Kelompok Anti-Taliban: Kami Punya Ribuan Pejuang Siap Perang

Selasa, 24 Agustus 2021 - 00:01 WIB
loading...
Kelompok Anti-Taliban:...
Kelompok NRF memiliki ribuan pejuang tapi memprioritaskan negosiasi damai. Foto/REUTERS
A A A
KABUL - Kelompok perlawanan anti-Taliban di Afghanistan memperingatkan mereka memiliki ribuan orang yang siap berperang.

Kepala hubungan luar negeri Front Perlawanan Nasional Afghanistan (NRF) Ali Nazary mengatakan kepada BBC bahwa mereka terlebih dulu ingin melakukan negosiasi damai.

Tapi, dia menambahkan, "Jika ini gagal... maka kami tidak akan menerima agresi apapun."

Baca juga: Taliban Kerahkan Ratusan Orang Rebut Daerah ‘Merdeka’ Terakhir di Afghanistan

Taliban mengatakan mereka telah mengepung benteng lembah Panjshir yang menjadi basis wilayah NRF dan mengepung mereka.

Baca juga: Ironis, Pesawat Hanya Bawa Satu Penumpang Saat Ribuan Orang Menunggu di Kabul

Tokoh-tokoh perlawanan juga mengatakan Taliban sekarang maju di wilayah itu, timur laut ibu kota Kabul.

Baca juga: Taliban Hina Telak AS, Kibarkan Bendera Syahadat Mirip Adegan Imo Jiwa

Amrullah Saleh yang merupakan wakil presiden dalam pemerintahan yang digulingkan Taliban dan sekarang berbasis di Panjshir, mentweet bahwa Taliban telah mengumpulkan pasukan di dekat pintu masuk ke lembah itu.

Wilayah Panjshir, khususnya Lembah Panjshir, terkenal karena berhasil melawan berbagai invasi pasukan asing, termasuk dari pasukan Uni Soviet selama perang Soviet-Afghanistan dari 1979 hingga 1989, dan serangan Taliban pada 1990-an.

Sekarang, wilayah tersebut masih di bawah kendali NRF yang didirikan Ahmad Massoud, putra pahlawan perlawanan Afghanistan Ahmad Shah Massoud.

Ahmad Shah Massoud adalah seorang komandan gerilya kuat yang memimpin perlawanan terhadap Uni Soviet, dan kemudian memimpin sayap militer pemerintah Afghanistan melawan berbagai milisi saingan pada 1990-an.

Setelah Taliban menguasai Afghanistan, dia adalah komandan oposisi utama melawan kekuasaan Taliban, sampai pembunuhannya pada 2001.

Nazary mengatakan kepada program Today di Radio BBC 4 bahwa Panjshir baru-baru ini menerima pasukan perlawanan lokal dari seluruh negeri, yang telah bergabung dengan pejuang yang telah mereka latih secara lokal.

Dia mengatakan kelompok itu memiliki "ribuan pasukan siap untuk perlawanan" meskipun BBC belum secara independen memverifikasi klaim ini.

"Namun, kami lebih memilih untuk mengejar perdamaian dan negosiasi sebelum segala jenis perang dan konflik," ujar juru bicara NRF.

Tujuan akhir NRF adalah bentuk pemerintahan yang terdesentralisasi di negara ini.

"NRF percaya bahwa untuk perdamaian abadi kita harus mengatasi masalah mendasar di Afghanistan," papar dia.

"Afghanistan adalah negara yang terdiri dari berbagai etnis minoritas, tidak ada yang mayoritas. Ini negara multikultural, jadi perlu pembagian kekuasaan, kesepakatan pembagian kekuasaan di mana semua orang melihat diri mereka berkuasa," ujar dia.

“Memiliki satu kelompok yang mendominasi politik akan mengarah pada perang internal dan kelanjutan dari konflik saat ini," ungkap dia.

"Kami lebih suka perdamaian, kami memprioritaskan perdamaian dan negosiasi," papar Nazary.

"Jika ini gagal, jika kita melihat bahwa pihak lain tidak tulus, jika kita melihat bahwa pihak lain mencoba memaksakan diri di seluruh negara, maka kita tidak akan menerima agresi apa pun,” tegas dia.

“Dan kami telah membuktikan diri, rekam jejak kami dalam (40 tahun) terakhir telah menunjukkan bahwa tidak ada yang mampu menaklukkan wilayah kami, terutama Lembah Panjshir,” ungkap dia.

"Tentara Merah, dengan kekuatannya, tidak dapat mengalahkan kita... Saya tidak berpikir kekuatan apa pun saat ini di Afghanistan memiliki kekuatan Tentara Merah. Dan Taliban juga 25 tahun yang lalu... melewati lembah dan mereka gagal, mereka menghadapi kekalahan telak," ujar dia.
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Taliban Larang Warga...
Taliban Larang Warga Afghanistan Gunakan Ponsel Pintar, Jika Nekat Bakal Dihancurkan
Pakistan Gelar Serangan...
Pakistan Gelar Serangan Udara di Afghanistan, 13 Orang Tewas
Hukum Baru Taliban:...
Hukum Baru Taliban: Diamnya Gadis Perawan Berarti Persetujuan untuk Menikah
Afghanistan: Pakistan...
Afghanistan: Pakistan Bombardir Rumah Sakit Kabul, 400 Orang Tewas!
Taliban Afghanistan...
Taliban Afghanistan Terbuka untuk Dialog setelah Pakistan Bom Kota-kota Besar
Dunia Serukan Penghentian...
Dunia Serukan Penghentian Segera Perang Afghanistan dan Pakistan
Perbandingan Kekuatan...
Perbandingan Kekuatan Militer Pakistan vs Afghanistan: Bak David vs Goliath
Suami Divonis 4 Tahun...
Suami Divonis 4 Tahun Penjara karena Paksa Istri Berhubungan Seks dengan 120 Pria
Hampir Setengah Warga...
Hampir Setengah Warga Israel Dukung Serangan ke Lebanon meski Harus Melawan Trump
Rekomendasi
Mengapa Harga Beras...
Mengapa Harga Beras Terus Merangkak Naik?
Disambut Antusias! 86...
Disambut Antusias! 86 SD Ikuti Audisi Liga Bintang Juara GTV di Depok
Disdik Depok Dukung...
Disdik Depok Dukung Penuh Liga Bintang Juara GTV, Jadi Wadah Prestasi Siswa SD
Berita Terkini
Iran akan Bangun Saluran...
Iran akan Bangun Saluran Komunikasi Langsung Hormuz dengan AS
Putin: Negara-negara...
Putin: Negara-negara Barat Secara Terbuka Mengatakan Mereka Bersiap Perangi Rusia
PM Pakistan: AS dan...
PM Pakistan: AS dan Iran akan Bahas Program Rudal Balistik dan Isu Nuklir dalam 60 Hari ke Depan
Awas, AI dalam Beberapa...
Awas, AI dalam Beberapa Bulan Lagi Bisa Lumpuhkan Pemerintahan di Berbagai Negara
Netanyahu Ingin Israel...
Netanyahu Ingin Israel Bebaskan Diri dari Ketergantungan Persenjataan pada AS
Iran Bisa Terima Rp894...
Iran Bisa Terima Rp894 Triliun dalam Bentuk Keringanan Sanksi sesuai Kesepakatan Akhir
Infografis
Penyebab Jerman Tak...
Penyebab Jerman Tak Siap Hadapi Perang Dunia III Melawan Rusia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved