Arab Saudi Penjarakan 22 Warga Palestina karena Dukung Hamas

Selasa, 10 Agustus 2021 - 10:56 WIB
loading...
Arab Saudi Penjarakan...
Para warga Palestina memberikan dukungan untuk Mohammed al-Khodari, perwakilan Hamas untuk Riyadh yang dihukum penjara di Arab Saudi. Foto/Middle East Monitor
A A A
RIYADH - Pengadilan di Arab Saudi menghukum sekitar 22 warga Palestina yang tinggal di kerajaan dengan hukuman mulai dari lima hingga 25 tahun. Mereka dihukum atas tuduhan mendukung kelompok Hamas dan kelompok perlawanan Palestina lainnya.

Salah satu warga Palestina yang dihukum penjara adalah Mohammed al-Khodari, perwakilan Hamas untuk Riyadh. Menurut sumber di Arab Saudi, dia dihukum 15 tahun penjara.

Baca juga: Kapal Induk Nuklir AS Jalani Tes Kejut dengan Bom 40.000 Pon untuk Ke-3 Kalinya

Menurut pihak keluarga, putra al-Khodari, Hani, dijatuhi hukuman tiga tahun penjara. Ada juga seorang warga Yordania yang dihukum penjara atas tuduhan serupa.

Seorang sumber yang dikutip Middle East Monitor, Senin (9/8/2021), para tahanan, yang telah tersebar di antara beberapa penjara di seluruh kerajaan, dikumpulkan di Riyadh untuk dijatuhi hukuman.

Anggota Biro Politik Hamas di Gaza Mahmoud al-Zahar mengatakan bahwa putusan terhadap para tahanan itu "tidak terduga".

"Putusan itu sesuai dengan perintah Zionis [Israel]...Apakah memberikan sumbangan Saudi kepada mereka yang pantas mendapatkannya di Palestina merupakan kejahatan terhadap Arab Saudi?" tanya dia.

Organisasi Arab untuk Hak Asasi Manusia di Inggris (AOHR UK) mengutuk putusan tersebut. "Vonis itu atas tuduhan mendukung rakyat Palestina, sebagai bagian dari kasus terhadap 69 tahanan Yordania dan Palestina, dalam pengadilan yang tidak adil dan dipolitisasi yang tidak memiliki standar minimum pengadilan yang adil," katanya.

"Putusan yang dikeluarkan oleh pengadilan Arab Saudi mendukung blokade ketat terhadap rakyat Palestina dan bertujuan untuk mengakhiri perjuangan mereka," lanjut kelompok HAM tersebut.

Baca juga: Mantan Budak Seks Epstein Gugat Pangeran Inggris

AOHR UK juga menunjukkan bahwa pengadilan Arab Saudi tidak memiliki dasar hukum, terutama karena semua tahanan adalah penduduk resmi di Arab Saudi dengan izin tinggal yang sah, dan tidak ada dari mereka yang melakukan pelanggaran atau pelanggaran hukum Arab Saudi.

Al-Khodari, 82, dan Hani telah ditahan di Arab Saudi sejak awal 2019. Dia menderita kanker prostat dan membutuhkan perawatan medis yang tidak diberikan kepadanya di penjara.

Pada bulan April, pasukan keamanan menggerebek rumahnya dan menginterogasi istrinya yang berusia 70 tahun, Wejdan, memaksanya untuk menandatangani perjanjian yang mencegahnya berbicara tentang kondisi suaminya kepada media dan menyita teleponnya.
(min)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Hizbullah Tegaskan Terapkan...
Hizbullah Tegaskan Terapkan Gencatan Senjata dengan Israel Segera
Kecaman Wapres AS ke...
Kecaman Wapres AS ke Israel Makin Pedas: Senjatamu Dibayar dengan Uang Pajak Amerika!
AS atau Iran yang Menang...
AS atau Iran yang Menang Perang? Ini Jawaban Mengejutkan 10 Pakar Militer
Senator Amerika Geram...
Senator Amerika Geram dengan Kesepakatan AS dan Iran: 'Jujur Saja, Kita Menyerah'
AS dan Iran Berdamai,...
AS dan Iran Berdamai, Wapres Amerika Berbalik Kecam Israel
Pemimpin Hizbullah:...
Pemimpin Hizbullah: Perlawanan Gagalkan Proyek Israel Raya, Perlucutan Senjata Tak akan Disetujui
Israel Temukan Batu...
Israel Temukan Batu Suci Berusia 2.700 Tahun yang Tertulis dalam Alkitab
MoU Ditandatangani,...
MoU Ditandatangani, Iran Nyatakan Kemenangan Atas AS
Makin Brutal, Pemukim...
Makin Brutal, Pemukim Ilegal Israel Bakar 2 Masjid di Tepi Barat
Rekomendasi
Mantan Wakapolri: Polisi...
Mantan Wakapolri: Polisi yang Bawa Dokter Tifa ke RS Polri Pernah Dampingi Eggi Sudjana dan Damai Hari Lubis Temui Jokowi
Perang Rusia-Ukraina...
Perang Rusia-Ukraina Memicu Perlombaan Senjata AI
Di Hadapan Pimpinan...
Di Hadapan Pimpinan DPR, Mahasiswa Minta Pemerintah Tak Mainkan Isu Perut Rakyat
Berita Terkini
Hizbullah Tegaskan Terapkan...
Hizbullah Tegaskan Terapkan Gencatan Senjata dengan Israel Segera
4 Tentara Israel Tewas,...
4 Tentara Israel Tewas, Menteri-menteri Ekstremis Ancam Bakar Seluruh Lebanon, Buka Gerbang Neraka
Otoritas Selat Teluk...
Otoritas Selat Teluk Persia Umumkan Kapal-kapal Diizinkan Melintasi Selat Hormuz
Langkah Mengejutkan,...
Langkah Mengejutkan, Partai Komunis Kuba Bersedia Buka Ekonomi Menuju Pasar Bebas
Netanyahu Keras Kepala,...
Netanyahu Keras Kepala, Israel Tak akan Mundur dari Lebanon Selatan
Hizbullah Peringatkan...
Hizbullah Peringatkan Israel Punya Waktu 60 hari untuk Mundur dari Lebanon
Infografis
4 Kesepakatan Bersejarah...
4 Kesepakatan Bersejarah Amerika Serikat-Arab Saudi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved