Arab Saudi Diam-diam Dekati Taliban setelah Jadi Penguasa Afghanistan

Jum'at, 03 September 2021 - 15:26 WIB
loading...
Arab Saudi Diam-diam...
Putra Mahkota Arab Saudi Mohammad bin Salman. Saudi diam-diam mendekati Taliban yang kini jadi penguasa Afghanistan. Foto/REUTERS
A A A
RIYADH - Arab Saudi diam-diam mendekati dan memperbarui kontak dengan Taliban setelah kelompok militan itu mengambil alih kekuasaan Afghanistan. Diplomasi senyap itu mengandalkan Pakistan sebagai perantara.

Riyadh ingin mencari peran baru di Afghanistan setelah pemerintah di Kabul yang didukung Barat runtuh pada 15 Agustus lalu. Kerajaan itu tak mau kalah dengan saingannya, Qatar, yang sudah muncul sebagai perantara kekuatan utama di negara yang dilanda perang itu.

Baca juga: AS Hengkang, Taliban Kini Hadapi Perang ISIS dan Milisi Panjshir

Putra Mahkota Arab Saudi Mohammad bin Salman (MBS) dilaporkan baru-baru ini menugaskan mantan kepala intelijen, Pangeran Turki al-Faisal, untuk memperbarui kontak di antara para pemimpin Taliban yang telah berurusan dengannya lebih dari dua dekade silam.

Faisal, 76, menjabat sebagai kepala dinas intelijen Arab Saudi antara 1979 hingga 2001, dan membantu mengoordinasikan perlawanan dengan kelompok Mujahiddin Afghanistan selama invasi Uni Soviet ke negara itu.

Menurut laporan Intelligence Online, Pangeran Faisal baru-baru ini bertemu dengan Mullah Yaqoob, putra salah satu pendiri Taliban Mullah Omar, dan juga mengadakan pertemuan dengan pejabat tinggi Taliban Mullah Baradar di Qatar.

Baradar adalah kepala politik Taliban dan telah bertindak sebagai negosiator utama kelompok itu dalam pembicaraan dengan Amerika Serikat dan pemerintah Afghanistan yang telah digulingkan.

Pada hari-hari setelah pengambilalihan kekuasaan oleh Taliban, Qatar—sebuah negara yang memiliki hubungan dingin dengan Arab Saudi dalam beberapa tahun terakhir—dipuji oleh AS atas perannya dalam mengevakuasi puluhan ribu orang dari bandara Kabul.

Negara kecil Teluk itu sebelumnya juga mengizinkan Taliban untuk membuka kantor di Doha pada 2013, dengan dukungan Presiden AS saat itu Barack Obama, dan dilaporkan memiliki banyak pengaruh atas kelompok tersebut.

Para ahli mengatakan kepada Middle East Eye (MEE), Jumat (3/9/2021) bahwa sementara hubungan langsung antara Kerajaan Arab Saudi dan Taliban saat ini diyakini terbatas, Arab Saudi dapat menggunakan sekutu regionalnya; Pakistan, untuk membantu mendapatkan pengaruh dengan Taliban.

“Ada, seperti yang selalu ada, kontak dekat antara Islamabad dan Riyadh. Saya membayangkan diskusi akan berlangsung,” kata Gerald Feierstein, pensiunan duta besar dan Senior Vice President of the Middle East Institute, kepada MEE.

Sementara Arab Saudi dan Pakistan baru-baru ini mengalami ketegangan hubungan karena perbedaan kebijakan luar negeri, ada tanda-tanda bahwa hubungan itu membaik menyusul peningkatan aktivitas diplomatik.

Pada bulan Juli, bulan yang sama saat pasukan AS secara diam-diam ditarik keluar dari pangkalan udara Bagram, Afghanistan, Menteri Luar Negeri Arab Saudi Pangeran Faisal bin Farhan melakukan kunjungan ke Pakistan, dan, pada bulan Agustus, Jenderal Fayyadh bin Hameed al-Rowailly, Kepala Staf umum Kerajaan bertemu dengan Presiden Imran Khan.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Bicara dengan Presiden...
Bicara dengan Presiden Iran, PM Pakistan Desak AS dan Iran Komitmen pada Pakta Perdamaian
Nasib Apes Pesawat Boeing...
Nasib Apes Pesawat Boeing 737 Hilang Kontak, Ditemukan Jadi Puing-puing di Laut Arab
Ini Pemicu Utama Serangan...
Ini Pemicu Utama Serangan AS ke Iran
9 Fakta Diplomasi Ayat...
9 Fakta Diplomasi Ayat Suci Al-Quran pada Pemakaman Khamenei, Kirim Sinyal Bedakan Siapa Sekutu dan Musuh
Ayat Al-Quran tentang...
Ayat Al-Qur'an tentang Perang Badar dalam Seremoni Pemakaman Khamenei, Pujian atau Ejekan untuk Arab Saudi?
Raja Salman dan Mohammed...
Raja Salman dan Mohammed bin Salman Sampaikan Belasungkawa Meski Tak Melayat untuk Khamenei
Senapan Tentara Arab...
Senapan Tentara Arab Saudi Bakal Diproduksi PT Pindad, Prabowo: Senjata Kita Teruji
Diiringi Jutaan Pelayat,...
Diiringi Jutaan Pelayat, Jenazah Ali Khamenei Dimakamkan di Kota Mashhad
Israel Siapkan Serangan...
Israel Siapkan Serangan Besar ke Iran, Kepala Staf IDF: Bersiaplah!
Rekomendasi
Febrie Adriansyah Mundur,...
Febrie Adriansyah Mundur, Jaksa Agung Tunjuk Rudi Margono Jadi Plt Jampidsus
Tambahan Upah Pungut...
'Tambahan Upah Pungut Kae Ono Tho' Jadi Bahasa Kode Bupati Etik Suryani Peras Pegawai BPKAD
Jalur Mandiri Ujian...
Jalur Mandiri Ujian Tulis UNJ 2026 Masih Buka Pendaftaran, Simak Persyaratannya
Berita Terkini
Iran Akui Melakukan...
Iran Akui Melakukan Kesalahan Menembaki Kapal Tanker di Selat Hormuz
Ini Reaksi 9 Pemimpin...
Ini Reaksi 9 Pemimpin Negara NATO setelah Menerima Hadiah Pistol dari Erdogan
Bagaimana Rencana Baru...
Bagaimana Rencana Baru Iran Bunuh Trump Terungkap?
AS dan Iran Akan Kembali...
AS dan Iran Akan Kembali ke Meja Perundingan, tapi Trump punya 1 Syarat, Apa Itu?
Iran Ungkap Kelompok...
Iran Ungkap Kelompok Garis Keras yang Sesat Tembaki Kapal untuk Rusak Negosiasi dengan AS
Trump Ungkap 1.000 Rudal...
Trump Ungkap 1.000 Rudal Diarahkan ke Iran Jika Dia Dibunuh
Infografis
AS Jual Rudal AMRAAM...
AS Jual Rudal AMRAAM ke Arab Saudi Senilai Rp57,6 Triliun
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved