rp213 juta per bayi.

Menurut data resmi pendapatan tahunan rata-rata di Lianjiang adalah Rp46 juta per orang pada 2019.

Baca juga: Ubah Kebijakan, China Izinkan Pasutri Miliki 3 Anak

Surat kabar lokal Zhanjiang Daily melaporkan bahwa subsidi, senilai total beberapa juta yuan, disumbangkan oleh seorang pria kaya di desa itu.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Masalah Kualitas dan...
Masalah Kualitas dan Krisis Internal Hambat Ambisi Ekspor Senjata China
Langka, Kapal Perang...
Langka, Kapal Perang China Latihan Tembak di Dalam ZEE Jepang
China Perluas Pengaruh...
China Perluas Pengaruh di Kirgizstan, Warga Khawatir soal Kedaulatan
Filipina dan China Bentrok,...
Filipina dan China Bentrok, 1 Tentara Terluka
China Sangkal Tudingan...
China Sangkal Tudingan Trump tentang Campur Tangan Pemilu AS
China Ungguli AS dalam...
China Ungguli AS dalam Popularitas Global, Xi Jinping Dianggap Lebih Positif daripada Trump
Merek-merek China Menguasai...
Merek-merek China Menguasai Sepertiga Penjualan PHEV di Eropa
Korban Tewas Gempa Venezuela...
Korban Tewas Gempa Venezuela Tembus 5.208 Jiwa, 16.740 Orang Terluka
Perang AS-Iran Memanas,...
Perang AS-Iran Memanas, Harga Minyak Dunia Berpotensi Tembus 100 Dolar AS per Barel
Rekomendasi
Rumor Nintendo Switch...
Rumor Nintendo Switch 2: Remake Ocarina of Time dengan Kontroler Zelda Pro
Kejagung Periksa Febrie...
Kejagung Periksa Febrie Adriansyah sebagai Saksi terkait Sprindik Baru Kasus TPPU, Kok Bisa?
Cerita Warga Jember...
Cerita Warga Jember Mudahnya Berobat dengan BPJS Kesehatan
Berita Terkini
IRGC: Serangan Rudal...
IRGC: Serangan Rudal Iran Hancurkan Sistem Pertahanan THAAD, Patriot, dan C-RAM Amerika di Yordania
Menteri Israel Gabung...
Menteri Israel Gabung 4.000 Massa Yahudi Serbu Kompleks Masjid Al-Aqsa
Jenderal Tertinggi Ukraina...
Jenderal Tertinggi Ukraina Sebut Rusia Tidak Berhak untuk Eksis, Moskow Marah
Kebakaran Hutan Paksa...
Kebakaran Hutan Paksa 10.000 Orang Mengungsi, Spanyol Nyatakan Darurat Nasional
Seorang Pangeran Arab...
Seorang Pangeran Arab Saudi Tewas di Hotel Kensington usai Konsumsi Narkoba dan Alkohol
Anggota DPR AS Sebut...
Anggota DPR AS Sebut Zohran Mamdani 'Teroris Muslim' karena Juluki Netanyahu Penjahat Perang
Infografis
Jadi Buah Terbaik di...
Jadi Buah Terbaik di Asia Tenggara, Ini 7 Manfaat Manggis untuk Kesehatan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved