AS Hengkang, Taliban Kini Hadapi Perang ISIS-K dan Milisi Panjshir

Jum'at, 03 September 2021 - 08:59 WIB
loading...
AS Hengkang, Taliban...
Para milisi Taliban menduduki istana presiden Afghanistan setelah Presiden Ashraf Ghani melarikan diri, Minggu (15/8/2021). Foto/Screenshot Al Jazeera/Twitter @latikambourke
A A A
KABUL - Hengkangnya Amerika Serikat (AS) dari Afghanistan setelah hampir 20 tahun telah menjadikan Taliban sebagai satu-satunya otoritas di Kabul. Namun, penguasa baru itu kini menghadapi perang dari dua kubu, yakni kelompok ISIS Khorasan atau ISIS-K dan milisi Lembah Panjshir.

ISIS-K mengaku bertanggung jawab atas serangan bom bunuh diri di gerbang Bandara Internasional Hamid Karzai, Kabul, pada 27 Agustus yang menewaskan 13 tentara AS dan sedikitnya 170 warga Afghanistan. Kekacauan yang terjadi setelah serangan bom bunuh diri itu merusak kredibilitas Taliban yang telah berusaha keras sebagai penjamin keamanan dan stabilitas di sekitar bandara Kabul sementara AS dan sekutunya menyelesaikan evakuasi.

Baca juga: Hengkang dari Afghanistan, AS Dianggap Bukan Lagi Negara Adidaya

Ketika Taliban masuk ke Kabul hampir tanpa perlawanan ketika AS dan sekutunya, termasuk pemerintah terguling Afghanistan, dengan panik mencoba untuk mengevakuasi diri dari negara itu, Taliban meyakinkan AS bahwa mereka akan melindungi Kabul dan bandara serta memberikan stabilitas yang sangat dibutuhkan ke kota yang terkepung.

Serangan ISIS secara langsung melemahkan pesan itu dan membuka pertanyaan apakah Taliban dapat menjalankan otoritas dan kontrolnya atas populasi resistif dengan ISIS-K dalam serangan dan gerakan perlawanan yang sedang berkembang di Lembah Panjshir.

Ketidakstabilan yang mungkin disebabkan oleh kebangkitan ISIS-K melemahkan argumen utama Taliban dalam menandatangani perjanjian Doha 2020 dengan Amerika Serikat, di mana kelompok itu meyakinkan AS bahwa Afghanistan tidak akan lagi menjadi tempat yang aman bagi teroris untuk melancarkan serangan terhadap Amerika dan sekutunya. Sebagai imbalannya, AS atau sekutunya menarik total pasukannya.

Ketika penarikan pasukan AS dan sekutunya bergerak cepat, serangan ISIS-K di bandara itu strategis dan diperhitungkan.

"Serangan ISIS kemungkinan memiliki beberapa tujuan, termasuk mengganggu operasi AS di bandara dan mempermalukan Taliban ketika Taliban mencoba menjauhkan diri dari kelompok teroris dan menggambarkan dirinya mampu memberikan keamanan di seluruh negeri," kata Charles Thorson, analis keamanan di RANE, kepada Fox News, Jumat (3/9/2021).

“Serangan itu juga mungkin memiliki tujuan jangka panjang untuk mendorong perekrutan dan menghidupkan kembali citra ISIS dalam komunitas jihad global di tengah kejatuhan kelompok itu di Irak dan Suriah," lanjut Thorson.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Trump akan Bicara dengan...
Trump akan Bicara dengan Hizbullah jika Presiden Lebanon Mau
Menlu Rubio Ungkap AS...
Menlu Rubio Ungkap AS Masih Bersedia Negosiasi dengan Iran
RUU Integrasi Militer...
RUU Integrasi Militer AS-Israel Dianggap Ancaman Eksistensial, Anggota Kongres Diseru Menolak
Trump Setujui Kesepakatan...
Trump Setujui Kesepakatan Nuklir Arab Saudi yang Memungkinkan Pengayaan Uranium
Trump Ingin Terus Serang...
Trump Ingin Terus Serang Iran dari Pangkalan Militer Inggris
Menhan AS Hegseth Ungkap...
Menhan AS Hegseth Ungkap Biaya Perang Melawan Iran Sejauh Ini Sebesar Rp672 Triliun
Arus Kas ETF Bitcoin...
Arus Kas ETF Bitcoin Tembus Rp1,36 Triliun di Pertengahan Juli 2026
Koalisi Militer Islam...
Koalisi Militer Islam Gandeng PBB Latih Palestina dan Chad Perangi Pendanaan Terorisme
Tegas! Wali Kota New...
Tegas! Wali Kota New York Zohran Mamdani: Netanyahu Penjahat Perang!
Rekomendasi
Rekam Jejak Komjen Karyoto,...
Rekam Jejak Komjen Karyoto, dari Pemberantasan Korupsi hingga Jaga Stabilitas Keamanan Nasional
Pimpin Gerakan ASRI...
Pimpin Gerakan ASRI di Banyuwangi, Safrizal Ajak Masyarakat Bangun Budaya Kebersihan
Airlangga Sangkal PFII...
Airlangga Sangkal PFII Jadi Surga Pencucian Uang: Bukan untuk Dana-dana Gelap
Berita Terkini
Trump Setujui Arab Saudi...
Trump Setujui Arab Saudi Perkaya Uranium, Mungkinkan Riyadh Memiliki Bom Nuklir?
Gunakan Semut Jadi Hiasan...
Gunakan Semut Jadi Hiasan Makanan, Pemilik Restoran Berbintang Michelin Ini Dipenjara
Apa Itu Kokushobi? Cuaca...
Apa Itu Kokushobi? Cuaca Ekstrem yang Terjadi Pertama Kalinya di Jepang
Anggaran Perang AS Membengkak,...
Anggaran Perang AS Membengkak, Pakar Militer Ini Sebut Pentagon Kurang Transparan
Sistem Pertahanan Udara...
Sistem Pertahanan Udara Sudah Diaktifkan, tapi Belum Ada Serangan AS ke Teheran
CIA Akui Agresi AS ke...
CIA Akui Agresi AS ke Iran Gagal Total, Ini 4 Indikatornya
Infografis
Bagher Ghalibaf, Negosiator...
Bagher Ghalibaf, Negosiator Iran dan Tangan Kanan Mojtaba yang Mampu Tundukkan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved