Siapa Saja Calon Paus Berikutnya dan Bagaimana Proses Seleksinya?

Senin, 21 April 2025 - 16:28 WIB
loading...
Siapa Saja Calon Paus...
Sejumlah kardinal yang bisa dicalonkan sebagai pengganti Paus Fransiskus yang meninggal dunia. Foto/aljazeera
A A A
VATIKAN - Paus Fransiskus meninggal pada Senin pagi (21/4/2025), Vatikan mengumumkan kabar duka itu beberapa hari setelah ia keluar dari rumah sakit setelah menjalani perawatan untuk infeksi pernapasan yang kompleks.

Ia berusia 88 tahun saat menghembuskan nafas terakhirnya. Kematiannya, 12 tahun setelah ia dinyatakan sebagai paus, telah memicu pertanyaan baru tentang siapa yang akan menggantikannya sebagai pemimpin Gereja Katolik, salah satu lembaga keagamaan tertua dan terbesar dengan hingga 1,39 miliar pengikut.

Berikut ini yang perlu Anda ketahui tentang apa yang mungkin terjadi setelah Paus Fransiskus, yang cita-cita keadilan sosial dan visi globalnya telah mengubah Gereja.

Siapa yang akan Jadi Paus Berikutnya?


Penggantinya belum dipilih. Dewan Kardinal, yang terdiri dari pendeta Katolik senior, banyak yang ditunjuk oleh Fransiskus sendiri, akan memilih paus berikutnya.

Agar memenuhi syarat, seorang kandidat harus menjadi seorang Katolik Roma laki-laki yang dibaptis, meskipun selama berabad-abad, para kardinal secara eksklusif memilih seseorang dari jajaran mereka.

Saat ini ada lebih dari 240 kardinal di seluruh dunia. Mereka biasanya memegang gelar tersebut seumur hidup.

Bagaimana Paus Baru Dipilih?


Para kardinal yang berusia di bawah 80 tahun, saat paus meninggal atau mengundurkan diri, memberikan suara dalam apa yang dikenal sebagai konklaf kepausan.

Untuk mencegah pengaruh luar, konklaf tersebut mengunci diri di Kapel Sistina dan berunding tentang calon penggantinya.

Meskipun jumlah elektor paus biasanya dibatasi hingga 120, saat ini ada 138 pemilih yang memenuhi syarat.

Para anggotanya memberikan suara mereka melalui pemungutan suara rahasia, proses yang diawasi sembilan kardinal yang dipilih secara acak.

Mayoritas dua pertiga secara tradisional diperlukan untuk memilih paus baru, dan pemungutan suara berlanjut hingga ambang batas ini terpenuhi.

Setelah setiap putaran, surat suara dibakar dengan bahan kimia, menghasilkan asap hitam atau putih, yang memberi sinyal kepada dunia tentang hasilnya.

Asap hitam menandakan belum ada keputusan yang dibuat, sementara asap putih berarti paus baru telah terpilih.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Momen Terakhir Wanita...
Momen Terakhir Wanita Tewas dalam Bungee Jumping 39 Meter: 'Bernapas Terengah-engah'
Sinifikasi Agama di...
Sinifikasi Agama di China Menguat, Gereja Katolik Patriotik Jadi Sorotan
Investigasi Media: Gereja...
Investigasi Media: Gereja Katolik Spanyol Dilanda Pedofil, 3.084 Orang Jadi Korban
Paus Leo Sebut Perang...
Paus Leo Sebut Perang di Timur Tengah sebagai Skandal, Desak Gencatan Senjata Segera
Aturan Baru China Wajibkan...
Aturan Baru China Wajibkan Uskup dan Pastor Serahkan Paspor
Mantan PM Bangladesh...
Mantan PM Bangladesh Khaleda Zia Meninggal setelah Menderita Banyak Penyakit
Keluarga Bantah Kabar...
Keluarga Bantah Kabar Haji Bolot Meninggal Dunia, Cucu: Hoaks!
China Hadapi “Epidemi”...
China Hadapi “Epidemi” Baru, Lonjakan Kematian Usia Muda Picu Kekhawatiran Publik
Makin Brutal, Pemukim...
Makin Brutal, Pemukim Ilegal Israel Bakar 2 Masjid di Tepi Barat
Rekomendasi
Eksekusi Hotel Sultan...
Eksekusi Hotel Sultan Ricuh, Simpatisan Lempari Polisi dan TNI dengan Batu
Volkswagen Memangkas...
Volkswagen Memangkas Produksi Pabriknya di Jerman, Ini Pertimbangan
Bawa Archie dan Lilibet...
Bawa Archie dan Lilibet ke Inggris, Pangeran Harry Berharap Bisa Bertemu Raja Charles
Berita Terkini
Iran Nyatakan Menang...
Iran Nyatakan Menang Perang Melawan AS dan Israel
10 Negara dengan Harga...
10 Negara dengan Harga Bensin Termurah di Dunia, Ada yang Hanya Rp427 Per Liter
Arab Saudi Kebut Pembangunan...
Arab Saudi Kebut Pembangunan Jeddah Tower 1.000 Meter, Gedung Tertinggi di Dunia Kalahkan Burj Khalifa
Trump: AS Harus Kembalikan...
Trump: AS Harus Kembalikan Uang Iran atau Kepercayaan Dunia pada Dolar Rusak
Analis Israel: Netanyahu...
Analis Israel: Netanyahu Pembohong yang Dipermalukan Trump dalam Kesepakatan AS-Iran
AS Identifikasi 8 Awak...
AS Identifikasi 8 Awak Tewas dalam Jatuhnya Bomber Nuklir B-52, Ini Daftarnya
Infografis
5 Alasan Perdamaian...
5 Alasan Perdamaian Amerika Serikat dan Iran Sulit Terwujud
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved