Gelar Latihan Perang di Tengah Kota yang Ramai, Militer Latvia Minta Maaf

loading...
Gelar Latihan Perang di Tengah Kota yang Ramai, Militer Latvia Minta Maaf
Tentara Latvia melepaskan tembakan di tengah jalan yang ramai saat melakukan latihan perang. Foto/Zubu Brothers
RIGA - Ibu Kota Latvia , Riga, sempat mencekam dan berubah menjadi zona perang pada akhir pekan lalu. Tentara bersenjata lengkap menembakkan senjata di antara warga sipil yang terkejut.

Namun baku tembak itu ternyata menjadi "menu" latihan perang NATO yang entah bagaimana tidak diinformasikan atau dilakukan penutupan lokasi.

Beberapa video dari insiden itu muncul secara online selama akhir pekan lalu dan menjadi viral. Rekaman dari tempat kejadian menunjukkan beberapa tentara di tengah jalan, berjongkok di belakang mobil dan menembakkan senjata mereka ke sebuah gedung.

Video lain menunjukkan salah satu tentara melepaskan senapan serbunya ketika seorang wanita dengan bayinya lewat. Wanita itu tampak terguncang, sementara bayinya mulai menangis.



Baca juga: Presiden Zelensky: Menolak Ukraina akan Jadi Kerugian Besar bagi NATO

Tidak ada garis pembatas atau tanda yang terlihat bahwa area tersebut digunakan untuk latihan, dengan pejalan kaki berjalan tepat di sebelah pasukan bersenjata lengkap. Latihan itu tampak sangat hidup, dengan hanya seorang perwira pengawas yang tidak bersenjata yang bergerak santai di antara pasukan yang bertugas untuk menunjukkan bahwa jalan itu belum berubah menjadi zona perang yang sebenarnya.

Insiden tersebut telah menarik reaksi yang sangat negatif dengan banyak netizen berkomentar marah. Beberapa mengatakan bahwa penduduk kota setidaknya harus diberi pemberitahuan yang jelas melalui SMS, sementara yang lain berpendapat bahwa daerah itu seharusnya ditutup sepenuhnya.

Menyusul protes tersebut, militer Latvia mengucapkan permintaan maaf, menyatakan bahwa mereka hanya menggunakan peluru hampa untuk kegiatan semacam itu, dan bersikeras bahwa tidak ada kerugian yang ditimbulkan.

“Selama latihan seperti itu, kami hanya menggunakan kartrid kosong, yang mengeluarkan suara tetapi tidak membahayakan nyawa dan nyawa orang lain. Dalam hal ini, kartrid kosong juga digunakan, dan situasi ini adalah kesalahpahaman yang pahit, untuk itu kami mohon maaf," bunyi pernyataan yang dikelurkan Kementerian Pertahanan Latvia.
halaman ke-1
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top