Dubes AS: Tidak Ada Rencana Pertemuan dengan Iran di Sidang Umum PBB
Sabtu, 18 September 2021 - 03:31 WIB
loading...
A
A
A
Perjanjiannuklir antara Iran, AS, Prancis, Inggris, Jerman, Rusia dan China disebut sebagai Rencana Aksi Komprehensif Bersama (JCPOA). Di bawah perjanjian itu, Iran menerima pembatasan pada program nuklirnya dengan imbalan pencabutan banyak sanksi asing terhadapnya.
Namun, mantan Presiden AS Donald Trump meninggalkan pakta tersebut pada 2018 dan menerapkan kembali sanksi keras. Ini mendorong Teheran untuk mulai melanggar beberapa batasan nuklir pada 2019.
Baca juga: Think Tank AS: Iran Bisa Hasilkan Uranium untuk Senjata Nuklir dalam Sebulan
Pembicaraan tidak langsung antara Iran dan AS di Wina tentang menghidupkan kembali perjanjian nuklir 2015, yang bertujuan membatasi kemampuan Iran untuk mengembangkan senjata nuklir, berhenti pada Juni lalu. Teheran mengatakan program nuklirnya hanya untuk tujuan energi damai.
Namun, mantan Presiden AS Donald Trump meninggalkan pakta tersebut pada 2018 dan menerapkan kembali sanksi keras. Ini mendorong Teheran untuk mulai melanggar beberapa batasan nuklir pada 2019.
Baca juga: Think Tank AS: Iran Bisa Hasilkan Uranium untuk Senjata Nuklir dalam Sebulan
Pembicaraan tidak langsung antara Iran dan AS di Wina tentang menghidupkan kembali perjanjian nuklir 2015, yang bertujuan membatasi kemampuan Iran untuk mengembangkan senjata nuklir, berhenti pada Juni lalu. Teheran mengatakan program nuklirnya hanya untuk tujuan energi damai.
(ian)
Lihat Juga :