Marahnya Jenderal Milley karena 13 Tentara AS Tewas Dibom di Kabul

Kamis, 02 September 2021 - 11:09 WIB
loading...
Marahnya Jenderal Milley...
Ketua Kepala Staf Gabungan AS, Jenderal Mark Milley, berbagi kesedihan dan kemarahan atas tewasnya 13 tentara AS akibat serangan bom bunuh diri ISIS-K di Kabul. Foto/. Foto/REUTERS/Evelyn Hockstein
A A A
WASHINGTON - Jenderal Mark Milley, Ketua Kepala Staf Gabungan Amerika Serikat (AS), mengatakan dia berbagi "rasa sakit dan kemarahan" serta emosi yang campur aduk dari banyak orang di militer. Kemarahannya dipicu oleh kematian 13 tentara Amerika akibat serangan bom bunuh diri ISIS-K saat evakuasi di bandara Kabul, Afghanistan , pekan lalu.

Hampir 2.500 orang Amerika tewas dalam perang terpanjang Amerika Serikat, termasuk yang terbaru 13 tentara akibat serangan bom bunuh diri di gerbang bandara Kabul. Banyak dari mereka masih bayi ketika serangan 11 September 2001 terjadi, memicu konflik hampir 20 tahun yang lalu.

Baca juga: Jenderal Tertinggi AS Ngotot Serangan Rudal di Kabul Tewaskan Teroris ISIS-K

Taliban, yang digulingkan Amerika dari kekuasaan pada awal perang dan diperjuangkan selama dua dekade, mengambil alih negara itu bulan lalu setelah militer Afghanistan yang dilatih AS runtuh.

"Rasa sakit dan kemarahan saya berasal dari keluarga yang berduka, sama seperti para prajurit yang berada di lapangan," kata Jenderal Angkatan Darat Mark Milley kepada wartawan hari Rabu, yang dilansir Reuters, Kamis (2/9/2021).

Militer AS telah menyelesaikan penarikan dirinya dari Afghanistan pada Senin malam.

Jenderal Milley membuat komentar tersebut pada konferensi pers yang lebih muram daripada perayaan. Dalam sambutan pembukaannya, Milley mengatakan: "Tidak ada kata-kata yang saya atau menteri (pertahanan) atau presiden atau siapa pun akan pernah lakukan untuk membawa orang mati kembali."
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Warga China dan Rusia...
Warga China dan Rusia Berlomba Melahirkan Bayi di AS demi Status Kewarganegaraan
Perjanjian Damai Iran...
Perjanjian Damai Iran Jadi Kekalahan Paling Memalukan bagi AS, Ini 3 Alasannya
Beijing: Asing Mata-matai...
Beijing: Asing Mata-matai China, Gunakan Kura-kura dan Ikan yang Dipasang Sensor
Pemimpin Oposisi Zionis:...
Pemimpin Oposisi Zionis: Kesepakatan Damai AS-Iran Berarti Tak Satu Pun Tujuan Perang Israel Tercapai
Uni Emirat Arab Bayar...
Uni Emirat Arab Bayar Iran Rp355,5 Triliun agar Berhenti Menyerang
AS Habisi Bos Geng Tren...
AS Habisi Bos Geng Tren de Aragua, Markasnya di Venezuela Dibom hingga Berkeping-keping
5 Negara Produsen Jet...
5 Negara Produsen Jet Tempur Terbesar di Dunia
Indonesia Perkuat Kerja...
Indonesia Perkuat Kerja Sama Sosial Ekonomi Perbatasan dengan Malaysia
Erdogan: Israel Makin...
Erdogan: Israel Makin Berani karena Dunia Bungkam
Rekomendasi
Limbad Jenguk Haji Bolot...
Limbad Jenguk Haji Bolot di Rumah Sakit, Doakan Sang Komedian Cepat Sembuh
Presiden Jerman Kunjungi...
Presiden Jerman Kunjungi Indonesia, Dijadwalkan ke Istiqlal dan Katedral
Sensus Ekonomi 2026...
Sensus Ekonomi 2026 Resmi Dimulai Besok 15 Juni 2026, Usaha Nasional Didata Tanpa Terkecuali
Berita Terkini
Warga China dan Rusia...
Warga China dan Rusia Berlomba Melahirkan Bayi di AS demi Status Kewarganegaraan
Perjanjian Damai Iran...
Perjanjian Damai Iran Jadi Kekalahan Paling Memalukan bagi AS, Ini 3 Alasannya
Setelah 4 Bulan Berperang,...
Setelah 4 Bulan Berperang, Ini 7 Hal yang Membuat Iran Lebih Kuat
Berlatih di Tijuana,...
Berlatih di Tijuana, Timnas Iran Dikawal 300 Pasukan Elite Meksiko
Jika Dicairkan, Aset...
Jika Dicairkan, Aset Beku Iran Jadi Oksigen Segar untuk Kebangkitan Ekonomi Iran
Militerisasi Jepang...
Militerisasi Jepang dan Bahaya Radiasi Radio Aktif
Infografis
6 Pulau yang Jadi Target...
6 Pulau yang Jadi Target Invasi Darat AS di Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved