PBB Kutuk Tindakan Keras Taliban terhadap Para Pengunjuk Rasa

Sabtu, 11 September 2021 - 05:30 WIB
loading...
A A A
Dia juga mengkritik kekerasan terhadap para jurnalis. Wartawan mengatakan kepada BBC pekan ini bahwa mereka dipukuli, ditahan dan dicambuk Taliban ketika mereka mencoba meliput unjuk rasa.

Laporan PBB muncul di tengah meningkatnya kekhawatiran tentang Afghanistan setelah pengambilalihan Taliban.

Pada Jumat, Program Pangan Dunia PBB mengatakan 93% rumah tangga di negara itu tidak makan cukup makanan. Kekeringan telah memperburuk masalah pasokan bahan pakan, menyebabkan hilangnya sekitar 40% panen gandum.

The Wall Street Journal melaporkan pekerja bantuan khawatir seluruh penduduk bisa jatuh ke dalam kemiskinan dalam beberapa bulan.

Badan PBB Unesco memperingatkan negara itu menghadapi "bencana generasi" dalam pendidikan, setelah dua dekade kemajuan untuk anak-anak, terutama anak perempuan.

Laporan yang belum dikonfirmasi menunjukkan rencana Taliban mengadakan upacara untuk meresmikan pemerintahan baru mereka pada Sabtu (9/11), setelah mengumumkan kepemimpinannya pekan ini.

Ini adalah hari saat AS akan mengadakan acara untuk memperingati 20 tahun serangan teror 9/11.

Hampir 3.000 orang meninggal hari itu. Kelompok militan al-Qaeda mendalangi serangan itu, yang dipimpin Osama Bin Laden yang saat itu berada di Afghanistan dalam perlindungan Taliban.
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Taliban Larang Warga...
Taliban Larang Warga Afghanistan Gunakan Ponsel Pintar, Jika Nekat Bakal Dihancurkan
Pakistan Gelar Serangan...
Pakistan Gelar Serangan Udara di Afghanistan, 13 Orang Tewas
Jerman Gagal Peroleh...
Jerman Gagal Peroleh Kursi di Dewan Keamanan PBB untuk Pertama Kali
Hukum Baru Taliban:...
Hukum Baru Taliban: Diamnya Gadis Perawan Berarti Persetujuan untuk Menikah
Afghanistan: Pakistan...
Afghanistan: Pakistan Bombardir Rumah Sakit Kabul, 400 Orang Tewas!
Taliban Afghanistan...
Taliban Afghanistan Terbuka untuk Dialog setelah Pakistan Bom Kota-kota Besar
Kemenhut-ITTO Perkuat...
Kemenhut-ITTO Perkuat Kerja Sama Pengelolaan Hutan Lestari dan Industri Kayu Tropis
Korban Tewas Gempa Dahsyat...
Korban Tewas Gempa Dahsyat Venezuela Mencapai 920 Orang, Pencarian Korban Masih Berlangsung
Paris Melarang Warganya...
Paris Melarang Warganya Minum Alkohol di Tempat Umum Mulai Hari Ini
Rekomendasi
Denny Sumargo Klarifikasi...
Denny Sumargo Klarifikasi Rumor Selingkuh, Tegaskan Momen di CCTV Hanya Syuting
JAECOO Catat 20.000...
JAECOO Catat 20.000 Pengiriman J5 EV di Indonesia, Ini Target Selanjutnya
Kemenag Cabut Izin Pesantren...
Kemenag Cabut Izin Pesantren Ibadurrahman Buntut Kasus Kekerasan Seksual
Berita Terkini
Pembangkang China Ini...
Pembangkang China Ini Kabur ke Korea Selatan dengan Perahu Karet, Sekarang Muncul di Kanada
Iran Tuduh AS Khianati...
Iran Tuduh AS Khianati Perjanjian Damai saat Kedua Pihak Saling Serang
AS Serang 10 Target...
AS Serang 10 Target di Iran, IRGC Balas Bombardir Pangkalan Amerika di Kuwait dan Bahrain
6 Teroris Ditembak Mati...
6 Teroris Ditembak Mati usai Serang Markas Rangers Pakistan, 4 Tentara Juga Tewas
6 Pesawat Pengebom Nuklir...
6 Pesawat Pengebom Nuklir China dan Rusia Manuver Gabungan Dekati Jepang
Xi Jinping dan Akhir...
Xi Jinping dan Akhir dari Narasi Kebangkitan Damai China
Infografis
Membaca Kode Keras dalam...
Membaca Kode Keras dalam 15 Beat yang Muncul saat Kerusuhan Jakarta
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved