Taliban Berkuasa, Tukang Pangkas Rambut Menderita
Rabu, 22 September 2021 - 11:36 WIB
loading...
A
A
A
Di toko pangkas rambut Ali Reza (36), lampu sorot merah muda menyinari pelanggan dan rak-rak dipenuhi kaleng semprotan rambut, gel, mousse, cologne, dan masker wajah.
Tukang pangkas dengan cekatan memotong guntingnya di atas janggut pelanggan saat klien yang tengah menunggu mendiskusikan politik Afghanistan.
Dua muridnya - keponakan Reza yang berusia 11 tahun, Sobhan dan Mohsan, 14 tahun - mengawasi setiap gerakannya, merapikan sikat, sisir dan gunting listrik, serta membantu membuka pisau silet.
Reza menyelesaikan keahliannya dengan penuh gaya, mengetuk-ngetukkan jarinya di atas kepala pelanggan, memijat pelipis dan alisnya, sebelum mengernyitkan telinga klien yang tidak curiga selama beberapa detik.
"Dulu, anak-anak muda datang setiap satu atau dua minggu untuk memotong rambut atau janggut mereka, dan mereka senang," ungkap Reza kepada AFP, seraya menambahkan banyak kliennya kini telah melarikan diri.
Sejak pengambilalihan Taliban, warga Afghanistan mengatakan kesempatan kerja telah mengering.
"Dulu penghasilan saya luar biasa, dan sekarang tidak," katanya.
Baca juga: Lagi, Taliban Umbar Janji Izinkan Anak Perempuan Kembali Bersekolah
Tukang pangkas dengan cekatan memotong guntingnya di atas janggut pelanggan saat klien yang tengah menunggu mendiskusikan politik Afghanistan.
Dua muridnya - keponakan Reza yang berusia 11 tahun, Sobhan dan Mohsan, 14 tahun - mengawasi setiap gerakannya, merapikan sikat, sisir dan gunting listrik, serta membantu membuka pisau silet.
Reza menyelesaikan keahliannya dengan penuh gaya, mengetuk-ngetukkan jarinya di atas kepala pelanggan, memijat pelipis dan alisnya, sebelum mengernyitkan telinga klien yang tidak curiga selama beberapa detik.
"Dulu, anak-anak muda datang setiap satu atau dua minggu untuk memotong rambut atau janggut mereka, dan mereka senang," ungkap Reza kepada AFP, seraya menambahkan banyak kliennya kini telah melarikan diri.
Sejak pengambilalihan Taliban, warga Afghanistan mengatakan kesempatan kerja telah mengering.
"Dulu penghasilan saya luar biasa, dan sekarang tidak," katanya.
Baca juga: Lagi, Taliban Umbar Janji Izinkan Anak Perempuan Kembali Bersekolah
(ian)
Lihat Juga :