Kabul Jatuh ke Tangan Taliban, Negara Asia Ramai-ramai Evakuasi Warganya

Selasa, 17 Agustus 2021 - 21:38 WIB
loading...
A A A
Negara-negara Asia lainnya juga bergegas untuk memulangkan warga negara mereka dari Afghanistan ketika krisis semakin dalam dan kepanikan mencengkeram rakyat.

"Kedatangan warga negara Nepal dari Afghanistan telah dimulai, 118 di antaranya telah tiba di bandara Kathmandu dengan pesawat carteran melalui Kuwait pagi ini," cuit Kementerian Luar Negeri Nepal.

Sedangkan Filipina pada hari Senin mengatakan bahwa mereka sedang membuat pengaturan untuk pemulangan warga Filipina yang masih tersisa di Kabul.

Baca juga: Rusia Sebut Direbutnya Afghanistan oleh Taliban Adalah Kegagalan AS

"(Pemerintah Filipina) menjajaki semua jalan kerja sama dan berkoordinasi erat dengan pemerintah dan mitra internasional untuk menjamin perjalanan mereka yang segera dan aman," katanya dalam sebuah pernyataan.

"Pada Minggu malam, 32 orang Filipina dievakuasi ke Doha, dari mana mereka akan dibawa kembali ke Filipina, sementara kelompok lain yang terdiri dari 19 orang juga akan meninggalkan ibu kota Afghanistan," kata pernyataan itu.

Vietnam membantu salah satu warganya yang bekerja untuk sebuah badan PBB untuk di evakuasi dari Afghanistan awal bulan ini, menurut media resmi. Vietnam telah melaporkan bahwa tidak ada lagi warganya di sana, tetapi mengarahkan kedutaan di Pakistan untuk memantau situasi dan menawarkan bantuan jika diperlukan.

Secara terpisah, Korsel telah menyelesaikan evakuasi semua warga negaranya dari Afghanistan. Sebuah pesawat yang membawa empat warga terakhirnya, termasuk duta besar negara itu, berangkat dari bandara Kabul pada Selasa pagi dan mendarat di negara ketiga di Timur Tengah, kantor berita Yonhap melaporkan mengutip juru bicara Kementerian Luar Negeri Korsel Choi Young-sam.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Jet Tempur China dan...
Jet Tempur China dan Rusia Kompak Masuk ke Zona Pertahanan Udara Korsel
Korut Masih Andalkan...
Korut Masih Andalkan Senjata Besar, Korsel Beralih ke 500.000 Prajurit Drone, Siapa Lebih Unggul?
India Tuntut Pertanggungjawaban...
India Tuntut Pertanggungjawaban atas Para Pelaku Pemboman Sekolah
Tuduh AS Biang Kisruh,...
Tuduh AS Biang Kisruh, Kim Jong-un: Korut Akan Jalankan Posisinya sebagai Negara Nuklir
Tuntut Menteri Pendidikan...
Tuntut Menteri Pendidikan Mundur, Pendukung Partai Kecoa Berkemah di Jalanan
India Gempar, Seorang...
India Gempar, Seorang Ibu Diperkosa Beramai-ramai di Depan Anaknya
Film Maatrubhumi Jadi...
Film Maatrubhumi Jadi Sorotan karena Angkat Isu Geopolitik
Gelombang Panas Dahsyat...
Gelombang Panas Dahsyat Landa Eropa, Picu Lebih dari 200 Kematian di Spanyol dan Prancis
Dobrak Tradisi, Raja...
Dobrak Tradisi, Raja Charles Ungkap Bayar Tagihan Pajak Rp306 Miliar Setahun
Rekomendasi
BSSN, ABI dan PINTU...
BSSN, ABI dan PINTU Perkuat Sinergi Jamin Keamanan Transaksi Digital
Gempa Magnitudo 5,6...
Gempa Magnitudo 5,6 Guncang Timur Laut Alor NTT
Pekan Raya Jakarta 2026...
Pekan Raya Jakarta 2026 Belum Humanis bagi Pengunjungnya
Berita Terkini
Pesawat Tabrak Gedung...
Pesawat Tabrak Gedung Tertinggi di China, 1 Jam Setelahnya Tampak Normal
Jet Tempur China dan...
Jet Tempur China dan Rusia Kompak Masuk ke Zona Pertahanan Udara Korsel
Balas Serangan AS, Iran...
Balas Serangan AS, Iran Gempur Bahrain
Korut Masih Andalkan...
Korut Masih Andalkan Senjata Besar, Korsel Beralih ke 500.000 Prajurit Drone, Siapa Lebih Unggul?
Ukraina Berusaha Rebut...
Ukraina Berusaha Rebut Kesempatan Pertama untuk Menang, tapi Kenapa Selalu Gagal?
Pengadilan Inggris Butuh...
Pengadilan Inggris Butuh 300 Tahun untuk Selesaikan Tumpukan Kasus
Infografis
Ancaman Perang Kian...
Ancaman Perang Kian Nyata, 8 Negara Minta Warganya Tinggalkan Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved