Kedubes AS: Taliban Eksekusi Beberapa Tentara Afghanistan yang Menyerah

Sabtu, 14 Agustus 2021 - 06:44 WIB
loading...
Kedubes AS: Taliban...
Para milisi bersenjata Taliban menduduki wilayah Ghazni, Afghanistan. Foto/REUTERS
A A A
KABUL - Kedutaan Besar (Kedubes) Amerika Serikat (AS) di Kabul mengatakan bahwa mereka mendengar laporan tentang Taliban mengeksekusi beberapa tentara Afghanistan yang menyerah. Laporan itu diungkap ketika kelompok itu merebut belasan ibu kota provinsi dalam hitungan hari.

Taliban telah menguasai kota Ghazni yang strategis, yang hanya berjarak 90 mil barat daya Ibu Kota Afghanistan, Kabul. Ghazni berada di jalan raya Kabul-Kandahar yang menghubungkan Kabul dengan basis kelompok militan tersebut di selatan negara itu. Taliban sekarang menguasai sekitar sepertiga dari 34 ibu kota provinsi di Afghanistan.

Baca juga: Warga Afghanistan: Seolah-olah Domba, Taliban Penggal Anak Saya dan Membuangnya

"Sangat mengganggu dan bisa merupakan kejahatan perang," kata Kedubes AS dalam komentarnya di Twitter soal laporan eksekusi terhadap para tentara tersebut.

"Jangan hapus pencapaian hak asasi manusia Afghanistan selama 20 tahun terakhir," lanjut Kedubes Amerika, seperti dikutip CBS News, Jumat (13/8/2021).

Pasukan Amerika Serikat dan sekutu NATO-nya terus melanjutkan persiapan untuk menarik diri sepenuhnya dari negara itu setelah dua dekade perang.

Sedangkan para pemimpin Taliban telah secara terbuka berjanji untuk bermurah hati dalam kemenangan, meyakinkan pejabat pemerintah, pasukan dan rakyat Afghanistan bahwa mereka tidak perlu takut karena petak negara yang semakin besar jatuh di bawah kendali mereka.

Namun warga Afghanistan yang membanjiri Kabul dan mereka yang masih berada di wilayah yang dikuasai Taliban mengatakan mereka telah menyaksikan serangan tak beralasan terhadap warga sipil dan eksekusi tentara yang ditangkap.

Selain itu, kata mereka, komandan Taliban telah menuntut masyarakat menyerahkan perempuan yang belum menikah untuk menjadi “istri” bagi milisi mereka. Menurut kelompok hak asasi manusia, itu merupakan bentuk kekerasan seksual.

Sementara itu, seorang juru bicara Taliban, Zabiullah Mujahid, membantah bahwa kelompok itu telah membunuh tahanan. Dia mengatakan tindakan seperti itu akan melanggar prinsip-prinsipnya.

Dia juga mengatakan tuduhan bahwa Taliban memaksa perempuan untuk menikah adalah tuduhan palsu, dan tindakan seperti itu akan bertentangan dengan aturan Islam dan melanggar tradisi budaya.

Baca juga: Kepala Komando Strategis AS: Modernisasi Senjata Nuklir China Menakjubkan

Pada hari Rabu, Mawlawi Abdul Qadir, seorang pejabat agama senior Taliban, mengatakan dalam sebuah pidato di Ibu Kota Provinsi Badakhshan yang baru direbut bahwa tentara pemerintah yang menyerah dan mengakui kejahatan mereka akan dapat hidup seperti seorang Muslim di bawah bendera Imarah Islam.

Pemegang Kontrol

Amerika Serikat menginvasi Afghanistan pada tahun 2001 dan membubarkan jaringan teroris al-Qaeda yang berbasis di Afghanistan, yang telah melakukan serangan 11 September 2001. Hal ini juga menggulingkan rezim Taliban yang memerintah negara itu di bawah hukum Islam fundamentalis dan telah menyembunyikan pendiri al-Qaeda Osama bin Laden dan pentolan al-Qaeda lainnya.

Di bawah pemerintahan Taliban, orang dapat dieksekusi di depan umum karena perzinaan atau anggota badan diamputasi karena pencurian. Anak perempuan dilarang pergi ke sekolah, dan musik serta tarian dilarang.

Seorang pejabat AS mengatakan kepada CBS News pada hari Rabu bahwa Taliban bisa 30 hari lagi untuk menekan Ibu Kota Afghanistan, Kabul, dan bahwa pemerintah Afghanistan bisa 90 hari lagi menuju kehancuran.

PBB mengatakan sedikitnya 1.000 warga sipil tewas dalam sebulan terakhir.

Ribuan orang telah berbondong-bondong ke Kabul, melarikan diri dari pertempuran. Mereka berkemah di ladang, taman, dan gudang yang ditinggalkan.

"Kami tidak punya uang untuk membeli roti atau membeli obat untuk anak saya," kata seorang pria berusia 35 tahun kepada BBC News setelah dia meninggalkan rumahnya di Kunduz ketika Taliban membakar rumahnya.

Apa Selanjutnya?

Militer Afghanistan memiliki kekuatan udara yang terbatas, sehingga Angkatan Udara AS diyakini akan melakukan beberapa serangan untuk membantu.

Utusan AS Zalmay Khalilzad bertemu di Doha dengan diplomat dari Rusia, Pakistan dan China dengan harapan bersama-sama memperingatkan Taliban bahwa mereka bisa menjadi paria internasional jika mereka tidak menghentikan serangan mereka.

Khalizad, seperti dikutip AP, juga berencana bertemu dengan pejabat Taliban dan perwakilan pemerintah Afghanistan.
(min)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
6 Fakta NATO Jelang...
6 Fakta NATO Jelang KTT Ankara, Memiliki 3,3 Juta Prajurit dan Anggaran Militer Terbesar di Dunia
Lebih dari 50.000 Orang...
Lebih dari 50.000 Orang Dilaporkan Hilang akibat Gempa Venezuela
AS Ingin Pindahkan Pangkalan-Pangkalan...
AS Ingin Pindahkan Pangkalan-Pangkalan di Teluk yang Rusak Akibat Serangan Iran ke Israel
Lebanon dan Israel Tandatangani...
Lebanon dan Israel Tandatangani Kesepakatan Kerangka Kerja untuk Akhiri Perang
AS Kembali Serang Iran,...
AS Kembali Serang Iran, IRGC Balas Gempur Pasukan Amerika
Pengadilan AS Hukum...
Pengadilan AS Hukum Warga Israel karena Curi Rahasia Dagang
AS Sesumbar Siap Fasilitasi...
AS Sesumbar Siap Fasilitasi Iran jika Lolos 32 Besar Piala Dunia 2026
Korban Tewas Gempa Dahsyat...
Korban Tewas Gempa Dahsyat Venezuela Mencapai 920 Orang, Pencarian Korban Masih Berlangsung
Gempa Venezuela: Korban...
Gempa Venezuela: Korban Tewas Melonjak Jadi 164 Orang, Hampir 1.000 Lainnya Luka
Rekomendasi
Pesan Menyentuh di Ruang...
Pesan Menyentuh di Ruang Ganti Timnas Iran: Bermain Jujur adalah Jiwa Sepak Bola
Rahasia di Balik Kesuksesan...
Rahasia di Balik Kesuksesan Pembukaan Hotel, Ternyata Bukan Saat Gunting Pita
Scaloni Berani Cadangkan...
Scaloni Berani Cadangkan Messi, Ada Apa?
Berita Terkini
Eks Menteri Zionis:...
Eks Menteri Zionis: Trump Permalukan Netanyahu dan Israel dengan Penghinaan yang Belum Pernah Terjadi Sebelumnya
3 Alasan Denmark Larang...
3 Alasan Denmark Larang Mengumandangkan Azan, Tidak Ingin Seperti Islamabad
6 Fakta NATO Jelang...
6 Fakta NATO Jelang KTT Ankara, Memiliki 3,3 Juta Prajurit dan Anggaran Militer Terbesar di Dunia
Pakar Militer Ini Ungkap...
Pakar Militer Ini Ungkap AS dan Iran Masih Berusaha Raih Klaim Kemenangan
Penasihat Mojtaba Khamenei:...
Penasihat Mojtaba Khamenei: Iran Akan Selalu Cepat dan Tegas Setiap Serangan AS
Rudal Ukraina Hancurkan...
Rudal Ukraina Hancurkan Pabrik Senjata Rusia
Infografis
10 Bendera Negara Paling...
10 Bendera Negara Paling Unik di Dunia, Ada yang Bergambar Naga
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved