Pasukan Khusus Taliban 'Badri 313': Pakai Nama Perang Nabi Muhammad, Senjatanya Buatan AS

Jum'at, 10 September 2021 - 16:29 WIB
loading...
Pasukan Khusus Taliban...
Pasukan khusus Taliban Afghanistan yang diberi nama Pasukan Badri 313. Foto/via The Independent
A A A
KABUL - Brigade "Badri 313" adalah nama pasukan khusus Taliban yang dibentuk dadakan setelah mengambil alih kekuasaan Afghanistan. Nama itu diambil dari nama "Perang Badar", perang pasukan Nabi Muhammad melawan pasukan Quraisy.

Pasukan khusus Taliban itu sebagian berisi para personel yang tak pernah menjalani pelatihan militer dan markas mereka di bekas gedung taman kanak-kanak (TK) di Kabul.

Meski hanya bekas gedung TK, tapi itu bukan hanya rumah bagi para petempur keras yang paling sulit, yang berkeliaran di lapangan berpakaian kamuflase dan menggembar-gemborkan tentang gudang senjata buatan Amerika Serikat (AS). Markas itu juga tempat bagi mereka yang dilatih untuk menjadi pembom bunuh diri atau mati syahid versi mereka.

Baca juga: China Disarankan Balas Kirim Kapal Perang ke Perairan Teritorial AS

“Komando ini memiliki dua bagian,” kata salah satu tentara berpangkat tinggi dari pasukan khusus itu, yang namanya kemudian diketahui sebagai Hafiz Badry.

Badry dengan suara pelan memberi tahu: “Ada yang berlatih menjadi petempur pasukan khusus dan ada yang berlatih menjadi pelaku bom bunuh diri khusus.”

Setelah beberapa saat bernegosiasi, pemimpin unit senior pasukan khusus Taliban itu setuju untuk membiarkan tim jurnalis New York Post masuk ke markas mereka.

Tim jurnalis itu melewati jalan beton retak tempat anak-anak biasa bermain dan masuk ke kantor dengan senapan M240 Amerika menunjuk ke pintu dan rantai amunisi siaga.

Batalion ini dilengkapi dengan peralatan Amerika yang canggih, termasuk seragam kamuflase, pelindung tubuh, Humvee, kacamata penglihatan malam, karabin M4, dan M16.

Untuk senjata sampingan mereka, para tentara pasukan khusus Taliban itu membawa Glock baru yang mengkilap dan pistol tangan 1911.

“Kami tidak memiliki pelatihan resmi ketika kami bergabung dengan Taliban,” kata Badry, 29, penduduk asli Provinsi Helmand, menjelaskan sambil tertawa.

"Kami baru saja mendapatkan senjata dan memulai," katanya lagi.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Daftar Teroris Indonesia...
Daftar Teroris Indonesia yang Pernah Diburu Interpol, Nomor 1 Buron Internasional Bertahun-tahun
6 Misi Pasukan Khusus...
6 Misi Pasukan Khusus yang Memicu Malapetaka, 2 Negara Adidaya Pernah Tumbang
Mantan Pasukan Khusus...
Mantan Pasukan Khusus AS Bawa Paspor China Ini Ditangkap di Perbatasan Nepal dan India, Siapa Jordan Brown?
Didatangi Jutaan Pelayat,...
Didatangi Jutaan Pelayat, Ini Latar Belakang Ali Khamenei sebagai Keturunan Nabi Muhammad SAW
2 Negara Muslim Ini...
2 Negara Muslim Ini Saling Serang, Ini 7 Alasan Konflik Itu Tak Mudah Diselesaikan
Pakistan Gelar Serangan...
Pakistan Gelar Serangan Darat dan Udara ke Afghanistan, 29 Tentara Taliban Tewas
Menelusuri Jejak Kehidupan...
Menelusuri Jejak Kehidupan Rasulullah di Museum Biografi Nabi Muhammad di Makkah
UU Etnis Kontroversial...
UU Etnis Kontroversial China Mulai Diberlakukan, Berpotensi Hapus Identitas Budaya Minoritas
Menlu 8 Negara Kecam...
Menlu 8 Negara Kecam Menteri Israel dan Ribuan Pemukim Yahudi Geruduk Masjid Al Aqsa
Rekomendasi
Wajah Baru Lotte Mart...
Wajah Baru Lotte Mart Wholesale Serang Tawarkan Pengalaman Belanja dan Kuliner dalam Satu Destinasi
Tingkatkan Nilai Jual...
Tingkatkan Nilai Jual TBS, 133 Pekebun Muara Enim Ikuti Pelatihan Panen Sawit
Proses Pemeliharaan...
Proses Pemeliharaan dan Pengisian Galon Bermerek Dipastikan Penuhi Standar Industri
Berita Terkini
Serangan Ekstremis Yahudi...
Serangan Ekstremis Yahudi Meningkat di Tepi Barat, Fatah Salahkan Pemerintah Israel
Baku Tembak Pecah di...
Baku Tembak Pecah di Tepi Barat, 1 Ekstremis Israel Tewas, 4 Warga Palestina Meninggal
Wali Kota Sadiq Khan...
Wali Kota Sadiq Khan Sebut Netanyahu Pelaku Genosida dan Tidak Diterima di London
Dituding Dukung Militer...
Dituding Dukung Militer AS, Iran Serang Pusat Data Amazon di Bahrain
Mesir Desak AS Percepat...
Mesir Desak AS Percepat Pengerahan Pasukan Stabilisasi Internasional di Gaza
AS Gencarkan Serangan...
AS Gencarkan Serangan di Iran, Houthi Izinkan Kapal-kapal China lewat Selat Bab al-Mandeb
Infografis
37 Pesawat AS Hancur...
37 Pesawat AS Hancur dan Rusak dalam Perang Iran, Kerugian Rp28 Triliun
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved