AS Kembali Ajak Korea Utara Duduk Satu Meja

Selasa, 14 September 2021 - 18:41 WIB
loading...
AS Kembali Ajak Korea...
AS kembali menyerukan Korea Utara untuk berdialog guna menyelesaikan semua permasalahan. Foto/Ilustrasi
A A A
TOKYO - Amerika Serikat (AS)kembalimenyerukan Korea Utara (Korut) untuk berdialogguna menyelesaikan semua permasalahan. Washington mengatakan tidak memiliki niat bermusuhan dengan Pyongyang.

Berbicara pada pertemuan puncak utusan nuklir Korea Selatan (Korsel), Jepang dan AS yang diadakan di Tokyo, utusan khusus Washington untuk Korut, Sung Kim, mengatakan negaranya ingin menyelesaikan semua masalah dengan Korea Utara melalui negosiasi.

"Seperti yang telah kami jelaskan berulang kali, Amerika Serikat tidak memiliki niat bermusuhan dengan DPRK," kata Sung Kim menggunakan akronim dari nama resmi Korut Republik Demokratik Rakyat Korea.

Dia memperbarui seruannya kepada Korut untuk kembali berdialog, sambil mencatat bahwa perkembangan terakhir di negara itu berfungsi sebagai pengingat akan pentingnya kerja sama yang erat antara AS dan sekutunya.

Baca juga: Korut Tembakkan Rudal Jelajah Strategis, AS Sebut Ancaman

Negosiator nuklir Korsel Noh Kyu-duk dan rekannya dari Jepang Takehiro Funakoshi juga menghadiri pertemuan tersebut.

Pertemuan itu diadakan setelah Korut mengumumkan mereka telah melakukan uji coba rudal jelajah jarak jauh jenis baru selama akhir pekan.

"Kami berharap DPRK akan menanggapi secara positif berbagai tawaran kami untuk bertemu tanpa prasyarat," kata utusan AS itu, seraya menambahkan bahwa Washington juga akan terus menerapkan sepenuhnya semua resolusi Dewan Keamanan PBB seperti dikutip dari Anadolu, Selasa (14/9/2021).

Dalam sebuah pernyataan pada hari Senin, Kantor Berita Pusat Korea mengatakan bahwa Akademi Ilmu Pertahanan negara itu berhasil melakukan uji coba rudal jelajah jarak jauh jenis baru pada hari Sabtu dan Minggu.

“Rudal jelajah jarak jauh yang diluncurkan menempuh perjalanan selama 7.580 detik (126 menit) di sepanjang orbit penerbangan oval dan pola-8 di udara di atas wilayah daratan dan perairan DPRK dan mencapai target 1.500 km jauhnya,” bunyi pernyataan itu.

Baca juga: Korut Tembakkan Rudal Jelajah Jarak Jauh di Tengah Ketegangan dengan AS

Uji coba rudal terbaru ini terjadi setelah latihan militer gabungan AS-Korsel bulan lalu yang ditentang oleh Pyongyang , yang menyebutnya sebagai ancaman keamanan.

Latihan militer bersama itu dilakukan sebulan setelah Korut dan Korsel memulihkan jalur komunikasi lintas batas yang terputus oleh Pyongyang pada Juni tahun lalu.

Korut memutuskan komunikasi dengan Korsel dan juga meledakkan kantor penghubung antar-Korea di sepanjang perbatasan pada Juni 2020.

Baca juga: Gara-gara Latgab Bareng AS, Korut Tolak Angkat Telepon dari Korsel

Sebelumnya pada bulan Januari, hanya beberapa jam setelah Presiden AS Joe Biden menjabat, Pyongyang melakukan uji coba rudal jelajah sementara kemudian pada bulan Maret Korut kembali menguji rudal balistik jarak pendek taktis baru.

Bereaksi terhadap langkah Korut, Biden memperingatkan akan ada "tanggapan" jika Pyongyang melanjutkan eskalasi seperti itu.

Korut pun merespons dengan mengatakan Washington mungkin menghadapi kejadian yang tidak diinginkan jika melanjutkan provokasi dan permusuhan terhadap Pyongyang.
(ian)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Beijing: Asing Mata-matai...
Beijing: Asing Mata-matai China, Gunakan Kura-kura dan Ikan yang Dipasang Sensor
Pemimpin Oposisi Zionis:...
Pemimpin Oposisi Zionis: Kesepakatan Damai AS-Iran Berarti Tak Satu Pun Tujuan Perang Israel Tercapai
Uni Emirat Arab Bayar...
Uni Emirat Arab Bayar Iran Rp355,5 Triliun agar Berhenti Menyerang
AS Habisi Bos Geng Tren...
AS Habisi Bos Geng Tren de Aragua, Markasnya di Venezuela Dibom hingga Berkeping-keping
Penasihat Mojtaba Khamenei:...
Penasihat Mojtaba Khamenei: Trump Setuju Cairkan Aset Iran Rp426,7 Triliun yang Dibekukan AS
Korea Utara Marah AS...
Korea Utara Marah AS Jual Rudal Canggih ke Korea Selatan, Menyebutnya Ekspor Perang
5 Negara Produsen Jet...
5 Negara Produsen Jet Tempur Terbesar di Dunia
Trump Sebut Kesepakatan...
Trump Sebut Kesepakatan Damai dengan Iran Akan Ditandatangani pada Minggu, Ini Respons Teheran
Gugur dalam Serangan...
Gugur dalam Serangan AS-Israel, Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei Dimakamkan 9 Juli
Rekomendasi
PBNU Gelar Munas dan...
PBNU Gelar Munas dan Konbes di Ploso Kediri pada 20-23 Juni 2026, Presiden Prabowo Diundang
10 Ruas Jalan di Jakarta...
10 Ruas Jalan di Jakarta Ditutup saat Presiden Jerman Melintas Besok Pagi
Mengapa Harga Pertamax...
Mengapa Harga Pertamax Naik? Kemkomdigi: Karena Indonesia Tak Hidup Sendirian
Berita Terkini
Setelah 4 Bulan Berperang,...
Setelah 4 Bulan Berperang, Ini 7 Hal yang Membuat Iran Lebih Kuat
Berlatih di Tijuana,...
Berlatih di Tijuana, Timnas Iran Dikawal 300 Pasukan Elite Meksiko
Jika Dicairkan, Aset...
Jika Dicairkan, Aset Beku Iran Jadi Oksigen Segar untuk Kebangkitan Ekonomi Iran
Militerisasi Jepang...
Militerisasi Jepang dan Bahaya Radiasi Radio Aktif
Drone Hizbullah Hantam...
Drone Hizbullah Hantam Israel, IDF Bombardir Lebanon
Inggris Caplok Armada...
Inggris Caplok Armada Bayangan Rusia, Akankah Picu Perang Besar?
Infografis
Megawati Hangestri Gabung...
Megawati Hangestri Gabung Hyundai Hillstate di Liga Voli Korea Selatan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved