Kepala Dewan HAM PBB Kantongi Bukti Taliban Eksekusi Warga Sipil
Selasa, 24 Agustus 2021 - 20:36 WIB
loading...
Kepala Dewan HAM PBB kantongi laporan Taliban eksekusi warga sipil. Foto/Ilustrasi
A
A
A
JENEWA - Kepala Dewan Hak Asasi Manusia PBB mengatakan telah menerima laporan yang dapat dipercaya tentang pelanggaran serius yang dilakukan oleh Taliban di Afghanistan , termasuk "eksekusi singkat" terhadap warga sipil dan pasukan keamanan Afghanistan yang telah menyerah.
Michelle Bachelet tidak memberikan rincian pembunuhan dalam pidatonya kepada Dewan Hak Asasi Manusia, tetapi mendesak forum Jenewa untuk membentuk mekanisme guna memantau secara dekat tindakan Taliban.
"Perlakuan Taliban terhadap perempuan dan anak perempuan akan menjadi garis merah mendasar," katanya pada sesi darurat Dewan HAM PBB, yang diadakan atas permintaan Pakistan dan Organisasi Kerjasama Islam (OKI) seperti dikutip dari Reuters, Selasa (24/8/2021).
Mengutip laporan pembunuhan dan serangan yang ditargetkan dalam beberapa bulan terakhir, Bachelet mengatakan, kelompok etnis minoritas dan agama yang beragam di Afghanistan juga berisiko mengalami kekerasan dan penindasan.
Nasir Ahmad Andisha, seorang diplomat senior Afghanistan dari pemerintah yang digulingkan, menyerukan pertanggungjawaban atas tindakan Taliban, menggambarkan situasi tidak pasti dan mengerikan di mana jutaan orang takut akan nyawa mereka.
Baca juga: Taliban Eksekusi Seorang Kepala Polisi Afghanistan, Padahal Janji Tak Balas Dendam
Michelle Bachelet tidak memberikan rincian pembunuhan dalam pidatonya kepada Dewan Hak Asasi Manusia, tetapi mendesak forum Jenewa untuk membentuk mekanisme guna memantau secara dekat tindakan Taliban.
"Perlakuan Taliban terhadap perempuan dan anak perempuan akan menjadi garis merah mendasar," katanya pada sesi darurat Dewan HAM PBB, yang diadakan atas permintaan Pakistan dan Organisasi Kerjasama Islam (OKI) seperti dikutip dari Reuters, Selasa (24/8/2021).
Mengutip laporan pembunuhan dan serangan yang ditargetkan dalam beberapa bulan terakhir, Bachelet mengatakan, kelompok etnis minoritas dan agama yang beragam di Afghanistan juga berisiko mengalami kekerasan dan penindasan.
Nasir Ahmad Andisha, seorang diplomat senior Afghanistan dari pemerintah yang digulingkan, menyerukan pertanggungjawaban atas tindakan Taliban, menggambarkan situasi tidak pasti dan mengerikan di mana jutaan orang takut akan nyawa mereka.
Baca juga: Taliban Eksekusi Seorang Kepala Polisi Afghanistan, Padahal Janji Tak Balas Dendam
Lihat Juga :