Sempat Membantah, AS Akhirnya Akui Serangan Drone di Kabul Tewaskan Warga Sipil

Sabtu, 18 September 2021 - 05:18 WIB
loading...
Sempat Membantah, AS...
Militer AS akhirnya mengakui jika serangan drone di Kabul pada akhir Agustus lalu menewaskan warga sipil. Foto/Los Angeles Times
A A A
WASHINGTON - Setelah sempat membantah, militer Amerika Serikat (AS) akhirnya mengakui jika serangan drone di Kabul , Afghanistan , pada bulan Agustus salah sasaran dan menewaskan warga sipil .

Hasil investigasi militer AS menemukan bahwa serangan itu menewaskan 10 warga sipil, tujuh diantaranya adalah anak-anak, dan kendaraan yang ditargetkan bukanlah ancaman yang terkait dengan ISIS-K seperti yang selama ini digaungkan.

Baca juga:AS Bela Serangan Rudalnya meski Bunuh 10 Orang Sekeluarga Tak Bersalah di Kabul

Pengumuman itu disampaikan langsung oleh Komandan Pusat Komando AS, Jenderal Frank McKenzie. Atas kesalahan itu, McKenzie mengucapkan permintaan maaf.

"Serangan ini dilakukan dengan keyakinan yang sungguh-sungguh bahwa itu akan mencegah ancaman yang akan segera terjadi terhadap pasukan kami dan para pengungsi di bandara, tetapi itu adalah kesalahan dan saya menyampaikan permintaan maaf saya yang tulus," katanya.

"Saya bertanggung jawab penuh atas serangan dan hasil yang tragis ini," McKenzie menambahkan seperti dikutip dari CNN, Sabtu (18/9/2021).

Sebelumnya Pentagon menyatakan bahwa setidaknya satu fasilitator ISIS-K dan tiga warga sipil tewas dalam apa yang sebelumnya disebut Ketua Kepala Staf Gabungan Jenderal Mark Milley sebagai "serangan benar" terhadap sebuah kompleks pada 29 Agustus. Namun hasil penyelidikan yang dirilis pada Jumat waktu AS menemukan bahwa semua dari mereka yang tewas di kompleks perumahan itu adalah warga sipil.

Baca juga: Pesawat Tak Berawak AS Serang Mobil Bomber ISIS-K yang Menuju Bandara Kabul

Menjelang serangan itu, operator pesawat tak berawak mengawasi lokasi hingga 4 hingga 5 menit. Saat itu, seorang pengemudi laki-laki meninggalkan kendaraan. Seorang anak sedang memarkir kendaraan dan anak-anak lain hadir di dalam mobil dan halaman – seperti yang telah diberitakan keluarga korban.

Seorang pejabat militer AS yang akrab dengan penyelidikan mengatakan kepada CNN, pihak militer mendasarkan serangan pada standar kepastian yang wajar untuk melancarkan serangan pada kendaraan. Tragisnya itu adalah kendaraan yang salah, sembari menambahkan bahwa kepastian yang masuk akal bukanlah kepastian 100%.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
AS dan Iran Sepakat...
AS dan Iran Sepakat Damai, Netanyahu Jadi Sasaran Kemarahan Warga Israel
Pesawat Pengebom Nuklir...
Pesawat Pengebom Nuklir B-52 AS Jatuh di Pangkalan California, 8 Orang Tewas
Bagaimana Perdamaian...
Bagaimana Perdamaian Iran dan AS Membentuk Arsitektur Timur Tengah yang Baru?
Analis Israel: Kesepakatan...
Analis Israel: Kesepakatan AS-Iran Adalah Kemenangan Besar bagi Teheran
14 Poin Perdamaian Iran...
14 Poin Perdamaian Iran dan AS, Ada Dana Rekonstruksi Senilai Rp5.316 Triliun yang Dibayar Negara-negara Arab
Trump Marahi Netanyahu:...
Trump Marahi Netanyahu: 'Mengapa Harus Lakukan Serangan Sialan Itu?'
FIFA Larang Suporter...
FIFA Larang Suporter Iran Bawa Bendera Pra-Revolusi di Piala Dunia 2026
Serangan Rusia Tewaskan...
Serangan Rusia Tewaskan 9 Orang di Ukraina, Katedral Bersejarah Kyiv Terbakar
Pentagon Rilis Dokumen...
Pentagon Rilis Dokumen UFO, Ada Piring Terbang di Atas Bandara Zimbabwe
Rekomendasi
Ini Prinsip Dasar Manajemen...
Ini Prinsip Dasar Manajemen Risiko yang Wajib Dipahami Setiap Trader Forex
Tahun Baru Islam, Menag:...
Tahun Baru Islam, Menag: Momentum Pentingnya Dialog dan Merangkul Perbedaan
Pahlawan Cape Verde...
Pahlawan Cape Verde di Piala Dunia 2026 Menangis, Ibunya Ditolak Masuk Amerika Serikat
Berita Terkini
AS dan Iran Sepakat...
AS dan Iran Sepakat Damai, Netanyahu Jadi Sasaran Kemarahan Warga Israel
Presiden Belarusia:...
Presiden Belarusia: Lobi Yahudi Menipu Putin
Pesawat Pengebom Nuklir...
Pesawat Pengebom Nuklir B-52 AS Jatuh di Pangkalan California, 8 Orang Tewas
4 Fakta Memalukan Keluarga...
4 Fakta Memalukan Keluarga Kerajaan Norwegia Divonis 4 Tahun Penjara karena Pemerkosaan
Pesawat Pengebom Strategis...
Pesawat Pengebom Strategis Tu-22M3 Rusia Jatuh saat Latihan Penerbangan, Apakah Ada Sabotase?
Presiden Iran Klaim...
Presiden Iran Klaim Teheran Keluar sebagai Pemenang, Ini Alasan Utamanya
Infografis
Balas Serangan AS, Parlemen...
Balas Serangan AS, Parlemen Iran Setuju Tutup Selat Hormuz
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved