Mantan Menteri Komunikasi Afghanistan Kini Jadi Kurir Sepeda di Jerman

Jum'at, 27 Agustus 2021 - 17:40 WIB
loading...
Mantan Menteri Komunikasi...
Mantan Menteri Komunikasi Afghanistan Syed Sadaat jadi kurir sepeda di Jerman. Foto/sencynews.com
A A A
LEIPZIG - Syed Sadaat adalah menteri komunikasi pemerintah Afghanistan sebelum pindah ke Jerman pada September lalu.

Saat pindah ke Jerman, dia memiliki harapan besar untuk meraih masa depan yang lebih baik. Dia sekarang menjadi kurir sepeda di kota metropolitan Leipzig di Jerman.

Mantan Menteri Komunikasi Afghanistan Kini Jadi Kurir Sepeda di Jerman


Dia mengaku dikritik oleh beberapa orang di rumah karena mengambil pekerjaan sebagai kurir sepeda setelah memegang jabatan prestisius di pemerintahan Afghanistan selama 2 tahun.

Baca juga: Staf Tinggalkan Dokumen Warga Afghanistan yang Kerja di Kedubes Inggris di Kabul

Jabatan sebagai menteri komunikasi ditinggalkannya pada 2018. Namun sekarang baginya, pekerjaan adalah masalah angka.

Baca juga: Taliban: Ledakan Tambahan di Kabul adalah Ulah Pasukan Amerika Serikat

“Saya tidak merasa bertanggung jawab apa-apa,” ungkap pria berusia 49 tahun itu, berdiri dengan seragam oranye di samping sepedanya.

Baca juga: NATO Salahkan Taliban, AS Malah Beri Info Intelijen pada Taliban Soal ISIS

Dalam beberapa kesempatan, mantan Menteri Komunikasi Afghanistan Syed Sadaat duduk bersama dengan perlengkapannya saat bekerja untuk layanan makanan Lieferando.

“Saya berharap para politisi yang lain bahkan akan mengikuti jalan yang sama, bekerja dengan masyarakat umum dan tidak pernah bersembunyi begitu saja,” ungkap dia.

Kisahnya turut mengungkap kekacauan yang terjadi di negara asalnya setelah Taliban merebut kekuasaan.

Keluarga dan teman-temannya juga ingin pergi dari Afghanistan, berharap dapat menumpang bersama puluhan ribu orang lain dalam penerbangan evakuasi atau mencari rute lain keluar dari negara itu.

Karena penarikan pasukan AS semakin mendekati batas waktu, jumlah orang Afghanistan yang mencari suaka di Jerman telah meningkat lebih dari 130% sejak awal tahun, sebagai tanggapan terhadap Federal Workplace for Migration and Refugees.

Namun sesuai masa lalunya, Sadaat berjuang keras mencari pekerjaan di Jerman yang sesuai dengan keahliannya.

Dengan keahlian di bidang informasi dan telekomunikasi, Sadaat berharap mencari pekerjaan di bidang terkait. Namun tampaknya kemungkinannya sangat tipis.

“Bahasa adalah bagian yang sangat kuat,” papar Sadaat yang juga memiliki kewarganegaraan Inggris.

Setiap hari dia mempelajari bahasa Jerman selama 4 jam di fakultas bahasa sebelum memulai shift malam enam jam mengantarkan makanan untuk Lieferando, tempat dia memulainya pada musim panas ini.

“Beberapa hari pertama mendebarkan dan sulit,” ungkap dia, menggambarkan masalah belajar mengendarai sepeda di kota besar.

“Semakin Anda keluar dan semakin banyak orang yang Anda lihat, semakin banyak Anda diajar,” pungkas dia.
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Menhan Negara NATO Salahkan...
Menhan Negara NATO Salahkan Trump atas Penutupan Selat Hormuz
Taliban Larang Warga...
Taliban Larang Warga Afghanistan Gunakan Ponsel Pintar, Jika Nekat Bakal Dihancurkan
Inggris, Prancis, Jerman,...
Inggris, Prancis, Jerman, dan Italia Siap Cabut Sanksi Teheran setelah Kesepakatan Damai AS-Iran
Jenderal Jerman Ancam...
Jenderal Jerman Ancam Serang Dahsyat Rusia: Kami Siap Bertempur Malam Ini
Jenderal Jerman Duga...
Jenderal Jerman Duga Rusia Bakal Kerahkan Senjata Nuklir ke Luar Angkasa, Bisa Picu Kiamat Satelit
Eks Kepala AL Jerman:...
Eks Kepala AL Jerman: Uni Eropa Bisa 'Berjalan Tanpa Sadar' Menuju Perang Melawan Rusia
Jamu Presiden Steinmeier,...
Jamu Presiden Steinmeier, Prabowo Sebut Jerman Jadi Inspirasi Inovasi Teknologi
Hadiri LCAW 2026, Menteri...
Hadiri LCAW 2026, Menteri Jumhur Sampaikan Salam Presiden Prabowo kepada Raja Charles di London
Balas Dendam, Iran Hujani...
Balas Dendam, Iran Hujani Pangkalan Militer AS di Kuwait dan Bahrain dengan Rudal dan Drone
Rekomendasi
Carlos Ghosn Klaim Cuma...
Carlos Ghosn Klaim Cuma Dirinya yang Bisa Memperbaiki Nissan
INDEF: Pemerintah Perlu...
INDEF: Pemerintah Perlu Evaluasi Kebijakan Ekonomi dan Perkuat Kolaborasi
Prabowo Respons Usulan...
Prabowo Respons Usulan Tambahan Beasiswa Doktor bagi Dosen: Akan Kita Tindak Lanjuti
Berita Terkini
Ancaman Nyata Zionis...
Ancaman Nyata Zionis Bukan Iran, Industri Militer Israel Berlomba Melawan Drone Hizbullah
3 Alasan Iran Serang...
3 Alasan Iran Serang Kuwait dan Bahrain, Ada Pergerakan Membantu Militer AS
7 Pemimpin yang Mengubah...
7 Pemimpin yang Mengubah Dunia, Fatima al Fihri yang Mendirikan Kampus Pertama di Dunia
Iran Buat Senjata yang...
Iran Buat Senjata yang Lebih Canggih selama Perang dengan AS-Israel, Ini Bocorannya
Helikopter Saudi Aramco...
Helikopter Saudi Aramco Jatuh, 14 Orang Tewas
Ingin Kendalikan Selat...
Ingin Kendalikan Selat Hormuz, Iran Serukan Kerangka Keamanan dengan Negara Arab
Infografis
6 Pulau yang Jadi Target...
6 Pulau yang Jadi Target Invasi Darat AS di Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved