Gelar Latihan Perang di Tengah Kota yang Ramai, Militer Latvia Minta Maaf
Selasa, 14 September 2021 - 18:02 WIB
loading...
Tentara Latvia melepaskan tembakan di tengah jalan yang ramai saat melakukan latihan perang. Foto/Zubu Brothers
A
A
A
RIGA - Ibu Kota Latvia , Riga, sempat mencekam dan berubah menjadi zona perang pada akhir pekan lalu. Tentara bersenjata lengkap menembakkan senjata di antara warga sipil yang terkejut.
Namun baku tembak itu ternyata menjadi "menu" latihan perang NATO yang entah bagaimana tidak diinformasikan atau dilakukan penutupan lokasi.
Beberapa video dari insiden itu muncul secara online selama akhir pekan lalu dan menjadi viral. Rekaman dari tempat kejadian menunjukkan beberapa tentara di tengah jalan, berjongkok di belakang mobil dan menembakkan senjata mereka ke sebuah gedung.
Video lain menunjukkan salah satu tentara melepaskan senapan serbunya ketika seorang wanita dengan bayinya lewat. Wanita itu tampak terguncang, sementara bayinya mulai menangis.
Baca juga: Presiden Zelensky: Menolak Ukraina akan Jadi Kerugian Besar bagi NATO
Tidak ada garis pembatas atau tanda yang terlihat bahwa area tersebut digunakan untuk latihan, dengan pejalan kaki berjalan tepat di sebelah pasukan bersenjata lengkap. Latihan itu tampak sangat hidup, dengan hanya seorang perwira pengawas yang tidak bersenjata yang bergerak santai di antara pasukan yang bertugas untuk menunjukkan bahwa jalan itu belum berubah menjadi zona perang yang sebenarnya.
Insiden tersebut telah menarik reaksi yang sangat negatif dengan banyak netizen berkomentar marah. Beberapa mengatakan bahwa penduduk kota setidaknya harus diberi pemberitahuan yang jelas melalui SMS, sementara yang lain berpendapat bahwa daerah itu seharusnya ditutup sepenuhnya.
Namun baku tembak itu ternyata menjadi "menu" latihan perang NATO yang entah bagaimana tidak diinformasikan atau dilakukan penutupan lokasi.
Beberapa video dari insiden itu muncul secara online selama akhir pekan lalu dan menjadi viral. Rekaman dari tempat kejadian menunjukkan beberapa tentara di tengah jalan, berjongkok di belakang mobil dan menembakkan senjata mereka ke sebuah gedung.
Video lain menunjukkan salah satu tentara melepaskan senapan serbunya ketika seorang wanita dengan bayinya lewat. Wanita itu tampak terguncang, sementara bayinya mulai menangis.
Baca juga: Presiden Zelensky: Menolak Ukraina akan Jadi Kerugian Besar bagi NATO
Tidak ada garis pembatas atau tanda yang terlihat bahwa area tersebut digunakan untuk latihan, dengan pejalan kaki berjalan tepat di sebelah pasukan bersenjata lengkap. Latihan itu tampak sangat hidup, dengan hanya seorang perwira pengawas yang tidak bersenjata yang bergerak santai di antara pasukan yang bertugas untuk menunjukkan bahwa jalan itu belum berubah menjadi zona perang yang sebenarnya.
Insiden tersebut telah menarik reaksi yang sangat negatif dengan banyak netizen berkomentar marah. Beberapa mengatakan bahwa penduduk kota setidaknya harus diberi pemberitahuan yang jelas melalui SMS, sementara yang lain berpendapat bahwa daerah itu seharusnya ditutup sepenuhnya.
Lihat Juga :