Berpidato di Majelis Umum PBB, Abbas Ultimatum Israel
Sabtu, 25 September 2021 - 07:34 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga: Survei: Mayoritas Akademisi AS Sepakat Israel Praktikkan Apartheid
"Keadaan di lapangan pasti akan memaksakan hak politik yang sama dan penuh untuk semua di tanah Palestina yang bersejarah, dalam satu negara. Dalam semua kasus, Israel harus memilih," kata Abbas dari Ramallah, tempat kedudukan Otoritas Palestina , dalam pemerintahan sendiri yang terbatas di Tepi Barat.
Dalam pidatonya di PBB, Abbas juga mengancam akan mencabut pengakuan Palestina atas Israel jika tidak menarik diri dari Tepi Barat, Gaza dan Yerusalem Timur dalam waktu satu tahun.
"Jika ini tidak tercapai, mengapa mempertahankan pengakuan Israel berdasarkan perbatasan 1967? Mengapa mempertahankan pengakuan ini?" kata Abbas.
Sementara beberapa orang Palestina dan Israel mendukung gagasan negara binasional tunggal, sebagian besar memiliki gagasan yang sangat berbeda tentang seperti apa bentuk entitas itu dan bagaimana entitas itu akan diatur.
Sebagian besar analis berpendapat satu negara tidak akan layak, karena alasan agama, politik, dan demografis. Pemerintah Israel telah memandang konsep satu negara sebagai merusak esensi dari negara Yahudi yang merdeka.
"Keadaan di lapangan pasti akan memaksakan hak politik yang sama dan penuh untuk semua di tanah Palestina yang bersejarah, dalam satu negara. Dalam semua kasus, Israel harus memilih," kata Abbas dari Ramallah, tempat kedudukan Otoritas Palestina , dalam pemerintahan sendiri yang terbatas di Tepi Barat.
Dalam pidatonya di PBB, Abbas juga mengancam akan mencabut pengakuan Palestina atas Israel jika tidak menarik diri dari Tepi Barat, Gaza dan Yerusalem Timur dalam waktu satu tahun.
"Jika ini tidak tercapai, mengapa mempertahankan pengakuan Israel berdasarkan perbatasan 1967? Mengapa mempertahankan pengakuan ini?" kata Abbas.
Sementara beberapa orang Palestina dan Israel mendukung gagasan negara binasional tunggal, sebagian besar memiliki gagasan yang sangat berbeda tentang seperti apa bentuk entitas itu dan bagaimana entitas itu akan diatur.
Sebagian besar analis berpendapat satu negara tidak akan layak, karena alasan agama, politik, dan demografis. Pemerintah Israel telah memandang konsep satu negara sebagai merusak esensi dari negara Yahudi yang merdeka.
Lihat Juga :