Warganet Dunia Murka, AS Dituduh Pilih Selamatkan Anjing daripada Manusia
Selasa, 17 Agustus 2021 - 11:58 WIB
loading...
A
A
A
Meski demikian, beberapa pengguna media sosial membela evakuasi anjing AS daripada manusia, dengan alasan anjing-anjing itu mahal, sangat terlatih, dan dianggap sebagai personel militer aktif.
“Seekor anjing beratnya kurang dari manusia. Anjing adalah keluarga. Pesawat tidak dapat membawa semua orang, pesawat memiliki batas berat. Lebih banyak pesawat datang. Hidup ini keras, maaf. Banyak cinta," tweet satu orang, sementara yang lain mengklaim bahwa, “Terkadang anjing lebih penting dari apa pun."
"Jika Anda TIDAK PERNAH 'terikat' dengan anjing pekerja maka Anda TIDAK AKAN PERNAH mengerti!" ujar seorang warganet.
Jerman juga dikritik pada Senin karena evakuasinya sendiri di Afghanistan.
Reporter Deutsche Welle James Jackson menyebut militer Jerman mengirim pulang 22.500 liter bir, wine, dan sampanye kembali ke Jerman dari Afghanistan pada Juni.
“Sementara manusia hanya diberi izin (untuk mengungsi) jika mereka bekerja langsung untuk Bundeswehr dalam dua tahun terakhir,” ujar dia.
Kebijakan Jerman itu membuat banyak subkontraktor dan penerjemah asal Afghanistan harus mengemis belas kasihan Taliban.
“Seekor anjing beratnya kurang dari manusia. Anjing adalah keluarga. Pesawat tidak dapat membawa semua orang, pesawat memiliki batas berat. Lebih banyak pesawat datang. Hidup ini keras, maaf. Banyak cinta," tweet satu orang, sementara yang lain mengklaim bahwa, “Terkadang anjing lebih penting dari apa pun."
"Jika Anda TIDAK PERNAH 'terikat' dengan anjing pekerja maka Anda TIDAK AKAN PERNAH mengerti!" ujar seorang warganet.
Jerman juga dikritik pada Senin karena evakuasinya sendiri di Afghanistan.
Reporter Deutsche Welle James Jackson menyebut militer Jerman mengirim pulang 22.500 liter bir, wine, dan sampanye kembali ke Jerman dari Afghanistan pada Juni.
“Sementara manusia hanya diberi izin (untuk mengungsi) jika mereka bekerja langsung untuk Bundeswehr dalam dua tahun terakhir,” ujar dia.
Kebijakan Jerman itu membuat banyak subkontraktor dan penerjemah asal Afghanistan harus mengemis belas kasihan Taliban.
(sya)
Lihat Juga :