Taliban Klaim Rebut Jalan Masuk Utama ke Lembah Panjshir

Jum'at, 03 September 2021 - 17:07 WIB
loading...
Taliban Klaim Rebut...
Pejuang Panjshir siap melawan Taliban di lembah tersebut. Foto/REUTERS
A A A
KABUL - Taliban mengklaim merebut posisi kunci di jalan masuk utama ke lembah Panjshir, satu-satunya provinsi Afghanistan yang masih di luar kendali Taliban.

Pejuang Panjshir menyangkal Taliban telah membuat kemajuan untuk merebut lembah tersebut.

“Taliban melancarkan operasi besar untuk merebut lembah Panjshir pada Kamis (2/9), setelah negosiasi dengan gerakan perlawanan lokal gagal,” ungkap juru bicara Taliban Zabihullah Mujahid.

Baca juga: Jet Siluman Checkmate Versi Dua Kursi Lebih Diminati Pembeli Asing

Dia mengatakan para pejuang Taliban memasuki provinsi itu dan merebut sebelas posisi "penting" di sepanjang jalan utama menuju provinsi timur Badakhshan.

Baca juga: Ngerinya Banjir di New York, 41 Orang Meregang Nyawa

Di antara wilayah yang dikuasai Taliban adalah kota Shattal di provinsi Parwan, jalan masuk barat daya ke lembah Panjshir.

Baca juga: AS Gunakan Pangkalan Rahasia CIA Evakuasi 1.000 Pasukan Komando Afghanistan

Namun, perwakilan Front Perlawanan Nasional (NRF) membantah Taliban membuat kemajuan ke lembah Panjshir.

NRF mengklaim mereka masih memegang kendali penuh atas semua jalan yang menuju Panjshir. Upaya Taliban memasuki daerah itu digagalkan oleh NRF.

"Mereka tidak berhasil dalam serangan mereka dan mereka tidak maju bahkan satu kilometer pun," ungkap juru bicara NRF Fahim Dashti.

Kedua belah pihak mengklaim telah menimbulkan kerugian besar pada musuh mereka, tetapi klaim tersebut tidak mungkin diverifikasi secara independen.

Juru bicara Taliban Mujahid mengatakan pertempuran dimulai setelah pembicaraan dengan milisi Panjshir gagal.

Menurut laporan, Taliban siap menerima gubernur mana pun yang akan ditunjuk oleh milisi lokal tetapi menuntut agar bendera 'Imarah Islam Afghanistan' dikibarkan di atas lembah tersebut.

Permintaan Taliban untuk pengibaran bendera itu ditolak oleh NRF.

Menurut Amrullah Saleh, yang kini mengangkat dirinya sebagai pelaksana presiden Afghanistan, bendera Republik Islam Afghanistan yang didukung AS, masih berkibar di Panjshir.

Saleh adalah wakil presiden di era Presiden Ashraf Ghani yang dukungan NATO dan melarikan diri dari negara itu pada 14 Agustus ketika Taliban mendekati Kabul.

Kekalahan pemerintahan Ghani memicu keributan besar-besaran dalam pengangkutan udara yang diorganisir AS.

Kebuntuan antara Taliban dan pejuang Panjshir telah muncul sejak saat itu. Pada 31 Agustus, Reuters melaporkan delapan pejuang Taliban tewas ketika mereka mencoba bergerak ke posisi NRF.

Taliban tidak mengomentari kekalahan pada saat itu, karena kelompok itu tampaknya masih mencari solusi negosiasi untuk konflik dengan pejuang Panjshir.

Pekan lalu dilaporkan milisi lokal di provinsi Baghlan utara telah mengusir anggota Taliban dari tiga distrik, hanya satu yang akan direbut kembali segera setelahnya. Taliban sekarang mengklaim telah merebut kembali ketiganya.
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pakistan Gelar Serangan...
Pakistan Gelar Serangan Darat dan Udara ke Afghanistan, 29 Tentara Taliban Tewas
Taliban Larang Warga...
Taliban Larang Warga Afghanistan Gunakan Ponsel Pintar, Jika Nekat Bakal Dihancurkan
Pakistan Gelar Serangan...
Pakistan Gelar Serangan Udara di Afghanistan, 13 Orang Tewas
Hukum Baru Taliban:...
Hukum Baru Taliban: Diamnya Gadis Perawan Berarti Persetujuan untuk Menikah
Afghanistan: Pakistan...
Afghanistan: Pakistan Bombardir Rumah Sakit Kabul, 400 Orang Tewas!
Taliban Afghanistan...
Taliban Afghanistan Terbuka untuk Dialog setelah Pakistan Bom Kota-kota Besar
Perbandingan Kekuatan...
Perbandingan Kekuatan Militer Pakistan vs Afghanistan: Bak David vs Goliath
Laporan Media: Iran...
Laporan Media: Iran - AS Sepakat Hentikan Serangan, Gelar Pertemuan Darurat di Qatar
Prancis Terpanggang!...
Prancis Terpanggang! Korban Tewas Gelombang Panas Tembus 1.000 Orang, 85% Lansia
Rekomendasi
Soroti Kejanggalan,...
Soroti Kejanggalan, Tim Hukum MNC Asia Surati KY dan MA untuk Awasi Sidang Banding Perkara CMNP
Lewat Kuliner Pilihan...
Lewat Kuliner Pilihan ShopeeFood, Aa Juju Ungkap Cerita di Balik Kuliner Legendaris Jakarta dan Bandung
Band Perunggu Bongkar...
Band Perunggu Bongkar Alasan Resign dari Pekerjaan Kantoran, Utamakan Keluarga dan Musik
Berita Terkini
Pertama Kali dalam 20...
Pertama Kali dalam 20 Tahun, Buffett Tunda Donasi ke Gates Foundation karena Kasus Epstein
Pasukan Keamanan Gaza...
Pasukan Keamanan Gaza Gagalkan Penyelundupan Narkoba Besar-besaran oleh Geng Antek Israel
Media Asing Soroti Nasib...
Media Asing Soroti Nasib Nadiem Divonis 10 Tahun Penjara: Eks Bos Gojek yang Dinyatakan Korupsi
Menteri Israel Usulkan...
Menteri Israel Usulkan Rencana Relokasi Gaza yang Libatkan Mossad
Pria Ini Bunuh Pacar,...
Pria Ini Bunuh Pacar, tapi Tewas Serangan Jantung saat Buang Mayat Korban
Apakah Gerakan Amal...
Apakah Gerakan Amal Bisa Menggantikan Hizbullah?
Infografis
Ribuan Umat Islam Inggris...
Ribuan Umat Islam Inggris Turun ke Jalan Lawan Gerakan Rasis
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved