Media China Sebut Pompeo Orang Munafik yang Sombong

Jum'at, 29 Mei 2020 - 01:19 WIB
loading...
A A A
Meskipun ada protes internasional, parlemen China mendukung pemberlakukan undang-undang keamanan nasional di Hong Kong. Undang-undang itu disahkan dengan dukungan luar biasa dari anggota parlemen China, dengan 2.878 menyetujui, satu menentang dan enam anggota parlemen abstain.

"Keputusan yang diadopsi oleh sidang (Kongres Rakyat Nasional) dirancang untuk implementasi yang mantap dari 'satu negara, dua sistem' dan kemakmuran serta stabilitas jangka panjang Hong Kong," kata Perdana Menteri China Li Keqiang pada konferensi pers, membela undang-undang tersebut. (Baca: Abaikan Seruan Dunia, China Berlakukan UU Keamanan Nasional di Hong Kong )

Ribuan pengunjuk rasa telah berkumpul di Hong Kong untuk memprotes undang-undang tersebut. Aksi protes ini terjadi setelah bentrokan hebat antara demonstran dan polisi selama berbulan-bulan pada tahun 2019. Setelah demonstrasi massa itu, penduduk Hong Kong memberikan suara sangat besar untuk mendukung calon pro-demokrasi dan kandidat oposisi di pemilihan lokal di wilayah itu pada November lalu.

Direktur Eksekutif Human Rights Watch, Kenneth Roth, mengecam keras upaya China untuk menindak kebebasan Hong Kong dan secara khusus "memanggil" Presiden Xi Jinping.

"Xi Jinping bergerak untuk menghancurkan esensi Hong Kong — apa yang terjadi di Hong Kong. Sekarang ia harus menghadapi kenyataan bahwa rakyat Hong Kong tidak ingin hidup di bawah kediktatoran — itu sebabnya mereka memberi contoh yang tak tertahankan bagi Xi Jinping," kata Roth di akun Twitternya.
(ber)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Anggota DPR AS Sebut...
Anggota DPR AS Sebut Zohran Mamdani 'Teroris Muslim' karena Juluki Netanyahu Penjahat Perang
Trump Kenakan Tarif...
Trump Kenakan Tarif Besar-besaran pada Indonesia dan 59 Negara Lainnya, Ini Daftarnya
Masalah Kualitas dan...
Masalah Kualitas dan Krisis Internal Hambat Ambisi Ekspor Senjata China
Iran Nyatakan Pangkalan...
Iran Nyatakan Pangkalan Inggris Target Sah, Tentara London Siaga 24 Jam
Trump: Syarat Arab Saudi...
Trump: Syarat Arab Saudi Miliki Program Nuklir Harus Akui Negara Israel
IRGC pada Warga Kuwait:...
IRGC pada Warga Kuwait: Amerika Serikat, Bukan Iran, yang Langgar Kedaulatan Anda
Trump Berlakukan Tarif...
Trump Berlakukan Tarif Impor Baru secara Global, Indonesia Kena 10%
Jadi PM Baru, Andy Burnham...
Jadi PM Baru, Andy Burnham Izinkan AS Gunakan Pangkalan Inggris untuk Serang Iran
Blak-blakan, Walkot...
Blak-blakan, Walkot New York Mamdani Sebut AS Bertanggung Jawab atas Genosida Gaza
Rekomendasi
Alasan Hotman Paris...
Alasan Hotman Paris Tidak Khawatir soal Ucapannya 'Lu Punya Otak Gak?' Dilaporkan ke Polisi
Trump Berlakukan Tarif...
Trump Berlakukan Tarif Impor Baru secara Global, Indonesia Kena 10%
Wanita Punya Proteksi...
Wanita Punya Proteksi Alami dari Serangan Jantung, Tapi Bisa Hilang karena Ini
Berita Terkini
Jenderal Tertinggi Ukraina...
Jenderal Tertinggi Ukraina Sebut Rusia Tidak Berhak untuk Eksis, Moskow Marah
Kebakaran Hutan Paksa...
Kebakaran Hutan Paksa 10.000 Orang Mengungsi, Spanyol Nyatakan Darurat Nasional
Seorang Pangeran Arab...
Seorang Pangeran Arab Saudi Tewas di Hotel Kensington usai Konsumsi Narkoba dan Alkohol
Anggota DPR AS Sebut...
Anggota DPR AS Sebut Zohran Mamdani 'Teroris Muslim' karena Juluki Netanyahu Penjahat Perang
Trump Kenakan Tarif...
Trump Kenakan Tarif Besar-besaran pada Indonesia dan 59 Negara Lainnya, Ini Daftarnya
Masalah Kualitas dan...
Masalah Kualitas dan Krisis Internal Hambat Ambisi Ekspor Senjata China
Infografis
Slavko Vincic, Wasit...
Slavko Vincic, Wasit Final Piala Dunia 2026 yang Pelit Kartu
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved