Senator Sebut 30.000 Tentara AS di Taiwan, Pakar China: Ini Deklarasi Perang

Minggu, 22 Agustus 2021 - 05:01 WIB
loading...
Senator Sebut 30.000...
Tentara mengendarai mobil militer melintasi bendera Taiwan saat latihan di Hsinchu, Taiwan tengah, 27 Januari 2010. Foto/REUTERS
A A A
TAIPEI - Senator Amerika Serikat (AS) sekaligus anggota Komite Intelijen Senat John Cornyn di media sosialnya mengungkapkan AS memiliki 30.000 tentara yang ditempatkan di Taiwan .

Pernyataan Cornyn itu sangat mengejutkan banyak pihak, termasuk China. Para pakar China mengatakan jika kabar ini benar, itu adalah invasi militer dan pendudukan Taiwan, setara dengan AS menyatakan perang terhadap China.



“Jika tweet itu benar, China dapat segera mengaktifkan Undang-Undang Anti-Pemisahan untuk menghancurkan dan mengusir pasukan AS di Taiwan serta menyatukan kembali Taiwan secara militer,” ungkap para ahli.

Baca juga: Pendiri Taliban Baradar di Kabul, Bahas Pembentukan Pemerintahan Baru

Dalam tweet tersebut, Senator AS John Cornyn mencantumkan jumlah pasukan AS yang ditempatkan di Korea Selatan, Jerman, Jepang, Taiwan, dan di benua Afrika untuk menunjukkan bagaimana jumlah tentara AS berkurang di Afghanistan.

Baca juga: AS Selama Ini Dikibuli, Banyak 'Tentara Hantu' di Militer Afghanistan

Namun dalam prosesnya, Cornyn mengungkapkan berita mengejutkan bahwa ada 30.000 tentara AS di pulau Taiwan.

Baca juga: Menyerah pada Taliban, Ada Apa dengan 300.000 Tentara Afghanistan Didikan AS?

Tweetnya menimbulkan gelombang keraguan di kalangan netizen dengan banyak komentar di bawah tweetnya, "Kenapa AS masih memiliki pasukan di Taiwan”.

Ada juga yang berkomentar, "Jadi tentara AS memiliki divisi rahasia di Taiwan."

Netizen lain mengatakan, "Cornyn pasti salah mengira nomornya."

Ada juga yang berkomentar, "Ini seharusnya sebelum 1979."

Sebagai senator senior dari Texas, yang pernah menjadi Cambuk Mayoritas Senat Partai Republik untuk Kongres ke-114 dan ke-115, dan sekarang menjadi anggota Komite Intelijen Senat AS, Cornyn seharusnya mengetahui data intelijen militer pemerintah AS.

“Dengan demikian, kemungkinan AS menyembunyikan 30.000 tentara di Taiwan tidak dapat dikesampingkan, dan ada kemungkinan rahasia itu secara tidak sengaja dibocorkan politisi senior AS ini,” ungkap pengamat China.

Seperti yang diketahui, AS telah menjaga komunikasi militer dengan Taiwan, termasuk penjualan senjata dan pelatihan militer.

Terlepas dari kontroversi dan komentar terus-menerus di bawah tweetnya, Cornyn tidak melakukan koreksi apa pun dan belum menghapus tweetnya pada waktu konferensi pers.

"Departemen Pertahanan Taiwan membuat bantahan ringan pada Selasa, dengan mengatakan tweet itu salah dan tidak akan mengomentarinya,” ungkap laporan portal media yang berbasis di Taiwan, SETN.com.

China dan AS menjalin hubungan diplomatik pada 1979 dengan syarat AS menghentikan hubungan resmi dengan Taiwan dan menarik semua Angkatan Darat AS dari pulau itu.

“Menyembunyikan 30.000 tentara secara diam-diam di Taiwan akan sangat melanggar perjanjian diplomatik China-AS, sangat melanggar hukum internasional, dan bahkan hukum domestik AS,” ujar pakar China yang mengkhususkan diri pada pernyataan Taiwan, mengatakan kepada Global Times dengan syarat anonim.

"Saya akan memilih untuk tidak percaya ini adalah kasus yang sebenarnya," ungkap Song Zhongping, ahli militer China dan komentator televisi, mengatakan kepada Global Times pada Selasa.

“Jika AS benar-benar secara rahasia menempatkan 30.000 tentara di pulau Taiwan, AS sebagai kekuatan eksternal mengganggu urusan dalam negeri China yang melanggar Undang-Undang Anti-Pemisahan China. Ini akan memicu konflik militer antara kedua negara,” papar Song.

“China dengan tegas menentang keterlibatan personel militer AS dalam urusan Taiwan, atau tentara AS yang menginjakkan kaki di Taiwan atau meluncurkan segala jenis kerja sama militer dengan tentara Taiwan,” ungkap Song.

Beberapa pengamat mengatakan jika data ini benar, itu sama saja dengan invasi militer dan pendudukan Taiwan, dan tindakan menyatakan perang terhadap China.

Mereka telah mendesak pemerintah AS dan otoritas Taiwan untuk mengklarifikasi tweet Cornyn.

Jika AS benar-benar memiliki pasukan yang ditempatkan di Taiwan, bahkan jika jumlahnya kecil, itu akan menjadi masalah serius yang telah merusak garis batas.

“Pasukan AS itu harus segera mundur dan tanpa syarat, dan pemerintah AS serta otoritas Taiwan harus secara terbuka meminta maaf atas hal ini,” pungkas para pengamat.
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Iran Dapat Rp5.360 Triliun...
Iran Dapat Rp5.360 Triliun Jadi Inti Kesepakatan dengan AS, tapi Siapa yang Bayar?
Menhan Negara NATO Salahkan...
Menhan Negara NATO Salahkan Trump atas Penutupan Selat Hormuz
AS Kerahkan Sistem Rudal...
AS Kerahkan Sistem Rudal Canggih Typhon ke Jepang, Dapat Menargetkan China
Gunakan Mode Autopilot,...
Gunakan Mode Autopilot, Mobil Tesla Ini Malah Tabrak Rumah dan Tewaskan Penghuninya
Mengejutkan, 92% Warga...
Mengejutkan, 92% Warga Israel Yakin Iran Telah Menang Perang
Perundingan Iran-AS...
Perundingan Iran-AS Hasilkan 4 Kesepakatan Utama, Negosiator Teheran Sempat Walkout
Timnas Iran Tinggalkan...
Timnas Iran Tinggalkan Surat Tulisan Tangan di Ruang Ganti Piala Dunia 2026
Suami Divonis 4 Tahun...
Suami Divonis 4 Tahun Penjara karena Paksa Istri Berhubungan Seks dengan 120 Pria
PM Inggris Keir Starmer...
PM Inggris Keir Starmer Diisukan Akan Mundur, Ini Kata Trump
Rekomendasi
Babak Kedua Prancis...
Babak Kedua Prancis vs Irak Tertunda Akibat Badai Petir
Perkuat Layanan Digital...
Perkuat Layanan Digital melalui Care+, LGI Hadirkan Fitur Wellness
KPK Perpanjang Penahanan...
KPK Perpanjang Penahanan Eks Wamen Imipas Silmy Karim Cs selama 40 Hari
Berita Terkini
Penembakan Guncang Lingkungan...
Penembakan Guncang Lingkungan Yahudi Montreal, 3 Orang Tewas, Termasuk Pelaku
Iran Dapat Rp5.360 Triliun...
Iran Dapat Rp5.360 Triliun Jadi Inti Kesepakatan dengan AS, tapi Siapa yang Bayar?
Hongaria Bersihkan Jaringan...
Hongaria Bersihkan Jaringan Viktor Orban, Ini 3 Alasan Rusia Akan Kehilangan Aliansi Utama
Rusia Tuding NATO Akan...
Rusia Tuding NATO Akan Gelar Operasi Barbarossa Hitler pada 2030, Apakah Akan Berhasil?
Siapa Ahmed Wishah?...
Siapa Ahmed Wishah? Jurnalis Al Jazeera yang Dibunuh Israel
Rusia Tembak Jatuh 80...
Rusia Tembak Jatuh 80 Drone Ukraina, Kremlin Luncurkan Rudal Balistik Iskander
Infografis
5 Kapal Perang Paling...
5 Kapal Perang Paling Canggih di ASEAN
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved