Pertama di Dunia, El Salvador Gunakan Bitcoin sebagai Alat Pembayaran yang Sah

Selasa, 07 September 2021 - 22:01 WIB
loading...
Pertama di Dunia, El...
Spanduk menunjukkan toko itu menerima pembayaran dengan Bitcoin di Chiltiupan, El Salvador, 10 Juni 2021. Foto/REUTERS
A A A
SAN SALVADOR - El Salvador telah menjadi negara pertama di dunia yang menerima Bitcoin sebagai alat pembayaran yang sah. Langkah itu memicu dunia memperdebatkan peluang dan bahaya mata uang kripto (cryptocurrency).

Mulai hari ini, bisnis akan diwajibkan jika memungkinkan untuk menerima koin digital yang kontroversial itu sebagai pembayaran.

Jutaan orang diharapkan mengunduh aplikasi dompet digital baru pemerintah yang memberikan USD30 dalam bentuk Bitcoin kepada setiap warga negara.

Baca juga: Pakistan Marah Dituduh Kendalikan Situasi di Afghanistan

Penggemar Bitcoin di seluruh dunia telah membeli koin digital senilai USD30 sebagai bentuk dukungan dan untuk membantu meningkatkan nilai mata uang yang mudah berubah tersebut.

Baca juga: Gadis-gadis Muda Diarak Telanjang dalam Ritual Minta Hujan di India

Sopir taksi Salvador Daniel Hercules, 26, senang dengan langkah tersebut, tetapi juga khawatir tentang seberapa stabil pendapatannya.

Baca juga: Taliban Berkuasa, Kuliah Mahasiswa dan Mahasiswi Afghanistan Dipisahkan Tirai

"Saya telah menerima Bitcoin selama sekitar dua bulan sejak saya tahu ini akan datang. Saya baru saja meminta seseorang membayar saya USD40 dalam bentuk Bitcoin untuk ongkos ke bandara tapi itu jarang terjadi. Hanya sekitar 10% pelanggan yang lebih suka membayar dengan Bitcoin," ujar dia.

Daniel mengatakan biaya konversi Bitcoin ke mata uang lokal, dolar Amerika Serikat (AS), setinggi 10%, jadi dia menggunakan uang itu seperti rekening tabungan.

Dia berharap bisa mengembangkan dompetnya menjadi sekitar USD1.000 dalam bentuk Bitcoin tetapi takut mata uangnya akan jatuh.

"Ini adalah salah satu hal yang paling mengkhawatirkan saya. Kehilangan uang dari hari kerja yang panjang tidak akan baik-baik saja," ungkap dia.

Nilai Bitcoin telah naik dan turun secara dramatis dalam setahun terakhir.

Bitcoin naik dari sekitar USD10.000 untuk satu koin pada September 2020 menjadi USD63.000 pada April 2021 lalu turun menjadi USD30.000 pada Juli tahun ini.

Nilai Bitcoin telah meningkat dalam beberapa pekan terakhir menjadi USD51.000 yang oleh beberapa analis telah dikaitkan dengan berita El Salvador.

Pada Senin, posting viral di halaman Bitcoin yang berkekuatan tiga juta orang di Reddit berbunyi, "Jadi ... Kita semua membeli Bitcoin senilai USD30 pada hari Selasa?"

Namun, survei oleh Central American University (UCA) menemukan hanya 4,8% dari 1.281 orang yang mengambil bagian, yang memahami apa itu Bitcoin dan bagaimana penggunaannya.

Lebih dari 68% dari mereka yang ditanyai mengatakan mereka tidak setuju dengan penggunaan cryptocurrency sebagai alat pembayaran yang sah.

Jeanette Sandoval, 70, menjual bahan makanan untuk dikirim ke rumah bersama putranya. Dia bilang dia tidak akan terlibat.

“Saya selalu terbuka untuk berubah, tapi kali ini saya tidak setuju. Pelanggan kami mengatakan mereka tidak akan membayar dalam Bitcoin,” papar dia.

“Di negara saya ada banyak orang yang buta huruf dan hampir tidak memiliki ponsel, bukan yang cerdas, tetapi yang tua. Mereka tidak akan menggunakannya,” ungkap dia.

"Saat ini, saya tidak akan mengunduh aplikasi, tetapi suatu hari saya harus melakukannya. Saya tidak tertarik dengan USD30 yang akan mereka berikan, saya lebih suka, dan saya selalu melakukannya, dengan keringat di baju saya untuk mendapatkan uang saya," papar dia.
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Heboh, Perusahaan Kripto...
Heboh, Perusahaan Kripto Korsel Tak Sengaja Kirim Bitcoin Senilai Rp741,6 Triliun kepada Penggunanya
4 Fakta Ketidakpastian...
4 Fakta Ketidakpastian Geopolitik Picu Lonjakan Emas dan Bitcoin
Siapa Satoshi Nakamoto?...
Siapa Satoshi Nakamoto? Pendiri Bitcoin yang Misterius, Kini Orang Terkaya ke-11 di Dunia
Menteri Prancis Serukan...
Menteri Prancis Serukan Penghapusan Uang Tunai, Ini Alasannya
3 Anggota Keluarga Donald...
3 Anggota Keluarga Donald Trump yang Mendapat Untung Besar dari Kripto
Apakah Donald Trump...
Apakah Donald Trump Mendukung Kripto?
Sambut Kabar Damai AS-Iran,...
Sambut Kabar Damai AS-Iran, Harga Bitcoin Melesat Tembus USD65.900
Gempa Dahsyat Venezuela:...
Gempa Dahsyat Venezuela: 920 Orang Tewas, Hampir 50 Ribu Masih Hilang
Helikopter Perusahaan...
Helikopter Perusahaan Minyak Arab Saudi Aramco Jatuh, 14 Orang Tewas
Rekomendasi
GAPKI Soroti Indonesia...
GAPKI Soroti Indonesia Belum Ada Acuan Harga Sawit yang Seragam
AS-Iran Kembali Saling...
AS-Iran Kembali Saling Balas Serangan, Harga Minyak Langsung Mendidih
Dugaan Aroma Konspirasi...
Dugaan Aroma Konspirasi 'Aib Gijon' di Piala Dunia 2026, Sengaja Singkirkan Iran?
Berita Terkini
Media Pemerintah China:...
Media Pemerintah China: Jepang Benar-benar Simulasikan Serangan terhadap Kapal Induk Liaoning
Langka, Putin Akui Rusia...
Langka, Putin Akui Rusia Krisis Bahan Bakar akibat Serangan Ukraina
Begini Cara Bos FIFA...
Begini Cara Bos FIFA Gunakan Geopolitik di Panggung Piala Dunia
47 Pejabat Ditangkap...
47 Pejabat Ditangkap karena Korupsi, Termasuk Anggota DPR
Putin: Barat Coba Kacaukan...
Putin: Barat Coba Kacaukan Rusia karena Tak Mampu Mengalahkannya di Medan Perang
Media Pro-IRGC: Iran...
Media Pro-IRGC: Iran Mutlak Harus Memiliki Bom Nuklir
Infografis
10 Negara dengan Harga...
10 Negara dengan Harga Bensin Termurah di Dunia, Libya Cuma Rp427 per Liter
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved