Taliban Blokir Jalan ke Bandara Kabul untuk Warga Afghanistan

Rabu, 25 Agustus 2021 - 00:01 WIB
loading...
Taliban Blokir Jalan...
Orang-orang masih menunggu di sekitar Bandara Internasional Hamid Karzai, Kabul, Afghanistan, 24 Agustus 2021. Foto/anadolu
A A A
KABUL - Taliban saat ini memblokir jalan menuju Bandara Kabul untuk semua warga Afghanistan . Taliban hanya mengizinkan warga asing untuk melintas ke bandara.

Selama ini pasukan NATO mengevakuasi warga asing dan warga Afghanistan yang dulu membantu operasi pasukan aliansi dan yang sekarang takut akan pembalasan dari Taliban.

Taliban sebelumnya berjanji membiarkan semua orang yang ingin meninggalkan negara itu mendatangi bandara kabul.

Baca juga: Tolak Pengungsi, Putin: Kami Tak Ingin Militan Afghanistan di Rusia

“Pasukan Taliban telah memblokir jalan menuju Bandara Kabul,” ungkap juru bicara Taliban Zabiullah Mujahid.

Baca juga: Bos CIA Diam-diam Bertemu Pemimpin Taliban di Kabul

Juru bicara itu menambahkan, “Mulai sekarang, hanya warga negara asing yang akan diizinkan melakukan perjalanan ke bandara.”

Baca juga: Kepala Dewan HAM PBB Kantongi Bukti Taliban Eksekusi Warga Sipil

Bandara Kabul menjadi satu-satunya jalan keluar dari negara itu yang tidak melibatkan penyeberangan pos pemeriksaan Taliban.

Mujahid menambahkan bahwa semua evakuasi yang dilakukan negara-negara Barat harus diselesaikan pada 31 Agustus, setelah itu Taliban tidak akan lagi mengizinkan warga Afghanistan meninggalkan negara itu dengan bebas.

Mujahid meminta warga Afghanistan, yang telah berbondong-bondong ke bandara Kabul, untuk kembali ke rumah.

Selama ini Bandara Kabul menjadi harapan agar dapat melarikan diri dari kekuasaan Taliban.

"Kami menjamin keamanan mereka," papar Mujahid.

Juru bicara Taliban itu lebih lanjut mendesak warga Afghanistan, terutama mereka yang bekerja di bidang perawatan kesehatan, pendidikan, dan peraturan lalu lintas, untuk kembali bekerja dengan pengecualian perempuan.

Taliban berencana mengeluarkan seperangkat aturan yang harus dipatuhi warga Afghanistan untuk mendapatkan kembali pekerjaannya.

Juru bicara Taliban juga mengutuk seruan AS agar warga Afghanistan meninggalkan negara itu. Taliban mendesak Washington berhenti mendorong perilaku seperti itu.

Mujahid secara khusus berbicara kepada penerjemah Afghanistan yang dulu bekerja untuk NATO dan sekarang takut akan pembalasan Taliban dan yang berharap pasukan yang berangkat akan mengevakuasi mereka.

Juru bicara Taliban meyakinkan bahwa para penerjemah itu tidak akan dirugikan.

Taliban sebelumnya berjanji setelah merebut ibu kota negara itu, Kabul, untuk memberikan kesempatan kepada semua orang yang ingin meninggalkan Afghanistan untuk melakukannya.

Perebutan ibu kota oleh Taliban itu mengejutkan pasukan NATO yang sekarang panik mengevakuasi warga negara mereka dari negara itu pada batas waktu 31 Agustus.

Beberapa negara telah mengumumkan niat merundingkan penundaan tenggat waktu, tetapi Taliban sejauh ini menolak mempertimbangkan langkah tersebut.

Selain mengevakuasi warganya, beberapa negara NATO, yaitu AS dan Inggris, telah berjanji membawa serta beberapa warga Afghanistan yang terancam menghadapi pembalasan Taliban.

Namun, proses ekstraksi mereka dari Afghanistan tidak dimulai sampai beberapa media menerbitkan cerita tentang warga Afghanistan yang berisiko dibunuh Taliban sebelum mereka dapat melarikan diri dari negara itu.

Mereka mengajukan visa khusus untuk berimigrasi ke AS sebagai imbalan atas bantuan yang mereka berikan kepada pasukan asing, tetapi ada kemungkinan tidak akan menerima persetujuan tepat waktu.

Karena peluncuran upaya evakuasi yang terlambat, negara-negara NATO berisiko tidak dapat membantu setiap pemohon visa khusus pada akhir batas waktu 31 Agustus.

Situasi ini membuat tidak semua warga Afghanistan dapat dibawa keluar dari negara itu.
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Taliban Larang Warga...
Taliban Larang Warga Afghanistan Gunakan Ponsel Pintar, Jika Nekat Bakal Dihancurkan
Pakistan Gelar Serangan...
Pakistan Gelar Serangan Udara di Afghanistan, 13 Orang Tewas
Hukum Baru Taliban:...
Hukum Baru Taliban: Diamnya Gadis Perawan Berarti Persetujuan untuk Menikah
Afghanistan: Pakistan...
Afghanistan: Pakistan Bombardir Rumah Sakit Kabul, 400 Orang Tewas!
Taliban Afghanistan...
Taliban Afghanistan Terbuka untuk Dialog setelah Pakistan Bom Kota-kota Besar
Dunia Serukan Penghentian...
Dunia Serukan Penghentian Segera Perang Afghanistan dan Pakistan
Perbandingan Kekuatan...
Perbandingan Kekuatan Militer Pakistan vs Afghanistan: Bak David vs Goliath
MoU Ditandatangani,...
MoU Ditandatangani, Iran Nyatakan Kemenangan Atas AS
Trump Murka Harga BBM...
Trump Murka Harga BBM di AS Belum Turun Signifikan, Perintahkan Penyelidikan
Rekomendasi
5 Pangdam Lulusan Akmil...
5 Pangdam Lulusan Akmil 1997 Teman Satu Angkatan Danpaspampres Mayjen Edwin Adrian Sumantha
IMX 2026: Setelah Jepang,...
IMX 2026: Setelah Jepang, Kini Bersiap Pecahkan Rekor di ICE BSD
12 Amalan Populer Hari...
12 Amalan Populer Hari Asyura 10 Muharam yang Dianjurkan Rasulullah SAW
Berita Terkini
Demi Lindungi Negara-negara...
Demi Lindungi Negara-negara Arab, AS Janjikan Perdamaian Abadi dengan Iran
Seluruh WNI di Venezuela...
Seluruh WNI di Venezuela Aman, Gedung KBRI di Caracas Tidak Rusak
Badan Intelijen AS Kehilangan...
Badan Intelijen AS Kehilangan Akses ke Alat AI Mythos 5, Apa Pemicunya?
LineShine Jadi Superkomputer...
LineShine Jadi Superkomputer Tercepat di Dunia, China Mampu Kalahkan AS
Venezuela Diguncang...
Venezuela Diguncang Gempa M7,2 Berturut-turut, Korban Tewas Diperkirakan Ribuan Orang
AS dan Israel Jadi Sumber...
AS dan Israel Jadi Sumber Kerusakan, Iran Serukan Tatanan Baru Negara Islam
Infografis
Diskon dan Pembebasan...
Diskon dan Pembebasan BBNKB untuk Warga Jakarta!
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved