Taliban Kerahkan Ratusan Orang Rebut Daerah ‘Merdeka’ Terakhir di Afghanistan

Senin, 23 Agustus 2021 - 17:21 WIB
loading...
Taliban Kerahkan Ratusan...
Taliban mengaku telah mengerahkan ratusan orang ke daerah merdeka terakhir di Afghanistan, yakni Lembah Panjshir. Foto/REUTERS
A A A
KABUL - Taliban mengaku telah mengerahkan ratusan orang ke daerah “merdeka” terakhir di Afghanistan. Daerah tersebut adalah Lembah Panjshir.

Dalam sebuah pernyataan, Taliban mengatakan ratusan pejuang mereka dikerahkan ke Lembah Panjshir, setelah pemerintah setempat menolak untuk menyerah kepada kelompok itu. Baca juga: Taliban Klaim Saudara Mantan Presiden Ghani Berjanji Setia pada Imarah Islam

“Ratusan anggota Imarah Islam sedang menuju negara bagian Panjshir untuk mengendalikannya, setelah pejabat negara setempat menolak untuk menyerahkannya secara damai,” kata Taliban, seperti dilansir Al Arabiya pada Senin (23/8/2021).

Provinsi ini merupakan benteng pertahanan para pejuang Aliansi Utara yang bergabung dengan Amerika Serikat (AS), untuk menggulingkan Taliban pada tahun 2001. Baca juga: Indonesia Belum Bersikap Pasca Taliban Kuasai Afghanistan, Ini Penjelasan Kemlu

Ahmad Massoud, putra seorang komandan Aliansi Utara yang terkenal dibunuh beberapa hari sebelum serangan 9/11, telah menegaskan bahwa pihaknya akan terus memberikan perlawanan kepada Taliban.

“Jika panglima perang Taliban melancarkan serangan, mereka tentu saja akan menghadapi perlawanan keras dari kami,” kata Massoud. Namun, dia juga mengungkapkan keterbukaan untuk berdialog dengan Taliban.

Meski melakukan perlawanan, kecil kemungkinan anggota Aliansi Utara untuk bisa menang melawan Taliban. Pasalnya, tentara Afghanistan, yang memiliki senjata dan personel lebih baik dari Aliansi Utara saja keok dari kelompok tersebut.
(ian)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
6 Misi Pasukan Khusus...
6 Misi Pasukan Khusus yang Memicu Malapetaka, 2 Negara Adidaya Pernah Tumbang
2 Negara Muslim Ini...
2 Negara Muslim Ini Saling Serang, Ini 7 Alasan Konflik Itu Tak Mudah Diselesaikan
Pakistan Gelar Serangan...
Pakistan Gelar Serangan Darat dan Udara ke Afghanistan, 29 Tentara Taliban Tewas
Taliban Larang Warga...
Taliban Larang Warga Afghanistan Gunakan Ponsel Pintar, Jika Nekat Bakal Dihancurkan
Pakistan Gelar Serangan...
Pakistan Gelar Serangan Udara di Afghanistan, 13 Orang Tewas
Hukum Baru Taliban:...
Hukum Baru Taliban: Diamnya Gadis Perawan Berarti Persetujuan untuk Menikah
Perbandingan Kekuatan...
Perbandingan Kekuatan Militer Pakistan vs Afghanistan: Bak David vs Goliath
Kebakaran Hutan Dahsyat...
Kebakaran Hutan Dahsyat Menyebar di Prancis, Lebih dari 10.000 Orang Dievakuasi
Menlu 8 Negara Kecam...
Menlu 8 Negara Kecam Menteri Israel dan Ribuan Pemukim Yahudi Geruduk Masjid Al Aqsa
Rekomendasi
IBEM Jadi Marketplace...
IBEM Jadi Marketplace Perdana Industri MICE, Pertemukan 200 Buyers dan 200 Sellers
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Tambah Pasokan LPG 3 Kg di Majalengka dan Subang
Biaya Logistik Global...
Biaya Logistik Global Menggila, Ancaman Inflasi Tak Hanya dari Harga Minyak
Berita Terkini
Setelah Ribuan Gen Z...
Setelah Ribuan Gen Z Berdemo selama Berminggu-minggu, Menteri Pendidikan India Mundur
Viral di Media Sosial,...
Viral di Media Sosial, Jet Tempur AS Diduga Jatuh di Iran pada Serangan ke-13
Siapa Yu Deng dan Hong...
Siapa Yu Deng dan Hong Wang? Matematikawan China yang Memecahkan Masalah Paling Sulit di Dunia
Selama 30 Tahun, Kakek...
Selama 30 Tahun, Kakek di Singapura Ini Perkosa 11 Gadis, Termasuk Anak, Cucu, hingga Keponakan
Ini Perceraian Termahal...
Ini Perceraian Termahal Abad Ini! Nilainya Capai Rp11 Triliun
Houthi dan Arab Saudi...
Houthi dan Arab Saudi Saling Serang, Ini 5 Pemicunya
Infografis
Ratusan Orang Meninggal...
Ratusan Orang Meninggal Akibat Suhu Panas di Kanada
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved