Polisi Ini Serbu Wanita Telanjang Bulat di Kamarnya, Berdalih Cari Tersangka
Jum'at, 10 September 2021 - 09:24 WIB
loading...
A
A
A
Kelompok hak asasi manusia dalam petisi tertanggal 6 September, dan ditandatangani oleh Koordinator Nasional, Prince Wiro, mendesak Eboka untuk memerintahkan penyelidikan atas dugaan invasi kamar Ebube—nama belakang dirahasiakan—oleh Benjamin di Ogwa Street, Mile 1 Diobu, Port Harcourt.
Wiro juga mengimbau kepada Eboka untuk mengusut tuntas ancaman penembakan terhadap wanita yang telanjang bulat saat petugas polisi itu menyerbu privasinya.
Menurut dia, perlu dilakukan penyelidikan secara menyeluruh untuk memastikan keadilan bagi semua pihak yang terlibat.
Ebube, 20, mengatakan kepada wartawan kemarin bahwa sekitar pukul 14.00 siang pada hari Minggu, 5 September, dia sedang telanjang bulat dan hendak berdandan di kamarnya ketika seorang pria mufti—yang kemudian berubah menjadi petugas polisi bernama Benjamin—menyerbu kamarnya saat dia masih telanjang.
Ebube menjelaskan bahwa ketika dia dan wanita lain di kamar itu meminta Benjamin untuk meninggalkan kamar, petugas polisi itu mengancam akan menembak mereka berdua jika mereka mengucapkan lebih banyak kata.
Baca juga: Taliban: Wanita Tak Bisa Jadi Menteri, Mereka Harus Melahirkan
Wiro juga mengimbau kepada Eboka untuk mengusut tuntas ancaman penembakan terhadap wanita yang telanjang bulat saat petugas polisi itu menyerbu privasinya.
Menurut dia, perlu dilakukan penyelidikan secara menyeluruh untuk memastikan keadilan bagi semua pihak yang terlibat.
Ebube, 20, mengatakan kepada wartawan kemarin bahwa sekitar pukul 14.00 siang pada hari Minggu, 5 September, dia sedang telanjang bulat dan hendak berdandan di kamarnya ketika seorang pria mufti—yang kemudian berubah menjadi petugas polisi bernama Benjamin—menyerbu kamarnya saat dia masih telanjang.
Ebube menjelaskan bahwa ketika dia dan wanita lain di kamar itu meminta Benjamin untuk meninggalkan kamar, petugas polisi itu mengancam akan menembak mereka berdua jika mereka mengucapkan lebih banyak kata.
Baca juga: Taliban: Wanita Tak Bisa Jadi Menteri, Mereka Harus Melahirkan
Lihat Juga :