Dalam 24 Jam, Ratusan Siswa Nigeria Korban Penculikan Dibebaskan
Sabtu, 28 Agustus 2021 - 09:00 WIB
loading...
A
A
A
“Kebahagiaannya tidak bisa diukur,” kata Yahya Aliyu Babangida (54) seorang guru yang dua anaknya berusia 7 dan 17 tahun termasuk di antara mereka yang diculik dari Sekolah Islam Salihu Tanko di Tegina pada akhir Mei.
KKB pada awalnya menculik bahkan anak-anak prasekolah, hanya untuk meninggalkan mereka ketika mereka tidak bisa mengikuti di hutan terdekat. Beberapa yang menghabiskan berbulan-bulan di penyekapan baru berusia 4 tahun, dan pihak berwenang mengatakan pada hari Jumat bahwa satu anak telah meninggal selama penculikan itu. Beberapa lainnya menjalani perawatan medis setelah dibebaskan Kamis malam.
“Mereka terpapar cuaca yang keras ini, tidak ada makanan, nyamuk di mana-mana,” ungkapnya.
“Beberapa dari mereka tidak pernah berada di luar kenyamanan rumah mereka,” imbuhnya.
Berita pembebasan anak-anak itu dirayakan di seluruh Nigeria, di mana penculikan telah meningkatkan tekanan pada pemerintah untuk berbuat lebih banyak guna mengamankan fasilitas pendidikan di daerah terpencil.
Tetapi pertanyaan tetap ada pada hari Jumat tentang berapa banyak uang tebusan yang telah dibayarkan untuk menjamin pembebasan anak-anak itu, dan jika demikian apakah hal itu dapat memicu penculikan lebih lanjut oleh kelompok bersenjata tak dikenal yang secara lokal disebut sebagai bandit.
Baca juga: Putus Asa, Warga Nigeria Jual Rumah dan Tanah untuk Menebus Anaknya yang Diculik
Muhammad Musa Kawule (42) mengakui membayar perantara dengan harapan bisa mengamankan kebebasan putrinya yang berusia 6 tahun.
KKB pada awalnya menculik bahkan anak-anak prasekolah, hanya untuk meninggalkan mereka ketika mereka tidak bisa mengikuti di hutan terdekat. Beberapa yang menghabiskan berbulan-bulan di penyekapan baru berusia 4 tahun, dan pihak berwenang mengatakan pada hari Jumat bahwa satu anak telah meninggal selama penculikan itu. Beberapa lainnya menjalani perawatan medis setelah dibebaskan Kamis malam.
“Mereka terpapar cuaca yang keras ini, tidak ada makanan, nyamuk di mana-mana,” ungkapnya.
“Beberapa dari mereka tidak pernah berada di luar kenyamanan rumah mereka,” imbuhnya.
Berita pembebasan anak-anak itu dirayakan di seluruh Nigeria, di mana penculikan telah meningkatkan tekanan pada pemerintah untuk berbuat lebih banyak guna mengamankan fasilitas pendidikan di daerah terpencil.
Tetapi pertanyaan tetap ada pada hari Jumat tentang berapa banyak uang tebusan yang telah dibayarkan untuk menjamin pembebasan anak-anak itu, dan jika demikian apakah hal itu dapat memicu penculikan lebih lanjut oleh kelompok bersenjata tak dikenal yang secara lokal disebut sebagai bandit.
Baca juga: Putus Asa, Warga Nigeria Jual Rumah dan Tanah untuk Menebus Anaknya yang Diculik
Muhammad Musa Kawule (42) mengakui membayar perantara dengan harapan bisa mengamankan kebebasan putrinya yang berusia 6 tahun.
Lihat Juga :