Taliban Rebut Penjara dan Bebaskan Para Tahanan di Provinsi Jawzjan

Sabtu, 07 Agustus 2021 - 22:01 WIB
loading...
Taliban Rebut Penjara...
Pasukan keamanan berada di kota Herat, Afghanistan. Foto/epa
A A A
KABUL - Taliban berhasil merebut kompleks penjara di provinsi Jawzjan, Afghanistan utara. Mereka kemudian membebaskan semua tahanan.

Video di media sosial menunjukkan ratusan narapidana meninggalkan penjara di kota Sheberghan pada Sabtu (7/8) setelah gerilyawan Taliban melancarkan serangan.

Taliban telah menguasai kota itu, menjadikannya ibu kota regional kedua yang jatuh ke tangan militan.

Baca juga: Tonton Video Taliban Bersorak-sorai di Atas Humvee Usai Rebut Kota Zaranj

Ini merupakan pukulan besar bagi pasukan keamanan Afghanistan saat pertempuran meningkat di seluruh negeri.

Baca juga: Zaranj, Ibu Kota Provinsi Afghanistan Pertama yang Jatuh ke Tangan Taliban

Sheberghan adalah basis pendukung mantan wakil presiden dan panglima perang Afghanistan, Abdul Rashid Dostum, yang pendukungnya telah memimpin perang melawan pemberontak.

Baca juga: Rebut Kota Zaranj, Taliban Parade dengan Humvee Buatan AS

“Sebanyak 150 orang melakukan perjalanan ke kota untuk membantu pasukan Afghanistan,” ungkap laporan media lokal.

Taliban pertama kali menguasai kompleks kantor gubernur pada Jumat selama pertempuran sengit, sebelum direbut kembali oleh pasukan keamanan Afghanistan.

Namun, kepala dewan wilayah itu, Babur Eshchi, mengatakan kepada BBC bahwa para militan kini menguasai seluruh kota, kecuali satu pangkalan militer, di mana pertempuran masih berlangsung.

Wakil gubernur wilayah itu mengatakan kepada kantor berita AFP bahwa pejabat pemerintah telah mundur ke bandara.

Kekerasan juga berkecamuk di bagian lain negara itu, saat Taliban terus membuat kemajuan pesat, mengusir ribuan warga sipil.

Kota Zaranj, di provinsi Nimroz, adalah ibu kota regional pertama yang jatuh ke tangan pemberontak Taliban pada Jumat.

Ibu kota provinsi lainnya yang berada di bawah tekanan adalah Herat di barat, dan kota selatan Kandahar dan Lashkar Gah.

Di ibukota Afghanistan, Kabul, Taliban menembak mati mantan juru bicara Presiden Ashraf Ghani dan melakukan serangan bom di rumah pejabat menteri pertahanan.

Militer Afghanistan mengatakan lusinan pejuang Taliban, termasuk beberapa komandan senior, telah tewas di Lashkar Gah, namun Taliban membantah laporan versi militer tentang peristiwa tersebut.

Pemerintah Amerika Serikat (AS) dan Inggris telah mendesak warganya segera pergi karena situasi keamanan yang memburuk.

Pada Jumat, Kantor Luar Negeri Inggris memperingatkan militan sangat mungkin melakukan serangan di Afghanistan.

AS mengatakan warga negaranya dapat menerima pinjaman repatriasi jika mereka tidak mampu membayar sendiri untuk penerbangan komersial.
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Taliban Larang Warga...
Taliban Larang Warga Afghanistan Gunakan Ponsel Pintar, Jika Nekat Bakal Dihancurkan
Pakistan Gelar Serangan...
Pakistan Gelar Serangan Udara di Afghanistan, 13 Orang Tewas
Ghana Sahkan RUU Anti-LGBT,...
Ghana Sahkan RUU Anti-LGBT, Membela Gay Bakal Dipenjara 5 Tahun
Hukum Baru Taliban:...
Hukum Baru Taliban: Diamnya Gadis Perawan Berarti Persetujuan untuk Menikah
Eks PM Thailand Thaksin...
Eks PM Thailand Thaksin Shinawatra Dibebaskan dari Penjara, Korupsi tapi Dihukum Ringan
Ingin Buka Lagi Penjara...
Ingin Buka Lagi Penjara Alcatraz, Trump Minta Dana Rp2,6 Triliun
Wajah Baru Lapas Indonesia,...
Wajah Baru Lapas Indonesia, Dirjen Pemasyarakatan: Tak Lagi Sekadar Penjara
Gempa Dahsyat Venezuela:...
Gempa Dahsyat Venezuela: 3 Tewas Tertimpa Reruntuhan, Pemerintah Tetapkan Status Darurat
Heboh, Menteri Perempuan...
Heboh, Menteri Perempuan Swedia Bawa Bayi ke Pertemuan Uni Eropa
Rekomendasi
Kemlu Ungkap 2 WNI Awak...
Kemlu Ungkap 2 WNI Awak Kapal Ikan Hilang di Perairan Busan Korsel
Kantongi Pendanaan USD11,3...
Kantongi Pendanaan USD11,3 Juta, FLOQ Pacu Integrasi Teknologi Blockchain
Blok M Jadi Lokasi Awal...
Blok M Jadi Lokasi Awal Penerapan Kawasan Rendah Emisi Jakarta
Berita Terkini
Iran Tolak Pendapat...
Iran Tolak Pendapat Menlu AS Rubio tentang Kesepakatan Damai
Trump Ungkap Turki Siap...
Trump Ungkap Turki Siap Gabung Perang Bersama Iran tapi Dicegah AS
Iran Peringatkan Kapal-kapal...
Iran Peringatkan Kapal-kapal Tidak Melintasi Selat Hormuz Tanpa Izin
Korban Gempa Venezuela...
Korban Gempa Venezuela Bertambah, 164 Orang Tewas, 971 Luka-luka
Menlu Iran Bilang Hamas:...
Menlu Iran Bilang Hamas: Gaza Penting dalam Negosiasi dengan AS
Netanyahu Terpaksa Terima...
Netanyahu Terpaksa Terima Gencatan Senjata, Israel Bersiap Tarik Pasukan
Infografis
7 Gejala Awal Penyakit...
7 Gejala Awal Penyakit Ginjal yang Terlihat di Kaki dan Tangan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved