Pesawat Terakhir AS Hengkang, Perang Afghanistan Berakhir

Selasa, 31 Agustus 2021 - 07:12 WIB
loading...
Pesawat Terakhir AS...
Para pengungsi antre menaiki Boeing C-17 Globemaster III AS selama evakuasi di Bandara Internasional Hamid Karzai, Kabul, Afghanistan, 23 Agustus 2021. Foto/US Marine Corps/Sgt. Isaiah Campbell
A A A
KABUL - Tiga pesawat angkut militer terakhir Amerika Serikat (AS) telah meninggalkan Bandara Internasional Hamid Karzai di Kabul tepat sebelum batas waktu 31 Agustus. Hengkangnya penerbangan terakhir Amerika ini resmi mengakhiri perang di Afghanistan yang sudah hampir 20 tahun.

Komando Pusat (CENTCOM) AS mengonfirmasi bahwa Washington secara resmi telah mengakhiri penarikan Amerika dari Afghanistan.

Baca juga: Viral, Milisi Taliban Muncul di Belakang Penyiar TV Afghanistan saat Live

Komandan CENTCOM Jenderal Kenneth McKenzie mengatakan pesawat angkut C-17 Globemaster terakhir lepas landas dari Kabul pada Senin pukul 15.29 waktu Pantai Timur AS. "Ini penyelesaian penarikan kami dari Afghanistan," katanya.

Dengan keberangkatan penerbangan militer terakhir AS, Jenderal McKenzie mengatakan setiap anggota militer AS kini telah meninggalkan Afghanistan.

Namun, dia mengakui bahwa AS tidak berhasil mengevakuasi semua orang yang diinginkannya.

Para jurnalis yang bertugas di Afghanistan ramai-ramai melaporkan berakhirnya perang panjang Amerika di negara itu.

"Perang berlangsung 19 tahun, 10 bulan dan 25 hari,"kata koresponden Russia Today, Murad Gazdiev, yang melaporkan dari Kabul, Selasa (31/8/2021).

"Perang sudah berakhir. Pasukan terakhir Amerika baru saja meninggalkan bandara Kabul. Taliban menang."

Editor Newsweek, Naveed Jamali, mengutip seorang pejabat AS yang tak disebutkan namanya, juga melaporkan tentang penerbangan terakhir AS yang berangkat dari Kabul. "Pesawat terakhir adalah roda ke atas. Perang telah berakhir,” katanya.

Beberapa menit sebelumnya, seorang reporter CNN melaporkan tiga pesawat angkut C-17 terakhir telah lepas landas dari Bandara Internasional Hamid Karzai dan diyakini menjadi akhir dari kehadiran AS di Afghanistan.

Baca juga: Haramkan Musik, Taliban Bunuh Penyanyi Folk Afghanistan Fawad Andarabi

Jurnalis Afghanistan, Masoom Ghaznavi, mem-posting apa yang dia sebut "gambar terakhir pendudukan negara kita", yang menunjukkan pasukan AS bersiap untuk meninggalkan bandara.

"Semua pasukan pendudukan asing menarik diri dari negara ini beberapa saat yang lalu," imbuh laporan Voice of America mengutip seorang pejabat Taliban.

Apa yang semula dibayangkan sebagai keberangkatan tertib pasukan terakhir dan diplomat AS telah berubah menjadi perebutan kekuasaan yang dramatis pada 15 Agustus, ketika pemerintah Afghanistan yang didukung AS menyerah dan Taliban dengan cepat mengambil alih negara itu, termasuk ibu kota nasional, Kabul.

Kerumunan orang Afghanistan menyerbu lapangan terbang, beberapa di antaranya berhasil masuk ke pesawat angkut yang membawa pasukan AS, yang lain berpegangan pada roda dan sayap saat pesawat pergi yang berakhir dengan kematian.

Lebih dari 130.000 orang diterbangkan oleh AS dan sekutunya selama dua minggu berikutnya, sebagian besar dari mereka adalah warga Afghanistan yang mencari perlindungan di Barat.
(min)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Ini Keunggulan Pesawat...
Ini Keunggulan Pesawat Pengebom B-52 vs Tu-22M3 yang Jatuh pada Hari yang Sama
Pasokan Senjata Rapuh,...
Pasokan Senjata Rapuh, Presiden Trump Dorong Produksi Massal
2 Pesawat Pengebom Nuklir...
2 Pesawat Pengebom Nuklir dari 2 Negara Adikuasa yang Bermusuhan Jatuh di Hari yang Sama
Iran Kecam Perlakuan...
Iran Kecam Perlakuan Buruk AS di Piala Dunia: Tim yang Paling Ditindas
Iran dan Oman Tegaskan...
Iran dan Oman Tegaskan Komitmen Navigasi Maritim Aman melalui Selat Hormuz setelah Kesepakatan dengan AS
Trump Tegaskan Tanpa...
Trump Tegaskan Tanpa AS, Tidak akan Ada Israel, Netanyahu Harus Lebih Tanggung Jawab
Larangan Perangkat Lunak...
Larangan Perangkat Lunak AS Bikin Susah Banyak Produsen Mobil
Trump Sebut Kesepakatan...
Trump Sebut Kesepakatan Damai dengan Iran Akan Ditandatangani pada Minggu, Ini Respons Teheran
Wapres AS Sebut Iran...
Wapres AS Sebut Iran Bisa Dapat Banyak Manfaat jika Mau Berdamai, tapi...
Rekomendasi
Pegadaian Kanwil IX...
Pegadaian Kanwil IX Jakarta 2 Gelar Khitanan Massal Gratis di Dua Lokasi
Ancam Ritel dan Perbankan,...
Ancam Ritel dan Perbankan, Penipuan 'Gift Card' Digital Kian Sulit Terdeteksi
Prabowo Apresiasi Pelaksanaan...
Prabowo Apresiasi Pelaksanaan Haji 2026, Beri Catatan Ini untuk Tahun Depan
Berita Terkini
Ini Keunggulan Pesawat...
Ini Keunggulan Pesawat Pengebom B-52 vs Tu-22M3 yang Jatuh pada Hari yang Sama
IRGC Seharusnya Jadi...
IRGC Seharusnya Jadi Teladan bagi Negara Muslim di Seluruh Dunia
G7 Kini Fokus Memusuhi...
G7 Kini Fokus Memusuhi Rusia, Trump: Ini Perang yang Mudah Diselesaikan
Pasokan Senjata Rapuh,...
Pasokan Senjata Rapuh, Presiden Trump Dorong Produksi Massal
Fregat Rusia Tembaki...
Fregat Rusia Tembaki Kapal Pesiar Inggris, Starmer: Tindakan Sembrono
2 Pesawat Pengebom Nuklir...
2 Pesawat Pengebom Nuklir dari 2 Negara Adikuasa yang Bermusuhan Jatuh di Hari yang Sama
Infografis
37 Pesawat AS Hancur...
37 Pesawat AS Hancur dan Rusak dalam Perang Iran, Kerugian Rp28 Triliun
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved