Abaikan Seruan Dunia, China Berlakukan UU Keamanan Nasional di Hong Kong

Kamis, 28 Mei 2020 - 23:23 WIB
loading...
Abaikan Seruan Dunia,...
Parlemen China mensahkan rancangan undang-undang keamanan nasional untuk Hong Kong. Foto/Kolase/Sindonews
A A A
BEIJING - Legislatif China setuju untuk memberlakukan undang-undang keamanan nasional yang kontroversial di Hong Kong. Undang-undang itu dipandang dapat mengancam kebebasan politik dan kebebasan sipil di wilayah semi otonom itu.

Parlemen China, Kongres Rakyat Nasional (NPC), hampir dengan suara bulat menyetujui resolusi untuk memberlakukan undang-undang keamanan. Undang-undang ini melarang pemisahan diri, subversi kekuasaan negara, terorisme, intervensi asing dan memungkinkan badan keamanan negara China untuk beroperasi di kota itu.

Hanya satu delegasi yang menolak rancangan itu, sementara 2.878 setuju dan enam abstain.

Setelah disetujui, komite NPC akan menyusun undang-undang yang prosesnya diperkirakan akan memakan waktu sekitar dua bulan. Undang-undang ini kemudian diimplementasikan setelah dikeluarkan oleh pemerintah Hong Kong, melewati legislatif kota melalui "pintu belakang" konstitusional yang jarang diberlakukan.

Undang-undang itu akan secara drastis memperluas kekuasaan Beijing atas Hong Kong, yang tahun lalu diguncang oleh protes anti-pemerintah yang menyerukan demokrasi yang lebih besar dan lebih banyak otonomi dari China daratan.

Setelah sidang, Perdana Menteri China Li Keqiang mengatakan bahwa undang-undang tersebut dirancang untuk menstabilkan implementasi dari 'satu negara, dua sistem' dan untuk jangka panjang Hong Kong yang makmur dan stabil.

Tapi pernyataan itu gagal meyakinkan para kritikus. Langkah ini telah dikecam secara internasional, dengan memperingatkan hal itu dapat membatasi perlindungan hukum yang dijanjikan kepada kota itu ketika diserahkan dari Inggris ke pemerintahan China pada tahun 1997. Di China daratan, undang-undang keamanan nasional telah digunakan untuk menargetkan juru kampanye pro demokrasi, aktivis hak asasi manusia, pengacara dan jurnalis.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
China Tangkap 2 Pemimpin...
China Tangkap 2 Pemimpin Gereja Bawah Tanah yang Berpengaruh, Apa Pemicunya?
Kunjungi Pyongyang,...
Kunjungi Pyongyang, Xi Jinping Diduga Berusaha Redam Pengaruh Rusia atas Korut
Tiru Israel, Taiwan...
Tiru Israel, Taiwan Gunakan AI untuk Rekrut Informan dan Whistleblower China
Beijing: Asing Mata-matai...
Beijing: Asing Mata-matai China, Gunakan Kura-kura dan Ikan yang Dipasang Sensor
Ini 15 Negara yang Mampu...
Ini 15 Negara yang Mampu Memproduksi Jet Tempur Sendiri, Indonesia Kapan?
Dari Infrastruktur ke...
Dari Infrastruktur ke AI, China Terus Perkuat Pengaruh di Pakistan
Maskapai China Spring...
Maskapai China Spring Airlines Resmi Mengudara di Indonesia, Buka Rute Seminggu 3 Kali
CDC: Wabah Ebola di...
CDC: Wabah Ebola di RD Kongo Bisa Menjadi yang Terburuk dalam Sejarah
Parah! Siswa SMA Ini...
Parah! Siswa SMA Ini Masukkan Spermanya ke Tumbler Guru Perempuan
Rekomendasi
Dua Kali Berturut PINTU...
Dua Kali Berturut PINTU Raih Penghargaan Kepatuhan Hukum
Indonesia-Australia...
Indonesia-Australia Kolaborasi Cetak Tenaga Ahli Butchery dan Food Safety
Strategi Moneter Dikritik...
Strategi Moneter Dikritik Banggar DPR, Begini Penjelasan BI Soal Menjaga Rupiah
Berita Terkini
IRGC Seharusnya Jadi...
IRGC Seharusnya Jadi Teladan bagi Negara Muslim di Seluruh Dunia
G7 Kini Fokus Memusuhi...
G7 Kini Fokus Memusuhi Rusia, Trump: Ini Perang yang Mudah Diselesaikan
Pasokan Senjata Rapuh,...
Pasokan Senjata Rapuh, Presiden Trump Dorong Produksi Massal
Fregat Rusia Tembaki...
Fregat Rusia Tembaki Kapal Pesiar Inggris, Starmer: Tindakan Sembrono
2 Pesawat Pengebom Nuklir...
2 Pesawat Pengebom Nuklir dari 2 Negara Adikuasa yang Bermusuhan Jatuh di Hari yang Sama
AS dan Iran Berdamai,...
AS dan Iran Berdamai, MBS: Semua untuk Kepentingan Bersama
Infografis
10 Negara Penguasa Cadangan...
10 Negara Penguasa Cadangan Logam Tanah Jarang Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved