Mantan Pemimpin Catalan Ditahan di Sardinia

Jum'at, 24 September 2021 - 09:50 WIB
loading...
Mantan Pemimpin Catalan...
Eks pemimpin Catalan Carles Puigdemont ditahan di Sardinia, Italia. Foto/Time.news
A A A
BARCELONA - Mantan pemimpin Catalan yang melarikan diri dari Spanyol setelah upaya pemisahan diri yang gagal untuk wilayah timur laut pada 2017, Carles Puigdemont, ditahan di Sardinia, Italia , pada Kamis waktu setempat.

Puigdemont, yang tinggal di Belgia dan sekarang memegang kursi di Parlemen Eropa, telah berjuang melawan ekstradisi ke Spanyol. Ia dan para pemimpin Catalan lainnya dituduh telah menghasut kemerdekaan wilayah itu.

Pengacara Puigdemont, Gonzalo Boye mengatakan, kliennya ditahan ketika dia tiba di Sardinia, di mana dia akan menghadiri sebuah acara akhir pekan ini.

Baca juga: Koalisi Sipil di Swiss Gelar Pengadilan Pelanggaran HAM Rezim Turki

Alasan penahanan Puigdemont tidak segera jelas. Boye menulis di Twitter bahwa mantan presiden regional ditahan di bawah surat perintah penangkapan Eropa 2019, meskipun telah ditangguhkan seperti dikutip dari AP, Jumat (24/9/2021).

Polisi di bandara di Sardinia utara tidak menjawab panggilan telepon Kamis malam, sementara polisi di kota Alghero mengatakan mereka tidak mengetahui penahanannya.

Parlemen Eropa pada bulan Maret memilih untuk mencabut kekebalan Puigdemont dan dua rekannya. Pada bulan Juli, tiga anggota parlemen Uni Eropa gagal memulihkan kekebalan mereka setelah pengadilan umum Uni Eropa mengatakan mereka tidak menunjukkan bahwa mereka berisiko ditangkap.

Media Sardinia melaporkan awal pekan ini bahwa Puigdemont akan menghadiri sebuah acara di Alghero pada hari Minggu, jadi kehadirannya di pulau Mediterania sudah diharapkan. Media Sardinia juga melaporkan bahwa Puigdemont diundang oleh kelompok pro-separatis Sardinia.

Baca juga: Skyfall, Rudal Berhulu Ledak Nuklir Terbaru Rusia yang Bikin AS Ketar-ketir

Kantor Puigdemont mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa dia telah melakukan perjalanan ke Alghero dari Brussel untuk menghadiri festival cerita rakyat di mana dia ditahan pada saat kedatangan oleh polisi Italia. Pada hari Jumat Puigdemont akan muncul di depan seorang hakim di kota Sassari yang akan memutuskan apakah dia harus dibebaskan, kata pernyataan itu.

Puigdemont dan sejumlah rekan separatisnya melarikan diri ke Belgia pada Oktober 2017, karena takut ditangkap setelah mengadakan referendum kemerdekaan untuk Catalonia yang menurut pengadilan dan pemerintah Spanyol ilegal.

Sembilan separatis Catalan menerima hukuman penjara karena peran mereka dalam referendum 2017 mulai dari sembilan hingga 13 tahun. Mereka kemudian diampuni pada bulan Juli.

Baca juga: Prancis Kembalikan Dubes ke Washington Pekan Depan Setelah Macron-Biden Bicara
(ian)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Italia, Inggris, Prancis,...
Italia, Inggris, Prancis, dan Jerman Peringatkan Situasi di Tepi Barat Memburuk
Italia Serukan Sanksi...
Italia Serukan Sanksi Uni Eropa untuk Menteri Israel Ben-Gvir
Spanyol Panggil Dubes...
Spanyol Panggil Dubes Israel Terkait Pencegatan Armada Gaza
Sering Dikritik Spanyol,...
Sering Dikritik Spanyol, AS Ancam Tangguhkan Keanggotaan Negeri Matador di NATO
Investigasi Media: Gereja...
Investigasi Media: Gereja Katolik Spanyol Dilanda Pedofil, 3.084 Orang Jadi Korban
Tegang dengan AS, Negara...
Tegang dengan AS, Negara NATO Ini Merapat ke China
Istana Sangkal Kabar...
Istana Sangkal Kabar Presiden Prabowo ke Italia usai Kunjungi Prancis
Krisis Demografi China:...
Krisis Demografi China: Pemerintah Dorong Gerakan Lansia Merawat Lansia
Iran Serang Israel Lagi,...
Iran Serang Israel Lagi, Ledakan Guncang Yerusalem
Rekomendasi
Doa Memasuki Tahun Baru...
Doa Memasuki Tahun Baru Islam, Jangan Lupa Diamalkan!
Meta Akui Chatbot AI...
Meta Akui Chatbot AI Menyebabkan Ribuan Akun Instagram Diretas
RupiahCepat dan Bank...
RupiahCepat dan Bank DBS Kolaborasi Perluas Akses Pembiayaan
Berita Terkini
4 Fakta Pembunuhan WNI...
4 Fakta Pembunuhan WNI di Hokkaido, Tersangka Sudah Berniat Habisi Korban
Hacker Pro-Palestina...
Hacker Pro-Palestina Janji Lancarkan Serangan Siber Paling Dahsyat ke Israel
Tak Ingin Kerusakan...
Tak Ingin Kerusakan Akibat Serangan Iran Diketahui Dunia, Israel Berlakukan Sensor Militer
Eropa Memanas! Jet tempur...
Eropa Memanas! Jet tempur Prancis Tembak Jatuh Drone Rusia di Latvia
Gempa Guncang Filipina,...
Gempa Guncang Filipina, 15 Orang Tewas
Hubungan China dan Korut...
Hubungan China dan Korut Masuki Tahap Awal yang Baru
Infografis
5 Kapal Perang Paling...
5 Kapal Perang Paling Canggih di ASEAN
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved