Taliban Rebut Ibu Kota Provinsi ke-10 Afghanistan, Kini Incar Kabul
Jum'at, 13 Agustus 2021 - 00:01 WIB
loading...
A
A
A
Lebih dari 1.000 warga sipil telah tewas di Afghanistan dalam sebulan terakhir, menurut PBB.
Baru pekan ini ribuan orang dari provinsi utara menjadi pengungsi dalam negeri. Mereka melakukan perjalanan ke Kabul untuk mencari keselamatan.
Kamp darurat telah didirikan di semak belukar di pinggiran ibu kota, sementara banyak pengungsi lainnya dilaporkan tidur di jalanan atau di gudang yang ditinggalkan.
"Kami tidak punya uang untuk membeli roti, atau membeli obat untuk anak saya," ujar seorang pedagang kaki lima berusia 35 tahun yang melarikan diri dari provinsi Kunduz setelah Taliban membakar rumahnya.
Menanggapi pemberontakan, pemerintah Jerman telah mengancam akan mengakhiri dukungan keuangan tahunan sebesar USD500 juta ke Afghanistan jika Taliban mendapatkan kendali penuh atas negara itu.
Jerman juga telah menangguhkan pemulangan paksa warga Afghanistan yang permohonan suakanya gagal. Pemerintah Prancis mengatakan pihaknya juga mengikuti kebijakan yang sama.
Baru pekan ini ribuan orang dari provinsi utara menjadi pengungsi dalam negeri. Mereka melakukan perjalanan ke Kabul untuk mencari keselamatan.
Kamp darurat telah didirikan di semak belukar di pinggiran ibu kota, sementara banyak pengungsi lainnya dilaporkan tidur di jalanan atau di gudang yang ditinggalkan.
"Kami tidak punya uang untuk membeli roti, atau membeli obat untuk anak saya," ujar seorang pedagang kaki lima berusia 35 tahun yang melarikan diri dari provinsi Kunduz setelah Taliban membakar rumahnya.
Menanggapi pemberontakan, pemerintah Jerman telah mengancam akan mengakhiri dukungan keuangan tahunan sebesar USD500 juta ke Afghanistan jika Taliban mendapatkan kendali penuh atas negara itu.
Jerman juga telah menangguhkan pemulangan paksa warga Afghanistan yang permohonan suakanya gagal. Pemerintah Prancis mengatakan pihaknya juga mengikuti kebijakan yang sama.
(sya)
Lihat Juga :