Pasukan Khusus Taliban 'Badri 313': Pakai Nama Perang Nabi Muhammad, Senjatanya Buatan AS

Jum'at, 10 September 2021 - 16:29 WIB
loading...
A A A
Menurut Badry, ada sekitar 300 anggota berada di dalam dan sekitar Kabul. “Sekolah kami dipenuhi para petempur,” kata Abdul Latif Amari, komandan muda brigade "313 Badri".

Orang-orang di pasukan khusus itu memberi tahu bahwa usia rata-rata tentara "Badri 313" adalah antara 25 hingga 30 tahun, dan para pelaku bom bunuh diri adalah biasanya berusia sekitar 20 tahun ke atas.

Memang, misi bunuh diri selama dekade terakhir menjadi inti dari strategi kelompok pemberontak Taliban saat itu untuk menanamkan rasa takut dan akhirnya menguasai negara. Meledakkan diri hingga berkeping-keping atas nama kemartiran dipandang sebagai tindakan yang dihormati. Bahkan putra Pemimpin Tertinggi Imarah Islam Afghanistan yang baru, Haibatullah Akhundzada, dilaporkan telah menjadi pelaku bom bunuh diri.

Serangan bom bunuh diri menjadi hal biasa setelah penarikan misi NATO yang pertama pada akhir tahun 2014. Pembantaian dengan cara seperti itu—yang terutama menargetkan pasukan keamanan Afghanistan—tidak henti-hentinya. Taliban telah mengeklaim bertanggung jawab atau dicurigai mendalangi serangan dalam beberapa tahun terakhir di mana-mana mulai dari kantor polisi hingga lingkungan Muslim Syiah pada jam-jam sibuk di Kabul, hingga di luar kantor pemilu Afghanistan dan yang terbaru di luar kediaman Menteri Pertahanan Bismillah Khan Mohammadi yang menewaskan delapan orang. Serangan itu hanya dua belas hari sebelum mereka mengambil alih ibu kota.

Setelah Kabul jatuh ke tangan Taliban bulan lalu, Taliban sesumbar bahwa brigade "Badri 313" dengan cepat mengamankan istana presiden dan kemudian mengambil alih bandara Kabul di tengah hiruk pikuk evakuasi tentara dan warga AS.

Pasukan "Badri 313" bahkan memparodikan AS dalam sebuah posting di media sosial, di mana mereka berpose mirip gambar ikonik tentara Amerika yang mengibarkan bendera nasional Amerika Serikat di pulau Iwo Jima pada tahun 1945. Para personel pasukan khusus Taliban itu berpose mirip dengan mengibarkan bendera putih-hitam bertuliskan syahadat untuk menandakan kemenangan Taliban Afghanistan.

Sejak kemenangan mereka dalam merebut Kabul, orang-orang dari pasukan khusus itu mengatakan bahwa mereka dibanjiri permintaan untuk bergabung.

“Kami memiliki rekrutan yang tidak terbatas. Jika kita menangkap satu pencuri, 40 orang kemudian datang untuk mengumpulkan jumlah kita untuk bergabung juga," kata Amari sambil menambahkan bahwa mereka menerima orang asing juga.

Sementara para petempur sekarang menggemakan pesan "perdamaian" di negara yang ditaklukkan, tidak ada indikasi bahwa sekolah bunuh diri akan berhenti. Orang-orang itu juga menjelaskan bahwa persenjataan berat mereka dan membangun Angkatan Udara adalah fokus berikutnya dalam agenda item.

“Kami akan memusatkan pelatihan kami pada senjata besar, serta helikopter, jet, apa pun yang tersedia,” lanjut Amari. “Kami melatih ini untuk menunjukkan kepada dunia bahwa kami bisa melakukannya.”
(min)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Daftar Teroris Indonesia...
Daftar Teroris Indonesia yang Pernah Diburu Interpol, Nomor 1 Buron Internasional Bertahun-tahun
6 Misi Pasukan Khusus...
6 Misi Pasukan Khusus yang Memicu Malapetaka, 2 Negara Adidaya Pernah Tumbang
Mantan Pasukan Khusus...
Mantan Pasukan Khusus AS Bawa Paspor China Ini Ditangkap di Perbatasan Nepal dan India, Siapa Jordan Brown?
Didatangi Jutaan Pelayat,...
Didatangi Jutaan Pelayat, Ini Latar Belakang Ali Khamenei sebagai Keturunan Nabi Muhammad SAW
2 Negara Muslim Ini...
2 Negara Muslim Ini Saling Serang, Ini 7 Alasan Konflik Itu Tak Mudah Diselesaikan
Pakistan Gelar Serangan...
Pakistan Gelar Serangan Darat dan Udara ke Afghanistan, 29 Tentara Taliban Tewas
Menelusuri Jejak Kehidupan...
Menelusuri Jejak Kehidupan Rasulullah di Museum Biografi Nabi Muhammad di Makkah
Laporan: Pentagon Tutupi...
Laporan: Pentagon Tutupi Informasi Jumlah Korban Militer AS dalam Perang di Iran
Pangeran Saudi Ditemukan...
Pangeran Saudi Ditemukan Meninggal di Hotel Mewah London, Diduga Kecanduan Narkoba
Rekomendasi
Selain Sertifikat TKA,...
Selain Sertifikat TKA, Ini Syarat Dokumen SPMB Sekolah Nasional Terintegrasi 2026
Petani Tebu yang Belum...
Petani Tebu yang Belum Merdeka
Hasil Piala AFF 2026:...
Hasil Piala AFF 2026: Vietnam Pesta 7 Gol ke Gawang Timor Leste
Berita Terkini
Serangan Ekstremis Yahudi...
Serangan Ekstremis Yahudi Meningkat di Tepi Barat, Fatah Salahkan Pemerintah Israel
Baku Tembak Pecah di...
Baku Tembak Pecah di Tepi Barat, 1 Ekstremis Israel Tewas, 4 Warga Palestina Meninggal
Wali Kota Sadiq Khan...
Wali Kota Sadiq Khan Sebut Netanyahu Pelaku Genosida dan Tidak Diterima di London
Dituding Dukung Militer...
Dituding Dukung Militer AS, Iran Serang Pusat Data Amazon di Bahrain
Mesir Desak AS Percepat...
Mesir Desak AS Percepat Pengerahan Pasukan Stabilisasi Internasional di Gaza
AS Gencarkan Serangan...
AS Gencarkan Serangan di Iran, Houthi Izinkan Kapal-kapal China lewat Selat Bab al-Mandeb
Infografis
6 Jenderal Bintang 4...
6 Jenderal Bintang 4 AS Ini Pernah Peringatkan Trump soal Risiko Perang Melawan Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved