India Bersiap Uji Rudal yang Bisa Bawa Nuklir, Begini Reaksi China
Jum'at, 17 September 2021 - 15:16 WIB
loading...
A
A
A
"Menjaga perdamaian, keamanan dan stabilitas di Asia Selatan memenuhi kepentingan bersama, di mana China berharap semua pihak akan melakukan upaya konstruktif,” kata Zhao.
Sekadar diketahui, UNSCR 1172 diadopsi pada Juni 1998 setelah uji coba senjata nuklir 1998 oleh India dan Pakistan. "Menyerukan kepada India dan Pakistan segera menghentikan program pengembangan senjata nuklir mereka, untuk menahan diri dari persenjataan atau dari pengerahan senjata nuklir," bunyi resolusi itu.
"Agar menghentikan pengembangan rudal balistik yang mampu mengirimkan senjata nuklir dan setiap produksi lebih lanjut dari bahan fisil untuk senjata nuklir, agar menegaskan kebijakan mereka untuk tidak mengekspor peralatan, bahan atau teknologi yang dapat berkontribusi pada senjata pemusnah massal atau rudal mampu memberikan mereka dan agar melakukan komitmen yang tepat dalam hal itu," lanjut resolusi yang masih berlaku itu.
Ironisnya, meski mengutip resolusi tersebut, China telah membantu pengembangan program nuklir dan rudal Pakistan selama beberapa dekade, mulai dari menyediakan uranium yang diperkaya hingga berbagai teknologi untuk pengembangan rudal berkemampuan nuklir.
Kerja sama itu terus berlanjut dan diakui secara resmi tiga tahun lalu. Pada tahun 2018, Akademi Ilmu Pengetahuan China (CAS) yang didukung negara mengumumkan telah menjual sistem pelacakan kepada Pakistan untuk mempercepat pengembangan rudal multi-hulu ledak.
Sekadar diketahui, UNSCR 1172 diadopsi pada Juni 1998 setelah uji coba senjata nuklir 1998 oleh India dan Pakistan. "Menyerukan kepada India dan Pakistan segera menghentikan program pengembangan senjata nuklir mereka, untuk menahan diri dari persenjataan atau dari pengerahan senjata nuklir," bunyi resolusi itu.
"Agar menghentikan pengembangan rudal balistik yang mampu mengirimkan senjata nuklir dan setiap produksi lebih lanjut dari bahan fisil untuk senjata nuklir, agar menegaskan kebijakan mereka untuk tidak mengekspor peralatan, bahan atau teknologi yang dapat berkontribusi pada senjata pemusnah massal atau rudal mampu memberikan mereka dan agar melakukan komitmen yang tepat dalam hal itu," lanjut resolusi yang masih berlaku itu.
Ironisnya, meski mengutip resolusi tersebut, China telah membantu pengembangan program nuklir dan rudal Pakistan selama beberapa dekade, mulai dari menyediakan uranium yang diperkaya hingga berbagai teknologi untuk pengembangan rudal berkemampuan nuklir.
Kerja sama itu terus berlanjut dan diakui secara resmi tiga tahun lalu. Pada tahun 2018, Akademi Ilmu Pengetahuan China (CAS) yang didukung negara mengumumkan telah menjual sistem pelacakan kepada Pakistan untuk mempercepat pengembangan rudal multi-hulu ledak.
Lihat Juga :