Kabul Jatuh ke Tangan Taliban, Negara Asia Ramai-ramai Evakuasi Warganya

Selasa, 17 Agustus 2021 - 21:38 WIB
loading...
A A A
Choi Young-sam mengatakan keempatnya, tiga staf kedutaan dan seorang warga sipil, naik pesawat pada Senin malam tetapi penerbangan itu tidak bisa lepas landas sampai pagi ini karena ribuan warga Afghanistan memadati landasan pacu dalam upaya putus asa untuk melarikan diri.

Sementara itu, kedutaan besar China di Kabul masih beroperasi secara normal. Hal itu diungkapkan juru bicara Kementerian Luar Negeri negara itu Hua Chunying dalam jumpa pers di Beijing, pada Senin kemarin.

"Duta Besar China dan staf kedutaan memenuhi tugas mereka," katanya, seraya menambahkan bahwa sebagian besar warga negara China di Afghanistan telah kembali ke China.

"Untuk beberapa orang yang memilih untuk tinggal, kedutaan berhubungan dekat dengan mereka. Mereka semua aman dan sehat sejauh ini," ungkapnya.

Baca juga: Hanya Kedutaan Besar Rusia dan China yang Berfungsi Normal di Afghanistan

Kecepatan kilat Taliban - yang digulingkan dari kekuasaan pada tahun 2001 oleh AS dan pasukan sekutu yang menginvasi Afghanistan sebagai respons atas serangan 11 September - menguasai hampir seluruh negara itu setelah pasukan AS memulai penarikan mereka membuat seluruh dunia tercengang.

Ketika kelompok militan Islam merebut Kabul pada hari Minggu, pemerintah Afghanistan yang didukung AS otomatis runtuh dan Presiden Ashraf Ghani meninggalkan negara itu. Banyak negara telah menutup kedutaan mereka di Kabul, sementara AS dan Inggris mengirim pasukan untuk membantu mengevakuasi staf diplomatik mereka.
(ian)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Gunakan Semut Jadi Hiasan...
Gunakan Semut Jadi Hiasan Makanan, Pemilik Restoran Berbintang Michelin Ini Dipenjara
Terowongan Runtuh Akibat...
Terowongan Runtuh Akibat Ledakan Pipa Gas di India, 12 Orang Tewas
6 Misi Pasukan Khusus...
6 Misi Pasukan Khusus yang Memicu Malapetaka, 2 Negara Adidaya Pernah Tumbang
Filipina dan China Bentrok,...
Filipina dan China Bentrok, 1 Tentara Terluka
Pendukung Partai Kecoa...
Pendukung Partai Kecoa Kembali Turun ke Jalan, Apa yang Dituntut?
Media China Gambarkan...
Media China Gambarkan Orang Filipina sebagai Monyet, Manila Marah
Pasokan Minyak Global...
Pasokan Minyak Global Semakin Ketat, India dan China Berebut Diskon dari Rusia
UU Etnis Kontroversial...
UU Etnis Kontroversial China Mulai Diberlakukan, Berpotensi Hapus Identitas Budaya Minoritas
Menteri Radikal Israel...
Menteri Radikal Israel Ben Gvir Ingin Hancurkan Tepi Barat seperti Gaza
Rekomendasi
Ditahan di Rutan KPK,...
Ditahan di Rutan KPK, Febrie Adriansyah: Alat Bukti Masih Didalami, Belum Cukup Dilakukan Penahanan
Eks Jubir KPK Febri...
Eks Jubir KPK Febri Diansyah Resmi Jadi Kuasa Hukum Febrie Adriansyah
Kritisi Rapat Pleno...
Kritisi Rapat Pleno IX AMPI, Wasekjen Leriadi: Produknya Cacat Hukum
Berita Terkini
Iran Desak Warga di...
Iran Desak Warga di Negara-negara Teluk Jaga Jarak 500 Meter dari Akomodasi Rahasia Pasukan AS
Pasukan Koalisi Pimpinan...
Pasukan Koalisi Pimpinan Arab Saudi Serang Wilayah Houthi Yaman
Serangan Ekstremis Yahudi...
Serangan Ekstremis Yahudi Meningkat di Tepi Barat, Fatah Salahkan Pemerintah Israel
Baku Tembak Pecah di...
Baku Tembak Pecah di Tepi Barat, 1 Ekstremis Israel Tewas, 4 Warga Palestina Meninggal
Wali Kota Sadiq Khan...
Wali Kota Sadiq Khan Sebut Netanyahu Pelaku Genosida dan Tidak Diterima di London
Dituding Dukung Militer...
Dituding Dukung Militer AS, Iran Serang Pusat Data Amazon di Bahrain
Infografis
Curacao, Negara Terkecil...
Curacao, Negara Terkecil yang Lolos ke Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved