Terungkap, 407 Truk Bantuan Tidak Kembali dari Tigray yang Dilanda Perang
Jum'at, 17 September 2021 - 22:03 WIB
loading...
A
A
A
Pemenang Hadiah Nobel Perdamaian 2019 itu menjanjikan kemenangan cepat, tetapi TPLF merebut kembali sebagian besar Tigray termasuk ibu kotanya Mekele pada Juni dan Abiy kemudian mengumumkan gencatan senjata kemanusiaan.
Namun PBB mengatakan Tigray tetap berada di bawah "blokade de facto" dan telah memperingatkan "malapetaka yang mengancam" karena pertempuran telah berlarut-larut dan menyebar ke wilayah tetangga.
Pihak berwenang Ethiopia dan pemberontak Tigray saling menyalahkan karena menghalangi konvoi kemanusiaan yang berusaha mencapai Tigray.
Akun Twitter pemerintah pada Kamis merujuk pada “kecurigaan bahwa TPLF menyita truk-truk itu untuk logistik sendiri.”
Namun juru bicara TPLF Getachew Reda mengutip kendala yang dihadapi para pengemudi saat memasuki Tigray dari wilayah tetangga Afar. Dia menambahkan situasi di Afar "tidak ada hubungannya" dengan para pejabat Tigray.
"Para pengemudi truk yang ditugaskan PBB mengeluh tentang ketersediaan bahan bakar, masalah (keamanan), pelecehan di pos pemeriksaan, terdampar di Afar selama berbulan-bulan, dan lainnya," tweet dia di Twitter.
Seorang pejabat kemanusiaan di Tigray, berbicara dengan syarat anonim, mengatakan banyak pengemudi truk adalah warga Tigray dan telah menghadapi pelecehan bermotif etnis di pos pemeriksaan saat menuju ke wilayah konflik tersebut.
Namun PBB mengatakan Tigray tetap berada di bawah "blokade de facto" dan telah memperingatkan "malapetaka yang mengancam" karena pertempuran telah berlarut-larut dan menyebar ke wilayah tetangga.
Pihak berwenang Ethiopia dan pemberontak Tigray saling menyalahkan karena menghalangi konvoi kemanusiaan yang berusaha mencapai Tigray.
Akun Twitter pemerintah pada Kamis merujuk pada “kecurigaan bahwa TPLF menyita truk-truk itu untuk logistik sendiri.”
Namun juru bicara TPLF Getachew Reda mengutip kendala yang dihadapi para pengemudi saat memasuki Tigray dari wilayah tetangga Afar. Dia menambahkan situasi di Afar "tidak ada hubungannya" dengan para pejabat Tigray.
"Para pengemudi truk yang ditugaskan PBB mengeluh tentang ketersediaan bahan bakar, masalah (keamanan), pelecehan di pos pemeriksaan, terdampar di Afar selama berbulan-bulan, dan lainnya," tweet dia di Twitter.
Seorang pejabat kemanusiaan di Tigray, berbicara dengan syarat anonim, mengatakan banyak pengemudi truk adalah warga Tigray dan telah menghadapi pelecehan bermotif etnis di pos pemeriksaan saat menuju ke wilayah konflik tersebut.
(sya)
Lihat Juga :