Mengenal Orion, Drone Tempur Pertama Buatan Rusia

Senin, 20 September 2021 - 01:00 WIB
loading...
Mengenal Orion, Drone...
Orion, drone tempur buatan Rusia. FOTO/Russia Beyond
A A A
MOSKOW - Tak ingin kalah dengan negara-negara Barat, Rusia juga telah mampu memproduksi drone tempur yang diberi nama Orion. Orion termasuk dalam kelas drone jarak jauh yang bisa terbang di ketinggian menengah. Dengan performa penerbangan yang cukup tinggi dan kapasitas muatan yang padat, drone ini cocok untuk mengangkut rudal dan bom.

Saat ini, tiga unit drone Orion pertama telah bergabung dengan satuan militer Rusia, sementara sisanya akan segera bergabung dalam waktu dekat. Dengan lebar sayap lebih dari 16 meter dan panjang delapan meter, Orion memiliki berat lepas landas satu ton. Muatannya bisa mencapai 200-250 kg. Di atas kertas, kecepatan jelajah drone ini mencapai 120 km/jam, tetapi kecepatan maksimumnya belum diketahui.

Baca: Rusia Pamer Drone Bunuh Diri Canggih 'Lancet', Ancaman Baru bagi Musuh

Melansir Russia Beyond The Headline, pesawat nirawak ini mampu beroperasi di ketinggian hingga 7,5 km. Tergantung pada beban dan konfigurasinya, Orion juga dapat tetap mengudara hingga 24 jam. Satu set sistem radio elektronik serbaguna juga dipasang pada drone. Komponen yang paling mencolok adalah struktur stasiun optoelektronika di bawah badan drone.

Dengan alat ini, Orion dapat melakukan pengintaian serta mencari target untuk penggunaan senjata dan memantau hasil serangan. Untuk mengangkut senjata, pengembang telah memasang pylon ‘titik pegangang’ yang dapat dilepas. Perangkat ini dipasang di bawah sayap dan satu lagi di bawah badan pesawat.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Rusia Sedang Dibakar...
Rusia Sedang Dibakar Ukraina, Putin Tidak Akan Gentar
Bagaimana Iran Menggunakan...
Bagaimana Iran Menggunakan Strategi Ubur-ubur untuk Menjatuhkan Jet Tempur AS?
Trump Ingin Beri Turki...
Trump Ingin Beri Turki Jet Tempur Siluman F-35 AS, Kongres Siap Blokir dengan Alasan S-400 Rusia
5 Alasan Putin Menolak...
5 Alasan Putin Menolak Perjanjian Batasan Serangan Jarak Jauh dengan Ukraina
Inggris Akan Ganti 6...
Inggris Akan Ganti 6 Kapal Perusak Tua dengan 6 Kapal Perang Hibrida Pengendali Drone
Kekurangan Uang, Ukraina...
Kekurangan Uang, Ukraina Terpaksa Bersekongkol dengan Kartel Narkoba Meksiko
1.000 Taruna Akmil Bakal...
1.000 Taruna Akmil Bakal Latih Siswa Sekolah Rakyat, Usman Hamid: Ruang Kelas Harus Bebas dari Intervensi Militer
Presiden Serbia Aleksandar...
Presiden Serbia Aleksandar Vučić Umumkan Pengunduran Diri
Nah, Israel Tangkap...
Nah, Israel Tangkap Pria AS karena Jadi Mata-Mata untuk Iran
Rekomendasi
Polda Metro Jaya: Korban...
Polda Metro Jaya: Korban Penipuan Hanania Travel Capai 1.430 Orang
Perkuat Kerja Sama Perbatasan...
Perkuat Kerja Sama Perbatasan RI-Malaysia, Ditjen Bina Adwil Kenalkan Bridge System
OTT Bupati Kuansing,...
OTT Bupati Kuansing, KPK Sita Pajero Sport dan Transaksi Cicilan Land Cruiser
Berita Terkini
Israel Sebut Mojtaba...
Israel Sebut Mojtaba Jadi Target Pembunuhan, Iran Marah Besar!
Direktur CIA: Dunia...
Direktur CIA: Dunia Terancam dengan Senjata Nuklir Digital yang Didukung AI
Jalanan di Inggris Meleleh...
Jalanan di Inggris Meleleh pada Suhu 45 Derajat Celsius, Ini 3 Alasannya
Paksa Rusia Mengakhiri...
Paksa Rusia Mengakhiri Perang, Ukraina Intensifkan Serangan Drone ke Moskow
Siapkan Kemenangan pada...
Siapkan Kemenangan pada Pemilu Pertengahan, Trump Gelar Konvensi Partai Republik
Dunia Fokus ke Iran,...
Dunia Fokus ke Iran, Israel Justru Percepat Perebutan Lahan di Gaza dan Tepi Barat
Infografis
AS Kerahkan 15.000 Prajurit...
AS Kerahkan 15.000 Prajurit dan 100 Jet Tempur Amankan Selat Hormuz
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved