Viral, Manajer Alibaba Perkosa Karyawan Perempuan yang Mabuk
Senin, 09 Agustus 2021 - 13:56 WIB
loading...
A
A
A
Dia mengatakan bahwa pada malam 27 Juli klien menciumnya. Dia kemudian ingat terbangun di kamar hotelnya keesokan harinya tanpa pakaian dan tanpa ingatan tentang malam sebelumnya.
Korban mengatakan dia memperoleh rekaman kamera pengintai yang menunjukkan manajernya masuk ke kamarnya empat kali pada malam hari.
Perusahaan Alibaba dalam memo kepada karyawannya mengatakan sangat menentang budaya minum paksa.
Setelah kembali ke Hangzhou, korban mengatakan bahwa insiden itu telah dilaporkan ke departemen sumber daya manusia (SDM) Alibaba dan manajemen senior dan bahwa dia telah meminta agar bosnya dipecat.
Dia mengatakan bahwa SDM pada awalnya menyetujui permintaan tersebut tetapi tidak mengambil tindakan lebih lanjut.
Mengacu pada hal ini, memo kepada karyawan mengatakan: "Dalam seluruh proses penanganan insiden, fungsi SDM tidak memberikan perhatian dan kepedulian yang cukup kepada orang-orang kami."
"Mereka rasional tetapi tidak memiliki empati dan perhatian. Pada saat yang sama, sistem tanggap darurat tidak ada, dan penilaian yang salah dibuat," imbuh memo itu.
Korban mengatakan dia memperoleh rekaman kamera pengintai yang menunjukkan manajernya masuk ke kamarnya empat kali pada malam hari.
Perusahaan Alibaba dalam memo kepada karyawannya mengatakan sangat menentang budaya minum paksa.
Setelah kembali ke Hangzhou, korban mengatakan bahwa insiden itu telah dilaporkan ke departemen sumber daya manusia (SDM) Alibaba dan manajemen senior dan bahwa dia telah meminta agar bosnya dipecat.
Dia mengatakan bahwa SDM pada awalnya menyetujui permintaan tersebut tetapi tidak mengambil tindakan lebih lanjut.
Mengacu pada hal ini, memo kepada karyawan mengatakan: "Dalam seluruh proses penanganan insiden, fungsi SDM tidak memberikan perhatian dan kepedulian yang cukup kepada orang-orang kami."
"Mereka rasional tetapi tidak memiliki empati dan perhatian. Pada saat yang sama, sistem tanggap darurat tidak ada, dan penilaian yang salah dibuat," imbuh memo itu.
(min)
Lihat Juga :